Home
>
News
>
Publication
>
Inflasi AS dan Katalis RBA Pangkas Suku Bunga Acuan Dukung Kinerja Mata Uang Aussie
Inflasi AS dan Katalis RBA Pangkas Suku Bunga Acuan Dukung Kinerja Mata Uang Aussie
Wednesday, 13 August 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1668

0.15%

GBPUSD

1.3487

0.15%

AUDUSD

0.6516

0.23%

NZDUSD

0.5944

0.24%

USDJPY

148.12

-0.28%

USDCHF

0.8069

-0.17%

USDCAD

1.3781

-0.12%

GOLDUD

3350.2

0.11%

USD/IDR

16293

0.00%

Fokus AUDUSD:

  1. RBA potong suku bunga 25bps
  2. Rilis data Inflasi AS

Selasa, 13 Agustus 2025 – Dolar Australia dibuka di 0.6516, menguat sebesar 0.23%. Pasangan AUDUSD kembali menunjukkan penguatan meskipun sempat tertekan pasca keputusan dovish Reserve Bank of Australia (RBA) pada pertemuan Agustus. RBA memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,60% dari 3,85%, pemotongan ketiga di tahun ini sekaligus membawa tingkat suku bunga ke posisi terendah dalam dua tahun terakhir. Pemangkasan ini dilakukan seiring meredanya tekanan inflasi, dengan inflasi utama Australia telah kembali ke kisaran target 2–3% dan indikator inti (trimmed mean) berada di 2,7%. RBA juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 menjadi 1,7% dari 2,1%, mengutip lemahnya permintaan domestik di awal tahun yang diperkirakan sulit terimbangi pada sisa tahun berjalan. Gubernur Michele Bullock menegaskan bahwa kebijakan moneter akan tetap bersifat longgar dan setiap keputusan lanjutan akan sepenuhnya bergantung pada perkembangan data ekonomi, khususnya terkait inflasi, pasar tenaga kerja, dan produktivitas.

Meskipun kebijakan RBA cenderung menekan AUD, pelemahan dolar AS memberikan dukungan bagi pemulihan mata uang Australia. Data inflasi AS yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) menunjukkan CPI tahunan bulan Juli bertahan di 2,7%, sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 2,8%, sementara inflasi inti naik ke 3,1% dari 2,9%, melampaui perkiraan. Perpaduan data ini mengindikasikan tekanan harga yang masih ada, namun tidak cukup untuk menghalangi ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada September mendatang. Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas pasar atas pemangkasan 25 basis poin kini mencapai 94%, naik dari 84% sebelumnya. Ekspektasi tersebut memperlemah dolar AS secara luas, apalagi ditambah ketidakpastian politik di Washington setelah pernyataan kontroversial mantan Presiden Donald Trump yang memicu sentimen negatif terhadap Greenback.

Selain faktor domestik dan kebijakan moneter AS, pergerakan AUDUSD juga dipengaruhi dinamika eksternal, khususnya perkembangan ekonomi dan kebijakan perdagangan global. Rabobank menilai bahwa arah AUD pekan ini lebih banyak ditentukan oleh sentimen pasar terhadap prospek pertumbuhan Tiongkok dan hubungan dagang AS–China, dibandingkan keputusan RBA yang sudah diantisipasi. Perpanjangan gencatan tarif AS–China selama 90 hari diperkirakan dapat menopang selera risiko global dan mendorong aliran modal ke aset berimbal hasil lebih tinggi seperti AUD. Sebaliknya, tanda-tanda pelemahan ekonomi Tiongkok dapat membatasi ruang penguatan AUD, mengingat Tiongkok adalah mitra dagang utama Australia. Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Australia bulan Juli, yang diperkirakan menunjukkan peningkatan signifikan pada jumlah pekerjaan baru. Jika data tersebut solid, hal ini dapat memperkuat AUD lebih lanjut, bahkan di tengah kebijakan moneter RBA yang cenderung longgar.

Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekat berada di 0.6490, dan resistance berada di 0.6550. Support lanjutan di zona 0.6450 dan dilanjutkan ke zona 0.6410. Resistance lanjutan di zona 0.6590 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6620.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro dibuka di 1.1668 dan menguat sebesar 0.15%. Penguatan kinerja mata uang ini terjadi setelah rilis data inflasi AS yang memberikan sinyal campuran bagi pasar. Headline CPI AS untuk Juli tercatat 2,7% YoY, sesuai ekspektasi dan sedikit di bawah proyeksi 2,8%, sementara Core CPI naik menjadi 3,1% YoY dari 2,9% sebelumnya, melampaui perkiraan 3,0%. Meskipun data inti menunjukkan tekanan inflasi yang lebih tinggi, pelaku pasar tetap menilai bahwa tren inflasi secara umum melemah dan memberi ruang bagi Federal Reserve untuk memulai kembali siklus pemangkasan suku bunga pada pertemuan September. Probabilitas pemangkasan sebesar 25 bps pada pertemuan tersebut kini berada di kisaran 91-94%, naik dari 84% sebelum rilis data CPI. Pelemahan Dolar AS pasca data ini tercermin dari DXY yang jatuh ke level 98,06, mendekati titik terendah dua minggu. Dari sisi Eropa, sentimen ekonomi kembali tertekan setelah indeks ZEW Jerman anjlok tajam dari 52,7 ke 34,7 pada Agustus, jauh di bawah perkiraan 40,0, sementara indeks Zona Euro turun dari 36,1 ke 25,1. Penurunan ini menunjukkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang melemah akibat kesepakatan perdagangan yang mengecewakan dengan AS dan perlambatan output ekonomi di kuartal II. Namun, komentar hawkish dari anggota ECB Joachim Nagel yang menyebut suku bunga “sudah pada level yang tepat” dan fleksibilitas kebijakan menjadi faktor penahan ekspektasi pemangkasan lebih lanjut.  Support terdekat berada di 1.1640, sementara resistance terdekat berada di 1.1705.

GBPUSD - Poundsterling dibuka di 1.3487 dan naik 0.15%. Kenaikan mata uang Pounsterling terjadi setelah kombinasi pelemahan Dolar AS dan rilis data pasar tenaga kerja Inggris yang relatif solid. Klaim pengangguran turun sebesar 6.200 pada Juli, berlawanan dengan ekspektasi kenaikan 20.800, sementara pertumbuhan rata-rata upah tanpa bonus tetap kuat di 5,0% YoY. Meski pertumbuhan upah termasuk bonus melambat ke 4,6% dari 5,0%, tekanan inflasi upah tetap menjadi perhatian utama Bank of England (BoE). Employment change menunjukkan penambahan 239.000 tenaga kerja dalam tiga bulan terakhir hingga Juni, jauh di atas 134.000 sebelumnya, meski tingkat pengangguran bertahan di 4,7%, tertinggi sejak 2021. Data ini menegaskan adanya ketegangan antara pertumbuhan upah yang tinggi dan lemahnya kondisi pasar kerja, yang membuat BoE harus berhati-hati dalam menurunkan suku bunga. Secara kebijakan, BoE pada pertemuan Agustus memangkas suku bunga sebesar 25 bps ke 4,00% dengan keputusan tipis 5-4, menandakan masih adanya perdebatan internal terkait urgensi pelonggaran. Nada “gradual dan hati-hati” yang disampaikan BoE membedakan arah kebijakan Inggris dari The Fed, yang pasar perkirakan akan memulai siklus pemangkasan pada September. Divergensi ini menjadi katalis penguatan Sterling, apalagi di tengah melemahnya Dolar AS secara luas. Apabila data GDP Inggris yang dirilis Kamis nanti melebihi ekspektasi, terutama jika diikuti oleh data tenaga kerja AS yang melemah.  Support terdekat berada di 1.3450, dan resistance terdekat berada di 1.3520.

NZDUSD - Kiwi dibuka di 0.5944 dan menguat 0.24%. Naiknya pasangan Dollar Kiwi didorong oleh kabar positif dari sisi perdagangan global setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang masa tenggang tarif terhadap China selama 90 hari. Langkah ini direspons positif oleh pasar karena China adalah mitra dagang utama Selandia Baru, sehingga setiap perkembangan yang meredakan ketegangan perdagangan berpotensi mendukung kinerja ekspor NZ. Kementerian Perdagangan China juga mengumumkan penangguhan tambahan tarif terhadap barang-barang AS selama periode yang sama, memberikan ruang bagi stabilisasi sentimen global. Namun, data PPI China yang turun 3,6% YoY, lebih buruk dari perkiraan, menandakan tekanan deflasi yang persisten akibat lemahnya permintaan domestik dan ketidakpastian perdagangan, yang bisa membatasi potensi apresiasi Kiwi. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjadi penopang utama bagi NZDUSD dalam jangka pendek. CME FedWatch Tool mencatat probabilitas hampir 94% untuk penurunan suku bunga 25 bps pada September, serta ekspektasi tambahan pemangkasan pada Oktober dan Desember. Support terdekat berada di 0.5920, dan resistance berada di 0.6000.

USDJPY - Yen Jepang dibuka di 148.12, melemah sebesar -0.28%. USDJPY melemah setelah sempat mencatatkan penguatan tiga hari berturut-turut, dengan pergerakan terkoreksi dari level tertinggi dekat 148.50. Tekanan jual muncul seiring pasar mencerna data CPI AS yang akan dirilis, di mana ekspektasi menunjukkan kenaikan inflasi tahunan ke 2,8% dari 2,7% sebelumnya. Meski data inflasi inti diperkirakan naik menjadi 3,0%, potensi percepatan inflasi ini tetap diimbangi dengan kekhawatiran pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan September. Sementara itu, Yen Jepang masih terbebani oleh ekspektasi bahwa BoJ tidak akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini, sehingga sentimen cenderung berimbang antara faktor fundamental AS dan Jepang. Namun, penurunan USDJPY dapat berlanjut apabila rilis CPI AS menunjukkan pelemahan yang signifikan, memperkuat proyeksi pemangkasan suku bunga The Fed. Selain itu, fokus pasar akan tertuju pada data PDB Jepang kuartal II yang dirilis Jumat, yang dapat memberikan katalis tambahan bagi Yen. Jika pertumbuhan ekonomi Jepang lebih baik dari perkiraan, maka kombinasi ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed dan data domestik Jepang yang positif dapat memperdalam koreksi USDJPY. Dengan demikian, prospek jangka pendek cenderung bearish, kecuali data inflasi AS jauh lebih tinggi dari ekspektasi. Support terdekat ada di 147.80, dan resistance di 148.50.

USDCHF - Pasangan USDCHF dibuka di 0.8069 dan melemah -0.17%. USDCHF melemah akibat kombinasi data inflasi AS yang mixed dan ekspektasi penurunan suku bunga Fed di September. CPI inti yang naik ke 3,1% memang sedikit meredam outlook dovish, namun pasar lebih fokus pada stabilnya inflasi utama di 2,7% yang berada di bawah perkiraan. Sentimen negatif terhadap USD semakin diperburuk oleh pernyataan Presiden Trump yang mengancam langkah hukum terhadap Ketua Fed Jerome Powell, menambah ketidakpastian politik di pasar. Selain itu, pembatalan rencana tarif 39% terhadap emas Swiss ke AS memberikan sedikit dukungan terhadap Franc. Meskipun tekanan jual terhadap USDCHF meningkat, potensi pelemahan lebih lanjut masih terbatas oleh risiko perdagangan dan situasi tarif ekspor Swiss ke AS yang belum sepenuhnya pasti. Dengan probabilitas penurunan suku bunga Fed pada September yang kini mencapai 94%, prospek jangka pendek USDCHF tetap bearish. Namun, trader cenderung menunggu kepastian dari data ekonomi berikutnya dan pernyataan pejabat Fed untuk menentukan arah yang lebih jelas. Jika sentimen risk-off kembali menguat, Franc sebagai aset safe haven berpotensi menguat lebih jauh terhadap Dolar AS. Support terdekat berada di 0.8040, dan resistance berada di 0.8095.

USDCAD - Dolar Kanada dibuka di 1.3781, terkoreksi -0.12%. USDCAD mulai melemah setelah sebelumnya berada di jalur kenaikan empat hari, dipicu oleh kombinasi data inflasi AS yang di bawah perkiraan dan harga minyak mentah yang masih berada di dekat level terendah dua bulan. Data CPI AS yang hanya berada di 2,7% YoY di bawah ekspektasi 2,8% memicu peningkatan keyakinan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada September, dengan probabilitas naik hingga 94% menurut CME FedWatch. Sentimen dovish ini membatasi ruang penguatan Dolar AS, meskipun CAD sendiri masih tertekan akibat lemahnya harga minyak dan data ketenagakerjaan Kanada. Ke depan, jika harga minyak mengalami rebound signifikan, CAD berpotensi mendapatkan dukungan tambahan dan mendorong USDCAD bergerak turun. Namun, risiko geopolitik, seperti rencana pertemuan AS–Rusia terkait Ukraina, dapat memengaruhi harga minyak dan CAD. Dengan pasar kini memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga Fed tidak hanya di September, tetapi juga di Oktober dan Desember, maka tekanan bearish pada USDCAD bisa semakin kuat, terutama jika data ekonomi Kanada mendukung penguatan Loonie. Support terdekat berada di 1.3750, dan resistance di 1.3810.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:00am

USD

Federal Budget Balance

-291.1B

-206.7B

27.0B

3:30am

USD

API Weekly Statistical Bulletin

-

-

-

6:50am

JPY

PPI y/y

2.6%

2.5%

2.9%

8:30am

AUD

Wage Price Index q/q

0.8%

0.8%

0.9%

1:00pm

EUR

German Final CPI m/m

-

0.3%

0.3%

1:00pm

EUR

German WPI m/m

-

0.2%

0.2%

1:00pm

JPY

Prelim Machine Tool Orders y/y

-

-

-0.5%

Tentative

CNY

New Loans

-

305B

2240B

Tentative

CNY

M2 Money Supply y/y

-

8.3%

8.3%

Tentative

EUR

German 10-y Bond Auction

-

-

2.62|1.5

7:00pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

9:30pm

USD

Crude Oil Inventories

-

-0.9M

-3.0M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788