Home
>
News
>
Publication
>
Inflasi Zona Euro Naik, Namun EUR/USD Tetap Tertekan oleh Geopolitik dan The Fed
Inflasi Zona Euro Naik, Namun EUR/USD Tetap Tertekan oleh Geopolitik dan The Fed
Wednesday, 04 March 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1620

-0.40%

GBPUSD

1.3363

-0.45%

AUDUSD

0.7045

-0.84%

NZDUSD

0.5896

-0.59%

USDJPY

157.48

0.24%

USDCHF

0.7805

0.36%

USDCAD

1.3668

0.23%

GOLDUD

5106.33

1.42%

USD/IDR

16,865

0.00%

Fokus EUR/USD:

  1. Peningkatan eskalasi ketegangan Timur Tengah
  2. Ekspektasi pelonggaran The Fed

Rabu, 4 Maret 2026 – Euro dibuka di 1.1620 dan melemah -0.40%. EUR/USD mengalami tekanan tajam dan sempat menyentuh area terendah tiga bulan di kisaran 1.1530–1.1585 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS, Iran, dan Israel. Sentimen risk-off mendorong lonjakan permintaan safe haven terhadap Dolar AS, dengan US Dollar Index (DXY) menembus level tertinggi lebih dari satu bulan. Eskalasi konflik, termasuk ancaman gangguan di Selat Hormuz, memperbesar kekhawatiran inflasi global akibat potensi lonjakan harga energi, sekaligus membebani prospek pertumbuhan Eropa yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas.

Selain faktor geopolitik, penguatan Dolar AS juga ditopang oleh berkurangnya ekspektasi pelonggaran agresif The Fed. Probabilitas suku bunga tetap pada pertemuan Juni meningkat setelah data ISM Manufacturing menunjukkan lonjakan signifikan pada komponen harga dibayar, mengindikasikan tekanan inflasi di tingkat produsen. Sejumlah pejabat The Fed menyampaikan nada hati-hati hingga hawkish, menegaskan inflasi masih di atas target dan kebijakan moneter tetap perlu waspada, sehingga menopang bias bullish USD.

Di sisi lain, inflasi awal Zona Euro Februari tercatat lebih tinggi dari perkiraan, dengan HICP tahunan naik menjadi 1,9% dan inflasi inti mencapai 2,4%. Meski demikian, data tersebut gagal memberikan dukungan berkelanjutan bagi Euro karena pasar lebih fokus pada risiko geopolitik dan dampak kenaikan harga energi. Pejabat ECB juga memperingatkan potensi lonjakan inflasi jika konflik berlanjut, namun untuk saat ini dinamika eksternal dan kekuatan Dolar AS masih menjadi faktor dominan yang menekan EUR/USD dalam jangka pendek.

Tekanan jual terlihat cukup signifikan dan membawa harga mendekati area support terdekat di 1.1585, sementara resistance berada di 1.1665.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3363 dan turun -0.45%. GBP/USD bergerak melemah signifikan di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu arus risk-off global dan memperkuat Dolar AS secara luas. Permintaan terhadap Greenback meningkat tajam seiring investor mencari aset safe haven, terutama setelah meningkatnya ancaman gangguan pasokan energi global yang mendorong lonjakan harga minyak. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa tekanan inflasi global dapat bertahan lebih lama, sehingga menopang sikap hati-hati Federal Reserve dan menjaga daya tarik USD. Dari sisi domestik Inggris, meskipun ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank of England sempat menurun, dukungan tersebut belum cukup kuat untuk mengangkat Sterling secara berkelanjutan. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris yang lebih rendah dari perkiraan serta meningkatnya ketidakpastian politik turut membebani sentimen. Dengan kombinasi faktor eksternal yang dominan dan fundamental domestik yang belum sepenuhnya solid, GBP/USD masih berisiko melanjutkan pelemahan selama ketidakpastian geopolitik dan kekuatan Dolar AS tetap bertahan. Pelemahan relatif dalam menunjukkan dominasi dolar AS, dengan support terdekat di 1.3320 dan resistance di 1.3410.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.7045 dan terkoreksi -0.84%. AUD/USD berada dalam tekanan konsisten seiring menguatnya Dolar AS dan meningkatnya aversi risiko global. Mata uang Australia yang tergolong high-beta cenderung sensitif terhadap perubahan sentimen pasar, sehingga ketika ketegangan geopolitik meningkat dan harga energi melonjak, investor lebih memilih aset defensif. Penguatan USD juga diperkuat oleh berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif oleh Federal Reserve, menyusul data inflasi dan aktivitas manufaktur AS yang masih solid. Di sisi domestik, meskipun data PDB Australia menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dari perkiraan, perlambatan pada sektor jasa serta ketergantungan ekonomi terhadap permintaan eksternal membatasi optimisme. Sikap Reserve Bank of Australia yang tetap waspada terhadap inflasi memang memberi dukungan fundamental, namun belum mampu mengimbangi tekanan eksternal. Dengan latar belakang ini, AUD/USD cenderung tetap rentan selama sentimen global belum membaik dan USD mempertahankan momentum penguatannya. Tekanan jual cukup tajam dibanding mayor lainnya, dengan support terdekat di 0.7005 dan resistance di 0.7090.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5896 dan melemah -0.59%. NZD/USD juga mengalami pelemahan sejalan dengan meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS sebagai safe haven. Eskalasi konflik di Timur Tengah serta ancaman gangguan distribusi energi global mendorong investor mengurangi eksposur terhadap mata uang komoditas seperti Dolar Selandia Baru. Selain itu, data ekonomi China yang menunjukkan hasil beragam menambah tekanan, mengingat Selandia Baru sangat bergantung pada perdagangan dengan China sebagai mitra dagang utama. Dari sisi kebijakan moneter, Reserve Bank of New Zealand cenderung mempertahankan pendekatan yang lebih akomodatif dibandingkan Federal Reserve. Perbedaan arah kebijakan ini memperlebar daya tarik imbal hasil USD dibandingkan NZD. Selama pasar terus mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga AS dan ketidakpastian global tetap tinggi, NZD/USD kemungkinan masih bergerak dalam tekanan dengan bias pelemahan jangka pendek. Pergerakan masih berada dalam tekanan moderat, dengan support di 0.5860 dan resistance terdekat di 0.5940.

USDJPY – USDJPY dibuka di 157.48 dan menguat 0.24%. USD/JPY menunjukkan penguatan yang cukup solid didorong oleh kombinasi kekuatan Dolar AS dan tekanan terhadap Yen Jepang. Lonjakan harga minyak akibat potensi gangguan pasokan melalui Selat Hormuz menjadi beban besar bagi Jepang yang sangat bergantung pada impor energi. Kenaikan biaya energi meningkatkan risiko inflasi impor sekaligus menekan daya beli domestik, sehingga memperlemah prospek ekonomi dan membatasi daya tarik Yen. Sementara itu, Bank of Japan menghadapi dilema kebijakan di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian global. Laporan bahwa kenaikan suku bunga lanjutan mungkin ditunda membuat Yen kehilangan dukungan tambahan, terutama ketika Federal Reserve tetap mempertahankan kebijakan yang relatif ketat. Selama diferensial suku bunga dan arus safe haven lebih menguntungkan USD, USD/JPY berpotensi mempertahankan kecenderungan menguat. Penguatan dolar terhadap yen masih bertahan, dengan support terdekat di 156.90 dan resistance di 158.10.

USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7805 dan naik 0.36%. USD/CHF menguat tajam seiring meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven utama di tengah konflik geopolitik yang meluas. Meskipun Franc Swiss juga dikenal sebagai mata uang lindung nilai, arus dana global dalam situasi krisis saat ini lebih terkonsentrasi pada USD karena likuiditas dan statusnya sebagai mata uang cadangan dunia. Data manufaktur AS yang tetap ekspansif serta tekanan harga produsen yang meningkat semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan. Di sisi Swiss, data penjualan ritel dan aktivitas manufaktur menunjukkan pelemahan, sementara inflasi tetap berada di level rendah. Hal ini membuka ruang bagi Swiss National Bank untuk mempertahankan kebijakan yang relatif akomodatif. Kombinasi kekuatan fundamental USD dan lemahnya momentum domestik Swiss membuat USD/CHF berpotensi mempertahankan bias penguatan dalam jangka pendek, terutama selama ketidakpastian global belum mereda. Momentum bullish masih terjaga pada pasangan ini, dengan support di 0.7765 dan resistance terdekat di 0.7845.

USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3668 dan menguat 0.23%. USD/CAD cenderung menguat meskipun pergerakannya relatif terbatas dibandingkan pasangan lain. Dolar AS tetap mendapatkan dukungan dari sentimen risk-off global dan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Faktor ini menjaga permintaan terhadap USD tetap solid di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Namun, penguatan pasangan ini tertahan oleh lonjakan harga minyak yang signifikan, yang secara fundamental menguntungkan Dolar Kanada sebagai mata uang berbasis komoditas energi. Dengan harga minyak berada di level tinggi akibat ancaman gangguan pasokan global, CAD memperoleh bantalan tambahan. Ke depan, arah USD/CAD akan sangat dipengaruhi oleh dinamika harga energi dan ekspektasi kebijakan moneter AS, dengan kecenderungan menguat selama dominasi USD tetap terjaga. Pergerakan cenderung stabil dengan bias naik, dengan support terdekat di 1.3630 dan resistance di 1.3710.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:30am

USD

API Weekly Statistical Bulletin

-

-

-

4:45am

NZD

Overseas Trade Index q/q

3.7%

-0.1%

-2.1%

7:00am

NZD

ANZ Commodity Prices m/m

4.2%

-

2.0%

7:30am

AUD

GDP q/q

0.8%

0.7%

0.5%

8:30am

CNY

Manufacturing PMI

49

49.2

49.3

8:30am

CNY

Non-Manufacturing PMI

49.5

49.7

49.4

8:45am

CNY

RatingDog Manufacturing PMI

52.1

50.1

50.3

8:45am

CNY

RatingDog Services PMI

56.7

52.3

52.3

12:00pm

JPY

Consumer Confidence

-

38.2

37.9

2:30pm

CHF

CPI m/m

-

0.5%

-0.1%

3:15pm

EUR

Spanish Services PMI

-

52.9

53.5

3:45pm

EUR

Italian Services PMI

-

52.6

52.9

3:50pm

EUR

French Final Services PMI

-

49.6

49.6

3:55pm

EUR

German Final Services PMI

-

53.4

53.4

4:00pm

CHF

Gov Board Member Martin Speaks

-

-

-

4:00pm

EUR

Final Services PMI

-

51.8

51.8

4:00pm

EUR

Italian Monthly Unemployment Rate

-

5.6%

5.6%

4:30pm

GBP

Final Services PMI

-

53.9

53.9

5:00pm

EUR

PPI m/m

-

0.2%

-0.3%

5:00pm

EUR

Unemployment Rate

-

6.2%

6.2%

8:15pm

USD

ADP Non-Farm Employment Change

-

50K

22K

8:30pm

CAD

Labor Productivity q/q

-

-0.1%

0.9%

9:45pm

USD

Final Services PMI

-

52.4

52.3

10:00pm

USD

ISM Services PMI

-

53.5

53.8

10:30pm

CAD

BOC Gov Macklem Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788