Kamis, 23 April 2026 – Pergerakan harga CPO diperkirakan akan bergerak stabil dengan potensi penguatan terbatas, didorong oleh sentimen positif seperti kebutuhan impor yang tetap tinggi dari negara konsumen utama, stabilnya harga minyak mentah global, dan konsistensi kebijakan pemerintah Indonesia dalam menjaga ekosistem sawit.
Rabu, 22 April 2026 - Harga minyak hari ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dipicu oleh sentimen dari pernyataan Trump untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas, dan pertemuan dari lebih dari 30 negara untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz.
Rabu, 22 April 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak relatif datar di kisaran 1,3506, setelah mencatat pelemahan tipis pada sesi sebelumnya. Pergerakan yang terbatas ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar, terutama karena dolar AS masih bertahan kuat di tengah perkembangan geopolitik terbaru. Pasar menilai belum ada katalis yang cukup kuat untuk mendorong pergerakan signifikan pada pasangan mata uang ini dalam jangka pendek.
Rabu, 22 April 2026 – Harga emas dibuka menguat di level US$4.726 per troy ons di tengah dinamika geopolitik serta perubahan ekspektasi makroekonomi global.
Rabu, 22 April 2026 – Pada perdagangan hari ini, harga CPO diperkirakan bergerak dalam rentang stabil dengan peluang penguatan tipis, sementara harga TBS diproyeksikan tetap mengikuti tren positif seiring dukungan harga CPO.
Selasa, 21 April 2026 – Harga emas dibuka di level US$4.825 per troy ons dan bergerak volatil seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.
Selasa, 21 April 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak naik ke sekitar 0,5920 pada awal sesi Asia, didukung oleh rilis data inflasi Selandia Baru yang melampaui ekspektasi pasar. Penguatan ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek kebijakan moneter yang lebih ketat di Selandia Baru. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis data penjualan ritel AS yang dapat memberikan arah tambahan bagi pergerakan pasangan mata uang ini.
Selasa, 21 April 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian akan kelanjutan negosiasi damai AS dengan Iran mendekati berakhirnya gencatan senjata selama 2 minggu yang akan berakhir pada 22 April. Selain itu, situasi di Lebanon yang terus memanas di tengah berlangsungnya gencatan senjata juga turut mendukung laju minyak.