Home
>
News
>
Publication
>
Kekhawatiran Fiskal dan Data Ekonomi Campuran AS Dukung Kenaikan EURUSD
Kekhawatiran Fiskal dan Data Ekonomi Campuran AS Dukung Kenaikan EURUSD
Friday, 23 May 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1278

0.31%

GBPUSD

1.3417

0.19%

AUDUSD

0.6408

0.37%

NZDUSD

0.5897

0.22%

USDJPY

144.00

-0.31%

USDCHF

0.8284

-0.25%

USDCAD

1.3855

-0.16%

GOLDUD

3297.8

-0.26%

USD/IDR

16314

-0.04%

Fokus EURUSD:

  1. DXY melemah ke area 99.50
  2. PMI Zona Euro berkontraksi

Jumat, 23 Mei 2025 - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1311. Pasangan mata uang Euro menguat kembali pada Kamis meski sebelumnya sempat tergelincir melemah, terdorong oleh pelemahan Dolar AS pasca rilis data ekonomi campuran dan kekhawatiran fiskal AS. Indeks Dolar AS (DXY) sempat menurun ke area 99.50 karena investor mencerna dampak dari disetujuinya RUU pajak besar Presiden Donald Trump di DPR, yang diproyeksikan menambah defisit fiskal AS hingga USD 3,8 triliun dalam 10 tahun ke depan. Meskipun data PMI AS untuk bulan Mei menunjukkan ekspansi kuat di sektor manufaktur dan sektor jasa, dengan masing-masing naik ke 52.3. Pelaku pasar masih khawatir terhadap ketidakpastian fiskal jangka panjang dan potensi tekanan inflasi akibat tarif baru yang diberlakukan. Hal ini membatasi prospek pelonggaran suku bunga oleh The Fed, walaupun beberapa pejabat seperti Christopher Waller menyebut pemangkasan suku bunga bisa dilakukan di akhir tahun jika tekanan harga mereda.

Di sisi lain, kinerja Euro sempat tertekan akibat lemahnya data PMI Zona Euro yang menunjukkan tanda kontraksi di sektor jasa. Data awal HCOB menunjukkan bahwa Services PMI zona euro turun ke 48.9 dari 50.1, berada di bawah ekspektasi pasar dan menandakan penurunan aktivitas bisnis untuk pertama kalinya sejak November 2024. Sementara Manufacturing PMI zona euro naik tipis ke 49.4 dari 49.0, namun masih berada di wilayah kontraksi. Jerman, sebagai ekonomi terbesar di kawasan, mencatat penurunan Services PMI yang lebih tajam ke 47.2, memperkuat kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi masih rapuh. Meski begitu, indeks iklim bisnis IFO Jerman naik sedikit ke 87.5 dari 86.9, menandakan adanya perbaikan moderat dalam ekspektasi pelaku usaha.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada prospek kebijakan suku bunga ECB dan perkembangan geopolitik. Beberapa pejabat ECB seperti Luis De Guindos dan Mario Centeno menyatakan bahwa inflasi mendekati target 2%, namun tekanan perlambatan ekonomi bisa mendorong penurunan suku bunga lebih lanjut. Proyeksi pasar menunjukkan peluang besar pemangkasan suku bunga pada pertemuan 5 Juni mendatang. Di sisi lain, ketidakpastian seputar pembicaraan damai Rusia-Ukraina serta dinamika hubungan dagang UE-AS juga akan menjadi penentu arah EURUSD dalam waktu dekat. Dukungan teknikal di atas 1.1270 tetap solid, sementara potensi penguatan Euro masih terbuka jika tekanan terhadap Dolar AS berlanjut.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD naik. Support terdekatnya di zona 1.1240 dan resistance terdekatnya di zona 1.1360. Support lanjutan di zona 1.1200 dan dilanjutkan ke zona 1.1175. Resistance lanjutan di zona 1.1395 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1425.

GBPUSD - Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3440. Pound Sterling (GBP) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) didorong oleh membaiknya data ekonomi Inggris serta tekanan terhadap Greenback akibat ketidakpastian fiskal AS. Data terbaru menunjukkan inflasi Inggris masih cukup tinggi, dan Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan April naik menjadi 3,5% secara tahunan, menandakan tekanan harga yang belum sepenuhnya mereda. Di saat yang sama, sektor jasa Inggris kembali tumbuh dengan Services PMI naik ke 50.2 di bulan Mei, di atas ekspektasi dan menunjukkan pemulihan aktivitas bisnis. Namun, sektor manufaktur masih mengalami kontraksi, dengan Manufacturing PMI turun ke 45.1 dari 45.4, mencerminkan tantangan yang masih dihadapi industri. Di sisi lain, Dolar AS kehilangan daya tariknya meskipun data ekonomi AS, termasuk PMI dan klaim pengangguran, menunjukkan ketahanan. Pasar tetap waspada terhadap kondisi fiskal AS setelah DPR meloloskan RUU pemangkasan pajak "One Big Beautiful Bill" yang diperkirakan akan menambah defisit anggaran hingga USD 3,8 triliun dalam 10 tahun. Moody’s juga baru saja menurunkan peringkat kredit AS menjadi Aa1 karena meningkatnya rasio utang terhadap PDB, memperburuk persepsi terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Ketidakpastian ini membayangi potensi kebijakan suku bunga The Fed ke depan. Para pelaku pasar kini menanti data penjualan ritel Inggris dan indeks kepercayaan konsumen GfK, serta pidato dari pejabat bank sentral Inggris dan AS untuk mendapatkan sinyal arah kebijakan moneter selanjutnya. Support terdekatnya di area 1.3390 dan resistance terdekatnya di zona 1.3490.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6430.  Dolar Australia (AUD) menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Jumat setelah sebelumnya mengalami tekanan, didorong oleh meredanya imbal hasil obligasi AS dan kekhawatiran fiskal yang menekan sentimen terhadap Greenback. Meskipun data PMI Australia campuran dengan PMI Manufaktur tetap di 51,7 dan PMI Jasa turun menjadi 50,5 pasar tetap melihat stabilitas ekonomi domestik, ditambah prospek kebijakan moneter yang tetap akomodatif dari Reserve Bank of Australia (RBA). Gubernur RBA Michele Bullock menegaskan kesiapan bank sentral untuk melanjutkan pelonggaran jika diperlukan, setelah memangkas suku bunga acuan ke 3,85% awal pekan ini. Stabilnya sektor manufaktur dan potensi lebih banyak pemangkasan suku bunga menambah daya tarik AUD dalam jangka pendek. Support terdekatnya di zona 0.6393 dan resistance terdekatnya di zona 0.6465.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5908.  Pasangan NZD/USD mencatat penguatan moderat di kisaran 0.5900 pada sesi Asia hari Jumat, didorong oleh data Penjualan Ritel Selandia Baru yang lebih baik dari ekspektasi. Statistik resmi menunjukkan bahwa Penjualan Ritel meningkat sebesar 0,8% secara kuartalan pada Q1 2025, mencerminkan mulai pulihnya kepercayaan konsumen setelah pemangkasan suku bunga. Optimisme ini memberikan dorongan terhadap Dolar Selandia Baru, terutama karena Selandia Baru memiliki keterkaitan dagang yang kuat dengan China. Namun, ketidakpastian perdagangan global dan pernyataan dalam anggaran terbaru yang menekankan pengetatan fiskal turut meningkatkan spekulasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan memangkas suku bunga lebih lanjut, sehingga membatasi penguatan Kiwi. Support terdekatnya di area 0.5880 dan resistance terdekatnya di zona 0.5950.

USDJPY - Pasangan mata uang Yen turun ke zona 143.60. Pasangan USDJPY terus mengalami tekanan turun seiring melemahnya dolar AS didorong oleh meningkatnya ketidakpastian fiskal dan politik, termasuk kekhawatiran terhadap dampak dari RUU pajak besar Presiden Donald Trump yang telah melampaui DPR AS. Tekanan juga datang dari penurunan peringkat utang AS oleh Moody’s serta meningkatnya ekspektasi pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga dua kali sebelum akhir tahun. Di sisi lain, meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven, seperti yen Jepang, seiring gejolak di pasar ekuitas global, turut memperkuat JPY. Dari sisi domestik, inflasi Jepang yang meningkat memperkuat spekulasi bahwa Bank of Japan (BoJ) mungkin akan menaikkan suku bunga pada kuartal ketiga. Inflasi inti naik menjadi 3% di bulan April, jauh di atas target 2% BoJ. Hal ini mempersempit selisih imbal hasil antara obligasi Jepang dan AS, mendorong investor untuk mengurangi posisi pada dolar dan meningkatkan eksposur terhadap yen. Kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang Jepang ke level tertinggi dalam dua dekade terakhir juga menjadi faktor teknikal yang memperkuat posisi JPY. Jika tren ini berlanjut, tekanan pelemahan terhadap USDJPY kemungkinan besar akan berlanjut dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 142.70 dan resistance terdekatnya di zona 144.20.

USDCAD - Mata uang Loonie turun ke zona 1.3835. Pasangan USDCAD melemah pada Jumat pagi meskipun sempat mencatat kenaikan tipis usai rilis data PMI AS yang lebih kuat dari ekspektasi. S&P Global melaporkan PMI Komposit AS naik ke 52,1 di bulan Mei dari 50,6 sebelumnya, sementara PMI Manufaktur dan Jasa masing-masing meningkat ke 52,3. Kinerja ekonomi AS yang positif ini sempat menopang Greenback, tetapi tekanan makro seperti defisit fiskal yang membengkak, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed, dan ketegangan geopolitik global tetap menekan USD secara menyeluruh. Di sisi lain, penurunan harga minyak mentah membebani Dolar Kanada (CAD), namun rilis data penjualan ritel Kanada hari ini berpotensi memperkuat CAD jika hasilnya lebih tinggi dari perkiraan 0,7%, yang bisa mendorong USD/CAD kembali turun. Support terdekatnya di zona 1.3805 dan resistance terdekatnya di zona 1.3890.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8265. Mata uang ini mencatat penurunan lanjutan seiring dengan tekanan terhadap Dolar AS akibat kekhawatiran fiskal. Sentimen pasar terganggu oleh rencana pengesahan "One Big, Beautiful Bill" oleh Presiden AS Donald Trump, yang diperkirakan akan meningkatkan defisit anggaran federal sebesar $3 hingga $5 triliun dalam dekade mendatang. Selain itu, hasil lelang obligasi AS yang lemah turut memperburuk prospek Greenback dan mendorong pelaku pasar beralih ke aset safe haven seperti Franc Swiss. Sementara itu, laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa Trump menyampaikan kepada pemimpin Eropa bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin belum siap mengakhiri perang karena merasa sedang unggul. Usulan pembicaraan tingkat rendah antara Rusia dan Ukraina di Vatikan menjadi alternatif dari sanksi baru. Pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran yang dijadwalkan berlangsung di Roma pada hari Jumat. Jika terdapat sinyal positif dari perundingan atau meredanya ketegangan geopolitik, Franc Swiss sebagai aset lindung nilai berisiko melemah, memberikan ruang pemulihan bagi USDCHF. Support terdekatnya di area 0.8215 dan resistance terdekatnya di zona 0.8335.



DATA EKONOMI HARIAN

1:00am

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

1:30am

CAD

BOC Gov Macklem Speaks

-

-

-

2:15am

CAD

Gov Council Member Gravelle Speaks

-

-

-

5:45am

NZD

Retail Sales q/q

0.8%

0.0%

1.0%

5:45am

NZD

Core Retail Sales q/q

0.4%

0.7%

1.4%

6:01am

GBP

GfK Consumer Confidence

-20

-22

-23

6:30am

JPY

National Core CPI y/y

3.5%

3.4%

3.2%

1:00pm

EUR

German Final GDP q/q

-

0.2%

0.2%

1:00pm

GBP

Retail Sales m/m

-

0.3%

0.4%

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-10.8%

7:30pm

CAD

Core Retail Sales m/m

-

-0.1%

0.5%

7:30pm

CAD

Retail Sales m/m

-

0.6%

-0.4%

7:30pm

CAD

Corporate Profits q/q

-

-

2.1%

8:35pm

USD

FOMC Member Musalem Speaks

-

-

-

8:35pm

USD

FOMC Member Schmid Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

New Home Sales

-

694K

724K

11:00pm

USD

FOMC Member Cook Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788