Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Terkoreksi Bearish Menyusul Penurunan OSP Aramco
Minyak Terkoreksi Bearish Menyusul Penurunan OSP Aramco
Friday, 05 December 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1644

0.09%

GBPUSD

1.3334

0.13%

AUDUSD

0.6608

0.14%

NZDUSD

0.5758

0.19%

USDJPY

155.05

-0.09%

USDCHF

0.8031

-0.06%

USDCAD

1.3957

-0.08%

GOLDUD

4,209.41

0.03%

COFU

59.70

-0.22%

USD/IDR

16,641

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Aramco pangkas harga jual minyak untuk penyerahan bulan Januari tujuan Asia ke level terendah dalam lima tahun.
  • Trump berencana perluas larangan perjalanan ke lebih dari 30 negara, ujar Menteri Keamanan Dalam Negeri AS.

************************************************************

Jumat, 05 Desember 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish menyusul berita pemangkasan harga jual minyak Aramco ke level terendah dalam lima tahun, dan rencana perluasan larangan perjalanan AS. Meski demikian, tingkat produksi OPEC yang lebih rendah dari kesepakatan, dan sinyal eskalasi konflik di Lebanon membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Produsen minyak negara Saudi Aramco akan menurunkan harga jual resmi (OSP) minyak mentah Arab Light untuk penyerahan bulan Januari tujuan Asia menjadi 60 sen per barel di atas rata-rata Oman/Dubai, ungkap sumber dokumen harga yang dirilis hari Kamis. OSP Aramco tersebut menandai penurunan bulanan kedua dan sekaligus merupakan level terendah sejak Januari 2021. Berita itu mengindikasikan kekhawatiran akibat sinyal meningkatnya surplus pasokan yang terus berlanjut di pasar minyak.

Turut membebani harga, Presiden Donald Trump berencana memperluas jumlah negara yang tercakup dalam larangan perjalanannya menjadi lebih dari 30, ujar Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem pada hari Kamis. Perluasan larangan perjalanan tersebut berpotensi mengurangi aktivitas perjalanan udara dan juga memicu eskalasi konflik baru antara AS dengan negara-negara yang akan ditambahkan ke dalam daftar larangan.

Sementara itu, produksi minyak OPEC mencapai 28,40 juta bph pada bulan Oktober, turun 30.000 bph dari bulan Oktober, ungkap hasil survei yang dirilis hari Kamis. Peningkatan produksi tersebut lebih rendah dari tingkat yang disepakati, yaitu sebesar 137.000 bph. Nigeria dan Irak mencatat penurunan terbesar, ungkap survei tersebut.

Dukungan lainnya datang dari serangan udara yang dilancarkan oleh militer Israel ke setidaknya tiga kota di Lebanon selatan pada hari Kamis. Serangan tersebut menandai eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah dan meredupkan harapan kesepakatan damai dalam waktu dekat karena terjadi kurang dari 24 jam pasca delegasi dari Israel dan Lebanon bertemu di kota perbatasan Lebanon, Naqoura, untuk perundingan langsung pertama mereka dalam beberapa dekade.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $62 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $57 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:00

USA - Michigan Consumer Sentiment

 

52

51.0

22:00

USA - Personal Income MoM

 

0.4%

0.4%

22:00

USA - Personal Spending MoM

 

0.4%

0.6%

22:00

USA - PCE Price Index MoM

 

2.8%

2.7%

22:00

USA - Factory Orders MoM

 

 

0.2%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788