Senin, 08 Desember 2025 – Euro dibuka di 1.1644 dan menguat 0.09%. EUR/USD melanjutkan penguatan seiring semakin meningkatnya keyakinan pasar bahwa tekanan inflasi di kawasan Euro sudah kembali stabil dekat target 2 persen. Pernyataan Olli Rehn yang menegaskan bahwa inflasi telah mencapai titik yang lebih terkendali memberi sinyal bahwa tekanan pengetatan tambahan dari Bank Sentral Eropa tidak lagi mendesak. Hal ini memperkuat persepsi bahwa ekonomi kawasan memasuki fase pemulihan yang lebih seimbang, di mana daya beli masyarakat mulai pulih dan risiko pelemahan jangka pendek menjadi lebih terbatas. Selain itu, dinamika politik dan dorongan untuk memajukan pendanaan Ukraina melalui aset Rusia yang dibekukan menjadi faktor tambahan yang menegaskan komitmen kebijakan fiskal kawasan, sehingga menjaga stabilitas sentimen terhadap Euro.
Senin, 08 Desember 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau mengalami koreksi bearish dibebani oleh sentimen dari ekspektasi akan segera dimulainya fase kedua gencatan senjata Gaza, dan sinyal esklasi konflik dagang antara China dan Uni Eropa.
Senin, 08 Desember 2025 – Harga emas naik pada level $4.211 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, didukung oleh meningkatnya antisipasi pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed pekan ini. Pelaku pasar cenderung mengabaikan sebagian besar rilis data ekonomi dan fokus pada peluang besar pemangkasan suku bunga, meski tetap menyadari potensi risiko kekecewaan apabila The Fed memberikan sinyal yang kurang dovish. Ketidakpastian juga meningkat setelah muncul spekulasi politik terkait kemungkinan Presiden AS Donald Trump menunjuk Kevin Hassett sebagai Ketua The Fed pada awal 2026 yang memunculkan kegelisahan pasar atas independensi bank sentral.
Jumat, 05 Desember 2025 - USD/CHF kembali menguat pada perdagangan pagi ini dan bertahan di atas level psikologis 0,8000, seiring data inflasi Swiss yang lebih lembut dari ekspektasi pasar. Kondisi tersebut membuat prospek pengetatan kebijakan moneter oleh Swiss National Bank (SNB) semakin redup, sehingga franc Swiss kehilangan daya tariknya sebagai safe-haven. Karena itu, dolar AS mendapat sedikit ruang untuk menguat terhadap CHF terutama dengan ekspektasi bahwa The Fed bisa menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, memicu aliran modal kembali ke USD.
Jumat, 05 Desember 2025 – Harga emas naik pada level $4.209 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, ditopang pelemahan dolar AS yang jatuh ke level terendah satu bulan. Namun, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan yield Treasury tenor 10 tahun membatasi ruang penguatan emas. Di tengah pergerakan yang cenderung terbatas ini, investor memfokuskan perhatian pada rilis inflasi PCE bulan September yang akan dirilis malam ini. Data ini dipandang sebagai penentu arah kebijakan menjelang pertemuan FOMC 9–10 Desember, terutama setelah muncul ekspektasi kuat bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Jumat, 5 Desember 2025 – Meskipun harga minyak sawit berjangka sempat melemah ke level sekitar RM 4.106 per ton pada 4 Desember 2025, namun berbagai analisa memperkirakan bahwa tekanan pelemahan tersebut bersifat jangka pendek. Pasar sawit kemungkinan bangkit kembali menjelang 2026, utamanya jika permintaan biodiesel dan ekspor global tetap kuat.
Jumat, 05 Desember 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish menyusul berita pemangkasan harga jual minyak Aramco ke level terendah dalam lima tahun, dan rencana perluasan larangan perjalanan AS. Meski demikian, tingkat produksi OPEC yang lebih rendah dari kesepakatan, dan sinyal eskalasi konflik di Lebanon membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Kamis, 04 Desember 2025 – Pasangan mata uang Aussie naik ke level 0.6598 memperpanjang reli penguatan selama dua pekan terakhir dan kini bergerak menuju area tertinggi sejak akhir Oktober, didorong oleh kombinasi sentimen domestik Australia dan pelemahan tajam dolar AS. Rilis neraca perdagangan Australia yang menunjukkan surplus melebar menjadi A$4,38 miliar menjaga momentum bullish, memperlihatkan bahwa sektor eksternal tetap menjadi penopang utama ekonomi. Walaupun respons awal pasar cenderung terbatas, data ini memperkuat pandangan bahwa permintaan eksternal Australia masih solid, terutama terhadap komoditas unggulan. Sentimen risk-on di pasar Asia juga mendorong Aussie, seiring berlanjutnya penguatan ekuitas global.