Home
>
News
>
Publication
>
Divergensi Kebijakan RBA, The Fed Jadi Motor Utama Reli AUD/USD
Divergensi Kebijakan RBA, The Fed Jadi Motor Utama Reli AUD/USD
Thursday, 04 December 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1658

0.14%

GBPUSD

1.3334

0.13%

AUDUSD

0.6598

0.18%

NZDUSD

0.5766

0.17%

USDJPY

155.41

-0.25%

USDCHF

0.8004

-0.19%

USDCAD

1.3962

-0.16%

GOLDUD

4217.08

-0.35%

USD/IDR

16,627

0.00%

Fokus AUDUSD:

  1. Divergensi Kebijakan Moneter RBA vs The Fed
  2. Dukungan Fundamental Australia dan Sentimen Risiko Global

Kamis, 04 Desember 2025 – Pasangan mata uang Aussie naik ke level 0.6598 memperpanjang reli penguatan selama dua pekan terakhir dan kini bergerak menuju area tertinggi sejak akhir Oktober, didorong oleh kombinasi sentimen domestik Australia dan pelemahan tajam dolar AS. Rilis neraca perdagangan Australia yang menunjukkan surplus melebar menjadi A$4,38 miliar menjaga momentum bullish, memperlihatkan bahwa sektor eksternal tetap menjadi penopang utama ekonomi. Walaupun respons awal pasar cenderung terbatas, data ini memperkuat pandangan bahwa permintaan eksternal Australia masih solid, terutama terhadap komoditas unggulan. Sentimen risk-on di pasar Asia juga mendorong Aussie, seiring berlanjutnya penguatan ekuitas global.

Ekspektasi kebijakan moneter menjadi pendorong utama penguatan AUD/USD. Gubernur RBA Michele Bullock menegaskan bahwa inflasi belum kembali secara berkelanjutan ke target 2–3 persen, sekaligus menyiratkan bahwa jalur pengetatan masih terbuka apabila tekanan harga bertahan lebih lama. Para pelaku pasar kini menurunkan probabilitas pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat dan justru mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada tahun depan. Divergensi ini sangat kontras dengan The Fed, yang tengah berada di jalur dovish menyusul serangkaian data AS yang melemah, mulai dari ADP Employment yang turun 32.000, pelemahan PMI jasa ISM dan S&P Global, hingga spekulasi pergantian kepemimpinan The Fed ke figur yang lebih akomodatif. Kombinasi faktor tersebut menekan imbal hasil obligasi AS dan membawa dolar mendekati posisi terlemahnya dalam lebih dari satu bulan.

Dengan pasar kini memperkirakan probabilitas hampir 90 persen bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan minggu depan, dorongan bagi AUD/USD menjadi semakin kuat. Ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, melemahnya fundamental pertumbuhan AS, dan berkurangnya daya tarik safe-haven dolar menciptakan kondisi yang sangat mendukung bagi mata uang berisiko seperti Aussie. Dalam waktu dekat, perhatian pasar akan tertuju pada data inflasi PCE AS serta perkembangan lanjutan dari prospek kebijakan suku bunga RBA. Jika data inflasi AS kembali mengecewakan, AUD/USD berpeluang mempertahankan tren penguatan dan menembus konsisten di atas area 0.6600 sebagai konfirmasi lanjutan dari bias bullish jangka pendeknya. Support terdekat berada di 0.6560, sementara resistance berada di 0.6620.

EUR/USD – Pasangan mata uang ini kembali menguat ke 1.1658 didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan 9–10 Desember, setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan pelemahan signifikan. Laporan ADP yang mencatat penurunan 32.000 tenaga kerja memicu aksi jual besar pada dolar, karena pasar menilai tekanan pada ekonomi semakin nyata. Di saat yang sama, data PMI jasa AS memberikan sinyal campuran, yakni headline meningkat, tetapi komponen pesanan baru dan tenaga kerja melambat yang memperkuat persepsi bahwa momentum ekonomi AS mulai kehilangan tenaga menjelang keputusan FOMC. Dari sisi Euro, sentimen didorong oleh rilis PMI jasa Eurozone yang direvisi naik serta komentar Presiden ECB Christine Lagarde yang menilai inflasi kini berada di jalur mendekati target 2%. Kenaikan PMI Jerman dan Prancis memperkuat pandangan bahwa aktivitas ekonomi di wilayah tersebut mulai stabil kembali, memberikan alasan tambahan bagi investor untuk meningkatkan eksposur terhadap Euro. Kombinasi pelemahan dolar dan penguatan data kawasan Euro membuat EUR/USD mempertahankan bias bullish jangka pendek. Support terdekat berada di 1.1620, sementara resistance berada di 1.1690.

GBP/USD – Pasangan mata uang ini terus melaju ke 1.3334 seiring semakin kuatnya ekspektasi bahwa The Fed akan mengambil jalur dovish. Spekulasi bahwa Kevin Hassett yang dikenal dekat dengan preferensi kebijakan Trump dimana dapat menggantikan Jerome Powell memperparah tekanan pada dolar karena pasar menilai arah kebijakan akan lebih akomodatif ke depan. Penurunan tajam data ketenagakerjaan ADP mempertegas pelemahan ekonomi AS dan memperluas ruang bagi Bank Sentral AS untuk menurunkan suku bunga lebih cepat. Di Inggris, Pound mendapatkan dukungan dari revisi naik PMI jasa yang meredakan kekhawatiran perlambatan sektor tersebut. Outlook ekonomi yang lebih positif dari OECD serta ekspektasi bahwa BoE akan menurunkan suku bunga dengan ritme yang lebih lambat dibandingkan The Fed menciptakan divergensi kebijakan yang menguntungkan Sterling. Sentimen pasar juga membaik setelah adanya kesepakatan perdagangan terkait sektor farmasi antara AS dan Inggris, sehingga GBP/USD mempertahankan tren bullish terhadap dolar. Support terdekat berada di 1.3290, sementara resistance berada di 1.3375.

NZD/USD – Pasangan mata uang masih bertahan di wilayah positif di 0.5766 berkat dorongan dari data PMI jasa Tiongkok yang lebih baik dari ekspektasi, memberikan sentimen positif bagi mata uang sensitif terhadap pertumbuhan Asia. Respons pasar terhadap keputusan RBNZ yang menurunkan suku bunga namun memberi sinyal bahwa siklus pemangkasan kemungkinan telah mencapai titik akhir membuat NZD tetap relatif kuat. Kondisi ini kontras dengan outlook moneter AS yang cenderung semakin longgar, sehingga mendukung kenaikan pair. Sementara itu, dolar AS ditekan oleh melemahnya data tenaga kerja dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada pekan depan. Penurunan PMI jasa AS pada versi S&P Global menunjukkan moderasi aktivitas ekonomi, sementara pasar semakin mengantisipasi sejumlah pemangkasan suku bunga tambahan di tahun 2026. Dengan fokus investor kini bergeser pada laporan inflasi PCE, NZD/USD berpotensi mempertahankan momentum bullish selama data AS tetap berada di bawah ekspektasi. Support terdekat berada di 0.5725, sementara resistance berada di 0.5795.

USD/JPY – Pasangan mata uang Yen melemah ke 155.41 seiring tekanan signifikan terhadap dolar AS setelah laporan ADP menunjukkan kontraksi tenaga kerja terbesar sejak 2023. Ekspektasi pasar bahwa The Fed hampir pasti menurunkan suku bunga pada pertemuan berikutnya membuat imbal hasil US Treasury turun, sehingga menambah tekanan pada pair ini. Sentimen pasar kini menilai ekonomi AS sedang memasuki fase perlambatan yang lebih jelas, memicu permintaan baru terhadap Yen sebagai aset aman. Di Jepang, komentar dari Gubernur BoJ Kazuo Ueda yang membuka peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat memberi dukungan tambahan bagi penguatan Yen. Pasar kini mulai menilai kemungkinan BoJ menaikkan suku bunga pada Desember atau Januari, yang membuat divergensi kebijakan moneter dengan The Fed semakin menyempit. Dengan kombinasi pelemahan USD dan kemungkinan normalisasi kebijakan BoJ, USD/JPY berpotensi melanjutkan tren pelemahannya. Support terdekat berada di 154.80, sementara resistance berada di 156.20.

USD/CHF – Pasangan mata uang Swiss Franc berada dalam tren koreksi turun ke 0.8004 setelah tekanan jual terhadap dolar meningkat akibat data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan. Ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang semakin menguat membuat pasar obligasi mengalami penurunan yield yang signifikan, menurunkan daya tarik USD sebagai aset bersuku bunga lebih tinggi. Di sisi lain, kondisi risk-off ringan akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi AS memberi dorongan ke Franc Swiss yang dikenal sebagai aset safe-haven. Swiss Franc mendapatkan sentimen tambahan dari stabilitas ekonomi domestik dan inflasi yang tetap terkendali, sehingga SNB tidak terburu-buru mengikuti penurunan suku bunga global. Kombinasi faktor domestik Swiss yang relatif stabil dan tekanan kuat pada dolar membuat USD/CHF bergerak melemah. Jika data AS terus menunjukkan pelemahan, USD/CHF kemungkinan tetap defensif dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 0.7970, sementara resistance berada di 0.8040.

USD/CAD – Pasangan mata uang juga bergerak melemah ke 1.3962 seiring jatuhnya dolar AS akibat data tenaga kerja yang menurun dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Investor semakin meyakini bahwa fase pengetatan moneter AS telah berakhir, sementara data PMI dan tenaga kerja yang mengecewakan memperburuk outlook pertumbuhan. Kondisi ini menekan USD dan memperkuat aset berisiko termasuk mata uang komoditas seperti CAD. Di sisi Kanada, meski ekonomi menghadapi tekanan dari perlambatan global, CAD mendapat dukungan dari harga minyak yang stabil di level lebih tinggi setelah OPEC+ mempertahankan komitmen pemangkasan produksi. Kebijakan BoC yang masih berhati-hati dalam memangkas suku bunga membuat CAD memiliki daya tahan lebih baik dibanding USD. Akibatnya, USD/CAD tetap dalam bias bearish, terutama jika momentum pelemahan ekonomi AS berlanjut. Support terdekat berada di 1.3920, sementara resistance berada di 1.3995.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

GBP

MPC Member Mann Speaks

-

-

-

2:30am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

7:30am

AUD

Goods Trade Balance

4.39B

4.44B

3.71B

7:30am

AUD

Household Spending m/m

1.3%

0.6%

0.3%

10:35am

JPY

30-y Bond Auction

-

-

3.17|3.1

3:00pm

CHF

Unemployment Rate

-

3.0%

3.0%

3:30pm

CHF

Manufacturing PMI

-

48.9

48.2

4:30pm

GBP

Construction PMI

-

44.5

44.1

5:00pm

EUR

Retail Sales m/m

-

0.0%

-0.1%

Tentative

EUR

French 10-y Bond Auction

-

-

3.43|2.1

7:30pm

USD

Challenger Job Cuts y/y

-

-

175.3%

7:45pm

GBP

MPC Member Mann Speaks

-

-

-

8:30pm

USD

Unemployment Claims

-

219K

216K

10:00pm

CAD

Ivey PMI

-

53.6

52.4

10:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

-18B

-11B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788