Home
>
News
>
Publication
Kamis, 14 Agustus 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat tipis didukung oleh sentimen dari eskalasi ketegangan geopolitik di Lebanon dan Gaza. Meski demikian, rilisnya proyeksi IEA dan laporan stok AS membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Kamis, 14 Agustus 2025 – Harga emas naik ke level $3.357 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, didorong oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September mendatang.
Kamis, 14 Agustus 2025 - Poundsterling dibuka di 1.3563 dan naik 0.21%. GBP/USD mencatat penguatan tajam pada perdagangan Rabu, naik sekitar 0,56% seiring tekanan jual yang meningkat terhadap Dolar AS (USD) di tengah menguatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada September. Sentimen ini muncul setelah data inflasi AS bulan Juli menunjukkan inflasi tahunan tetap di 2,7%, sama seperti bulan sebelumnya, sementara inflasi inti naik menjadi 3,1% dari 2,9%. Meskipun inflasi inti melewati ambang 3%, pelaku pasar menilai tekanan harga tidak cukup kuat untuk menghalangi langkah pelonggaran kebijakan moneter. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga kini mencapai hampir 98%, meningkat signifikan dari 86% sehari sebelumnya. Tekanan politik juga memperkuat narasi ini, dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyarankan The Fed untuk memulai penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin pada September, dilanjutkan dengan pemangkasan total hingga 150–175 basis poin. Hal ini sejalan dengan keinginan pemerintahan Trump yang terus mendesak bank sentral agar mempercepat pelonggaran kebijakan guna menopang pertumbuhan ekonomi.
Selasa, 13 Agustus 2025 – Dolar Australia dibuka di 0.6516, menguat sebesar 0.23%. Pasangan AUDUSD kembali menunjukkan penguatan meskipun sempat tertekan pasca keputusan dovish Reserve Bank of Australia (RBA) pada pertemuan Agustus. RBA memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,60% dari 3,85%, pemotongan ketiga di tahun ini sekaligus membawa tingkat suku bunga ke posisi terendah dalam dua tahun terakhir. Pemangkasan ini dilakukan seiring meredanya tekanan inflasi, dengan inflasi utama Australia telah kembali ke kisaran target 2–3% dan indikator inti (trimmed mean) berada di 2,7%. RBA juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 menjadi 1,7% dari 2,1%, mengutip lemahnya permintaan domestik di awal tahun yang diperkirakan sulit terimbangi pada sisa tahun berjalan. Gubernur Michele Bullock menegaskan bahwa kebijakan moneter akan tetap bersifat longgar dan setiap keputusan lanjutan akan sepenuhnya bergantung pada perkembangan data ekonomi, khususnya terkait inflasi, pasar tenaga kerja, dan produktivitas.
Rabu, 13 Agustus 2025 – Harga emas naik ke level $3.350 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, didorong oleh data inflasi AS yang memperkuat keyakinan pasar akan pemangkasan suku bunga The Fed pada September dan Desember mendatang. Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,2% di bulan Juli, melambat dari 0,3% pada Juni, sementara secara tahunan inflasi bertahan di 2,7%, sedikit di bawah perkiraan 2,8%. Pelemahan tipis dolar AS setelah rilis data turut menopang harga emas, membuat emas relatif lebih murah bagi pembeli dengan mata uang lain.
Selasa, 12 Agustus 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh keputusan AS dan China untuk kembali memperpanjang gencatan tarif dagang yang sekaligus meredam kekhawatiran akan eskalasi perang tarif antara dua ekonomi raksasa dunia itu. Serangan Israel yang makin intens ke Gaza juga turut menjadi katalis positif bagi harga minyak.
Selasa, 12 Agustus 2025 – Harga emas turun ke level $3.344 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan bahwa impor emas batangan tidak akan dikenakan tarif.
Selasa, 12 Agustus 2025 – Pasangan mata uang Euro dibuka di 1.1625 dan melemah sebesar -0.14%. Kinerja mata uang Euro dibuka melemah setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi harian di 1,1675. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS (Greenback) menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) untuk periode Juli yang akan dirilis pada Selasa malam waktu setempat. Ekspektasi pasar menunjukkan bahwa inflasi utama diperkirakan naik menjadi 2,8% secara tahunan (YoY) dari sebelumnya 2,7%, sementara inflasi inti diproyeksikan mencapai 3,0% YoY, level tertinggi sejak Februari lalu. Apabila data aktual melebihi proyeksi, pasar berpotensi mengurangi ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC September mendatang. Hal ini dapat menjadi katalis negatif bagi Euro, mengingat sentimen bullish yang terbentuk di awal sesi mulai memudar akibat fokus investor yang bergeser ke fundamental AS.
Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788