Home
>
News
>
Publication
>
ECB Beri Sinyal Tahan Suku Bunga, EURUSD Tertekan Menunggu Data AS
ECB Beri Sinyal Tahan Suku Bunga, EURUSD Tertekan Menunggu Data AS
Tuesday, 12 August 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1625

-0.14%

GBPUSD

1.3438

-0.13%

AUDUSD

0.6521

-0.17%

NZDUSD

0.5946

-0.32%

USDJPY

147.99

0.30%

USDCHF

0.8108

0.22%

USDCAD

1.3773

0.05%

GOLDUD

3344.0

-0.05%

USD/IDR

16248

0.00%

Fokus EURUSD:

  1. DXY menguat ke zona 98.50
  2. Sentimen geopolitik beri katalis positif

Selasa, 12 Agustus 2025 – Pasangan mata uang Euro dibuka di 1.1625 dan melemah sebesar -0.14%. Kinerja mata uang Euro dibuka melemah setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi harian di 1,1675. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS (Greenback) menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) untuk periode Juli yang akan dirilis pada Selasa malam waktu setempat. Ekspektasi pasar menunjukkan bahwa inflasi utama diperkirakan naik menjadi 2,8% secara tahunan (YoY) dari sebelumnya 2,7%, sementara inflasi inti diproyeksikan mencapai 3,0% YoY, level tertinggi sejak Februari lalu. Apabila data aktual melebihi proyeksi, pasar berpotensi mengurangi ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC September mendatang. Hal ini dapat menjadi katalis negatif bagi Euro, mengingat sentimen bullish yang terbentuk di awal sesi mulai memudar akibat fokus investor yang bergeser ke fundamental AS.

Dari sisi Eropa, sentimen positif sempat muncul akibat faktor geopolitik, khususnya setelah adanya rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir pekan ini di Alaska untuk membahas potensi gencatan senjata di Ukraina. Optimisme meningkat karena resolusi damai dapat membantu menurunkan harga energi di kawasan Eropa yang sebagian besar negara anggotanya merupakan importir energi bersih. Namun, dukungan terhadap Euro ini mulai terkikis karena pelaku pasar lebih fokus pada data ekonomi makro yang akan dirilis sepanjang pekan. Agenda Eropa antara lain meliputi rilis Survei ZEW untuk Jerman dan Uni Eropa, data inflasi Prancis, serta pertumbuhan ekonomi di tingkat kawasan. Sementara itu, inflasi tahunan Italia pada Juli tercatat stabil di 1,7%, sesuai ekspektasi, dan tidak berubah dari bulan sebelumnya. Kondisi ini memberikan justifikasi bagi European Central Bank (ECB) untuk mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan September mendatang, dengan probabilitas 91% pasar memperkirakan tidak ada perubahan kebijakan dan hanya 9% peluang pemangkasan 25 basis poin pada akhir tahun.

Dari perspektif kebijakan moneter AS, pasar berpegang pada prospek dovish The Fed, dengan probabilitas pemangkasan suku bunga di bulan September mencapai 85-89% menurut CME FedWatch Tool, serta ekspektasi minimal dua kali penurunan hingga akhir 2025. Gubernur The Fed Michelle Bowman bahkan secara eksplisit menyatakan dukungannya terhadap pemangkasan suku bunga pada setiap pertemuan yang tersisa tahun ini, dengan alasan bahwa pelemahan pasar tenaga kerja lebih signifikan dibandingkan risiko inflasi yang berpotensi meningkat. Namun demikian, komentar ini masih harus diuji dengan data aktual inflasi AS, termasuk CPI dan PPI yang akan dirilis pekan ini. Jika data tersebut menunjukkan lonjakan yang lebih besar dari perkiraan, tren pelemahan Dolar AS yang berlangsung sejak pekan lalu dapat berbalik arah secara cepat, menekan EURUSD lebih dalam dan berpotensi membawa pasangan ini kembali menguat.

Harga pada pasangan mata uang EURUSD turun. Support terdekat berada di 1.1600, sementara resistance terdekat berada di 1.1660. Support lanjutan di zona 1.1580 dan dilanjutkan ke zona 1.1540. Resistance lanjutan di zona 1.1690 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1730.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3438 dan turun -0.13% ke kisaran 1.3421. Pound Sterling melemah terhadap Dolar AS pada awal pekan, terkoreksi dari level tertinggi dua pekan seiring penguatan Greenback menjelang rilis data inflasi konsumen AS (CPI) dan laporan ketenagakerjaan Inggris yang akan menjadi penentu arah kebijakan bank sentral. BoE baru saja menurunkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 4,00%, level terendah sejak Maret 2023, namun keputusan tersebut disertai nada hawkish dengan mayoritas tipis 5-4, menandakan kehati-hatian untuk melanjutkan pelonggaran. Ekspektasi pasar kini hanya mengantisipasi satu kali pemangkasan lagi tahun ini, kemungkinan pada November, sementara peluang penundaan hingga 2026 mulai meningkat. Dari sisi data, pasar akan memantau ketat tingkat pengangguran yang diperkirakan tetap di 4,7%, serta data GDP kuartal II pada Kamis.
Di sisi AS, fokus pasar tertuju pada CPI Juli yang diperkirakan naik menjadi 2,8% (headline) dan 3,0% (core). Jika inflasi melebihi ekspektasi, sentimen dovish terhadap The Fed bisa berkurang, mendukung penguatan USD dan memberi tekanan tambahan pada GBP/USD. Sebaliknya, data yang lebih lemah akan memperkuat peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada September, yang berpotensi menahan pelemahan Sterling dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 1.3400, dan resistance terdekat berada di 1.3480.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6521, terkoreksi sebesar -0.17%. Dolar Australia melemah terhadap Dolar AS menjelang keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) pada Selasa, di mana pasar telah sepenuhnya memperhitungkan pemangkasan 25 bps menjadi 3,60%. Inflasi tahunan Australia yang turun ke 2,1% pada kuartal II, serta kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,3%, memperkuat alasan pelonggaran. Namun, panduan kebijakan (forward guidance) akan menjadi kunci bagi arah AUD/USD ke depan. Spekulasi posisi jual yang tinggi terhadap Aussie (short positioning) membuka potensi technical rebound jika pernyataan RBA lebih hawkish dari perkiraan. Pada saat yang sama, DXY mulai pulih dari posisi terendah dua pekan. Dari AS, data CPI dan PPI minggu ini akan menggerakkan ekspektasi kebijakan The Fed. Apabila data inflasi menunjukkan kenaikan signifikan, USD berpotensi menguat lebih lanjut. Support terdekat berada di 0.6490, dan resistance berada di 0.6550.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5946 dan melemah -0.32%. Kiwi Dollar bergerak melemah dari puncak satu pekan, seiring kombinasi faktor global yang beragam. Perpanjangan gencatan tarif AS-China selama 90 hari memberi sedikit dukungan bagi NZD mengingat eratnya hubungan dagang dengan China, namun kekhawatiran terhadap tekanan deflasi di Tiongkok tetap membatasi penguatan. Data PPI Tiongkok yang turun lebih dari perkiraan mengindikasikan lemahnya permintaan domestik, menambah sentimen hati-hati investor. Sementara itu, pasar masih meyakini The Fed akan memangkas suku bunga pada September, dengan peluang dua kali pemangkasan tambahan sebelum akhir tahun. Meski demikian, rilis CPI AS yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat memperkuat USD dan menekan NZDUSD. Sebaliknya, hasil yang lebih lemah akan membuka peluang penguatan kembali ke resistance. Fokus tambahan minggu ini tertuju pada pembicaraan AS–Rusia terkait Ukraina pada Jumat, yang berpotensi mempengaruhi sentimen risiko global. Dengan ketidakpastian eksternal dan fundamental domestik yang lemah, NZDUSD cenderung tetap rentan terhadap tekanan jual, terutama jika faktor risiko global kembali meningkat. Support terdekat berada di 0.5920, dan resistance berada di 0.6000.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 147.99, menguat 0.30%. Kinerja mata uang USDJPY menguat di sekitar level 147,50 menjelang rilis data inflasi AS (CPI) Juli pada Selasa, dengan pasar fokus pada potensi dampak kenaikan tarif impor terhadap tekanan harga. Data CPI diperkirakan naik menjadi 2,8% YoY, sementara inflasi inti diperkirakan kembali ke 3,0% YoY, sehingga dapat menguji ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed di September. Yen tetap rentan setelah ringkasan opini BoJ menunjukkan ketidakpastian kebijakan, sehingga ruang kenaikan suku bunga Jepang masih diragukan. Kondisi ini membuat prospek jangka pendek USDJPY cenderung positif jika sentimen terhadap pemangkasan suku bunga AS melemah. Korelasi negatif yang sangat kuat (-0,97) antara harga USDJPY dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam dua pekan terakhir menunjukkan bahwa perubahan persepsi pasar terhadap kebijakan moneter AS menjadi penggerak utama pasangan ini. Hubungan USDJPY dengan yield Treasury AS maupun spread obligasi AS-Jepang terlihat lemah, begitu pula dengan sentimen risiko global. Dengan risiko inflasi lebih tinggi akibat tarif impor, pasar kemungkinan akan menahan posisi jual USD lebih lama, membuka peluang kenaikan lanjutan pada USDJPY dalam jangka dekat. Support terdekat ada di 147.50, dan resistance di 148.30.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8108 dan menguat 0.22%. Pasangan mata uang USDCHF menguat ke area 0,8080 didukung sentimen positif terhadap USD jelang rilis CPI AS dan ekspektasi kesepakatan dagang AS–China. CHF berada di bawah tekanan setelah AS memberlakukan tarif 39% pada sejumlah ekspor Swiss serta mengenakan bea masuk baru pada batangan emas 1 kg dan 100 ons yang selama ini menjadi andalan ekspor Swiss. Langkah ini berpotensi mengganggu rantai pasok emas global dan menekan sektor ekspor Swiss yang sangat bergantung pada komoditas tersebut. Meski ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed di September masih tinggi (sekitar 89%), pelemahan CHF tertahan karena adanya risiko ekonomi domestik akibat tarif baru, yang dapat mendorong SNB mempertahankan atau bahkan menurunkan suku bunga lebih jauh ke wilayah negatif. Dengan pasar emas global bereaksi terhadap kebijakan tarif tersebut, volatilitas USDCHF berpotensi meningkat. Namun, jika data CPI AS menunjukkan inflasi tinggi, penguatan USD terhadap CHF bisa berlanjut, memperlebar tren bullish jangka pendek. Support terdekat berada di 0.8080, dan resistance berada di 0.8135.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3773, naik tipis sebesar 0.05%. Mata uang USDCAD menguat mendekati 1,3780 seiring melemahnya Dolar Kanada akibat harga minyak yang tertekan di level terendah dua bulan dan data ketenagakerjaan Kanada yang buruk. Ekonomi Kanada kehilangan 40.800 pekerjaan pada Juli, jauh di bawah ekspektasi penambahan 13.500 pekerjaan, sehingga meningkatkan peluang BoC memangkas suku bunga pada 17 September. Harga minyak yang melemah karena optimisme pembicaraan damai Ukraina-Rusia juga menekan CAD, mengingat minyak adalah komoditas ekspor utama Kanada. Dari sisi AS, investor mengantisipasi data CPI Juli yang diperkirakan naik menjadi 2,8% YoY, yang berpotensi mengurangi peluang pemangkasan suku bunga The Fed. Saat ini, pasar memperkirakan peluang pemangkasan 25 bps pada September mencapai sekitar 88%, namun inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat USD. Dengan kedua bank sentral (The Fed dan BoC) sama-sama diprediksi dovish, arah USDCAD akan sangat bergantung pada hasil CPI AS dan pergerakan harga minyak dalam waktu dekat. Support terdekat berada di 1.3740, dan resistance di 1.3800.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:01am

GBP

BRC Retail Sales Monitor y/y

1.8%

2.1%

2.7%

6:50am

JPY

M2 Money Stock y/y

1.0%

0.8%

0.9%

8:30am

AUD

NAB Business Confidence

7

-

5

11:30am

AUD

Cash Rate

-

3.60%

3.85%

11:30am

AUD

RBA Monetary Policy Statement

-

-

-

11:30am

AUD

RBA Rate Statement

-

-

-

12:30pm

AUD

RBA Press Conference

-

-

-

1:00pm

GBP

Average Earnings Index 3m/y

-

4.7%

5.0%

1:00pm

GBP

Claimant Count Change

-

19.7K

25.9K

1:00pm

GBP

Unemployment Rate

-

4.7%

4.7%

Tentative

CNY

New Loans

-

305B

2240B

Tentative

CNY

M2 Money Supply y/y

-

8.3%

8.3%

4:00pm

EUR

German ZEW Economic Sentiment

-

39.5

52.7

4:00pm

EUR

ZEW Economic Sentiment

-

28.1

36.1

5:00pm

USD

NFIB Small Business Index

-

98.9

98.6

7:30pm

CAD

Building Permits m/m

-

-3.9%

12.0%

7:30pm

USD

Core CPI m/m

-

0.3%

0.2%

7:30pm

USD

CPI m/m

-

0.2%

0.3%

7:30pm

USD

CPI y/y

-

2.8%

2.7%

9:00pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

9:30pm

USD

FOMC Member Schmid Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788