Home
>
News
>
Publication
>
Euro Memimpin Penguatan Mata Uang Utama Seiring Melemahnya Prospek Ekonomi AS
Euro Memimpin Penguatan Mata Uang Utama Seiring Melemahnya Prospek Ekonomi AS
Monday, 08 December 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1644

0.09%

GBPUSD

1.3313

0.20%

AUDUSD

0.6631

0.21%

NZDUSD

0.5771

0.35%

USDJPY

155.18

-0.18%

USDCHF

0.8041

-0.14%

USDCAD

1.3842

-0.18%

GOLDUD

4211.86

-0.34%

USD/IDR

16,641

-0.04%

Fokus EUR/USD:

  1. Kombinasi sentimen dovish The Fed dan stabilitas ekonomi Eropa dorong kenaikan Euro
  2. Dolar kehilangan momentum setelah data ekonomi AS menunjukkan perlambatan

Senin, 08 Desember 2025 – Euro dibuka di 1.1644 dan menguat 0.09%. EUR/USD melanjutkan penguatan seiring semakin meningkatnya keyakinan pasar bahwa tekanan inflasi di kawasan Euro sudah kembali stabil dekat target 2 persen. Pernyataan Olli Rehn yang menegaskan bahwa inflasi telah mencapai titik yang lebih terkendali memberi sinyal bahwa tekanan pengetatan tambahan dari Bank Sentral Eropa tidak lagi mendesak. Hal ini memperkuat persepsi bahwa ekonomi kawasan memasuki fase pemulihan yang lebih seimbang, di mana daya beli masyarakat mulai pulih dan risiko pelemahan jangka pendek menjadi lebih terbatas. Selain itu, dinamika politik dan dorongan untuk memajukan pendanaan Ukraina melalui aset Rusia yang dibekukan menjadi faktor tambahan yang menegaskan komitmen kebijakan fiskal kawasan, sehingga menjaga stabilitas sentimen terhadap Euro.

Dari Amerika Serikat, Dolar AS kehilangan sebagian kekuatannya setelah data fundamental menunjukkan kombinasi pelemahan bertahap dalam aktivitas ekonomi. Konsumen memang menunjukkan sedikit peningkatan dalam sentimen, tetapi kekhawatiran inflasi yang berkurang dan tanda perlambatan belanja rumah tangga membuat pasar semakin yakin bahwa The Fed berada di jalur pelonggaran kebijakan. Sikap ini diperkuat oleh ekspektasi pemotongan suku bunga yang sudah mengemuka menjelang pertemuan bank sentral pekan ini. Dengan tekanan inflasi yang tidak lagi sekencang beberapa bulan lalu dan gambaran pasar tenaga kerja yang lebih moderat, konsensus pasar kini bergerak ke arah bahwa Dolar tidak memiliki katalis kuat untuk kembali menguat dalam jangka pendek.

Kombinasi faktor dari kedua kawasan tersebut memberikan ruang bagi Euro untuk mempertahankan momentum apresiasi. Stabilitas inflasi Eropa dan keyakinan bahwa ECB akan menahan kebijakan saat ini menciptakan persepsi bahwa penyelarasan kebijakan moneter antara Eropa dan AS mulai berubah. Sementara itu, prospek pelonggaran kebijakan The Fed menurunkan daya tarik Dolar sebagai aset yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Dengan latar belakang ini, pasar menilai peluang penguatan lanjutan pada EUR/USD cukup terbuka dalam beberapa sesi mendatang, terutama jika rilis data dan komunikasi bank sentral kembali menegaskan arah kebijakan yang lebih longgar di Amerika Serikat.

Secara teknikal kinerja mata uang EUR/USD menguat. Support terdekat berada di 1.1620, sementara resistance berada di 1.1670. Support selanjutnya berada pada level 1.1580 dan dilanjutkan ke level 1.1540. Sedangkan resistance lanjutan di area 1.1695 hingga 1.1725.

GBPUSD - Poundsterling dibuka di 1.3313 dan naik 0.20%. GBP/USD naik lebih kuat karena dukungan fundamental Inggris yang relatif stabil. Sentimen terhadap Pound meningkat setelah pemerintah merampungkan kebijakan fiskal dan proyeksi anggaran, yang mengurangi ketidakpastian pasar. Pada saat yang sama, data aktivitas bisnis Inggris menunjukkan perbaikan, memberikan kesan bahwa perlambatan ekonomi tidak sedalam perkiraan sebelumnya. Dengan dolar AS melemah akibat ekspektasi penurunan suku bunga Fed, Pound mendapatkan pijakan tambahan untuk memperpanjang tren penguatan. Secara keseluruhan, pasar melihat Inggris berada dalam fase stabilisasi yang lebih cepat dibandingkan AS. Meskipun Bank of England diperkirakan masih akan menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, pergerakan ini dianggap lebih terukur dan tidak seagresif The Fed. Perbedaan ritme kebijakan inilah yang membuat GBP/USD terus bergerak naik, terutama saat pasar global cenderung mendukung aset berisiko. Support terdekat berada di 1.3285, dengan resistance di 1.3340.

AUDUSD - Dolar Australia dibuka di 0.6631 dan menguat 0.21%. AUD/USD menunjukkan penguatan konsisten seiring membesarnya ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia akan mempertahankan sikap hawkish lebih lama dari The Fed. Kondisi ekonomi Australia yang lebih solid, seperti pertumbuhan PDB yang stabil dan pasar tenaga kerja yang kuat, membuat pelaku pasar percaya bahwa tekanan inflasi masih menjadi fokus utama RBA. Situasi ini sangat kontras dengan AS, yang justru bergerak ke arah penurunan suku bunga lebih cepat karena indikator ekonomi melemah. Di sisi eksternal, sentimen risiko global yang membaik juga memberikan dorongan bagi dolar Australia sebagai mata uang komoditas. Selain itu, potensi pemulihan permintaan dari China menambah dukungan bagi AUD, mengingat hubungan perdagangan yang erat antara kedua negara. Dengan dolar AS melemah dan prospek kebijakan RBA yang lebih ketat, AUD/USD masih berada dalam lingkungan fundamental yang positif. Support terdekat berada di 0.6605, sedangkan resistance berada di 0.6655.

NZDUSD - Kiwi dibuka di 0.5771 dan menguat 0.35%. NZD/USD memperpanjang tren penguatan setelah Reserve Bank of New Zealand menegaskan sinyal bahwa siklus pelonggaran suku bunga mendekati akhir. Meskipun bank sentral memangkas suku bunga sebelumnya, nada kebijakan terbaru dianggap lebih hawkish, terutama setelah pejabat baru RBNZ menekankan fokus kuat pada stabilitas inflasi. Hal ini menciptakan persepsi bahwa penurunan suku bunga tidak akan agresif ke depan, sehingga memberikan dukungan kuat bagi Kiwi. Di Amerika Serikat, dolar melemah akibat berlanjutnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed, sehingga menciptakan divergensi kebijakan yang menguntungkan NZD. Di tengah pasar global yang mencari mata uang dengan prospek stabil, New Zealand muncul sebagai salah satu pilihan menarik karena ketahanan ekonomi domestik dan inflasi yang lebih terkendali. Faktor-faktor ini membuat NZD/USD memiliki bias penguatan yang relatif konsisten. Support terdekat berada di 0.5745, dengan resistance di 0.5795.

USDJPY - Yen Jepang dibuka di 155.18 dan menguat terhadap dolar AS sebesar 0.18%. USD/JPY melemah tajam karena tekanan dari dua sisi: pelemahan dolar AS dan meningkatnya permintaan pasar terhadap yen sebagai aset aman. Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed membuat imbal hasil obligasi AS turun, dan hal ini sangat mempengaruhi pasangan USD/JPY karena perbedaan imbal hasil menjadi motor utama pergerakan pair tersebut. Dengan pasar semakin yakin bahwa kebijakan moneter AS akan lebih longgar, posisi dolar terhadap yen semakin tertekan. Selain itu, ketegangan geopolitik Asia Timur, khususnya insiden radar antara pesawat Jepang dan Cina, mendorong arus safe haven ke yen. Jepang juga akan merilis data GDP final yang dipantau sebagai sinyal mengenai arah Bank of Japan ke depan. Jika BOJ tetap mempertahankan nada yang lebih hawkish dibandingkan negara lain, ruang melemahnya USD/JPY dapat semakin luas karena dorongan fundamental yang semakin besar ke arah penguatan yen. Support terdekat berada di 154.90, sementara resistance berada di 155.55.

USDCHF - Pasangan USDCHF dibuka di 0.8041 dan melemah -0.14%. USD/CHF bergerak melemah karena dolar AS tertekan oleh besarnya peluang pemangkasan suku bunga Fed dalam waktu dekat. Pasar kini memperkirakan bahwa The Fed tidak hanya menurunkan suku bunga sekali, tetapi berpotensi memulai siklus pelonggaran yang lebih panjang tahun depan. Kondisi ini membuat dolar kehilangan daya tarik sebagai aset berimbal hasil tinggi, sehingga mendukung penguatan Swiss Franc. Namun dari sisi Swiss sendiri, data inflasi yang lebih lemah dari ekspektasi membuat pasar memperkirakan bahwa Swiss National Bank akan mempertahankan kebijakan longgar. Walau demikian, CHF tetap mendapatkan dukungan dari sifatnya sebagai mata uang safe haven, terutama di tengah ketidakpastian global. Kombinasi melemahnya dolar dan permintaan aset aman menjaga tekanan pada USD/CHF tetap tinggi.  Support terdekat berada di 0.8020, sedangkan resistance berada di 0.8065.

USDCAD - Dolar Kanada dibuka di 1.3842 dan turun -0.18%. USD/CAD melemah karena faktor utama dari domestik Kanada yang menunjukkan pemulihan signifikan. Data tenaga kerja yang jauh lebih kuat dari ekspektasi menambah optimisme terhadap perekonomian Kanada, bahkan ketika tekanan eksternal masih membayangi. Penurunan tingkat pengangguran memperkuat keyakinan bahwa Bank of Canada akan mempertahankan suku bunga stabil dalam jangka menengah, sehingga CAD mendapat dukungan alami dari sisi fundamental. Di sisi lain, dolar AS terus melemah karena fokus pasar beralih pada prospek pemangkasan suku bunga Fed dalam waktu dekat. Kombinasi membaiknya data Kanada dan melemahnya dolar AS menciptakan peluang penguatan lebih lanjut bagi CAD. Dengan momentum yang semakin kuat, USD/CAD berada dalam tren bearish struktural dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 1.3815, dan resistance berada di 1.3870.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:30am

JPY

Average Cash Earnings y/y

2.6%

2.2%

2.1%

6:50am

JPY

Bank Lending y/y

4.2%

4.0%

4.1%

6:50am

JPY

Current Account

2.48T

3.09T

4.35T

6:50am

JPY

Final GDP Price Index y/y

3.4%

2.8%

2.8%

6:50am

JPY

Final GDP q/q

-0.6%

-0.5%

-0.4%

Tentative

CNY

Trade Balance

-

670B

640B

Tentative

CNY

USD-Denominated Trade Balance

-

105.0B

90.1B

12:00pm

JPY

Economy Watchers Sentiment

-

49.5

49.1

2:00pm

EUR

German Industrial Production m/m

-

0.2%

1.3%

All Day

EUR

Italian Bank Holiday

-

-

-

3:00pm

CHF

SECO Consumer Climate

-

-34

-37

Tentative

CNY

M2 Money Supply y/y

-

8.2%

8.2%

Tentative

CNY

New Loans

-

440B

220B

4:30pm

EUR

Sentix Investor Confidence

 

-6.2

-7.4

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788