Home
>
News
>
Publication
>
Gencatan Senjata AS - Iran Diperpanjang Tanpa Batas, Minyak Ikut Meredup
Gencatan Senjata AS - Iran Diperpanjang Tanpa Batas, Minyak Ikut Meredup
Wednesday, 22 April 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1747

-0.06%

GBPUSD

1.3506

-0.01%

AUDUSD

0.7151

0.08%

NZDUSD

0.5893

0.17%

USDJPY

159.37

0.11%

USDCHF

0.7807

0.01%

USDCAD

1.3664

-0.01%

GOLDUD

4,726.08

0.50%

COFU

90.00

-0.66%

USD/IDR

17,086

0.37%

Fokus Crude Oil:

  • Trump setujui permintaan Pakistan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu sampai ada kemajuan dalam negosiasi.
  • Perencana militer dari lebih dari 30 negara akan bertemu selama dua hari untuk membahas misi membuka kembali Selat Hormuz.

************************************************************

Rabu, 22 April 2026 - Harga minyak hari ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dipicu oleh sentimen dari pernyataan Trump untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas, dan pertemuan dari lebih dari 30 negara untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu untuk memungkinkan perundingan perdamaian lebih lanjut. Trump menambahkan bahwa keputusan tersebut didorong oleh permintaan dari mediator Pakistan. Namun, di saat yang sama Trump juga mengatakan akan melanjutkan blokade perdagangan laut Iran oleh Angkatan Laut AS.

Turut membebani harga, perencana militer dari lebih dari 30 negara akan mengadakan pembicaraan selama dua hari di London mulai Rabu untuk memajukan misi pembukaan kembali Selat Hormuz dan menyusun rencana rinci, kata Menteri Pertahanan Inggris John Healey. Kemajuan nyata akan dapat dicapai dalam dua hari ke depan, tambah Healey.

Sementara itu, peningkatan serangan drone Ukraina terhadap pelabuhan dan kilang minyak telah memaksa Rusia untuk mengurangi produksi minyaknya pada bulan April hingga 600.000 bph dibandingkan dengan tingkat akhir tahun 2025, yang sekaligus merupakan penurunan output bulanan paling tajam sejak pandemi Covid, ungkap laporan Reuters yang dirilis hari Selasa. Sebuah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa penutupan pemeliharaan musim semi mendatang akan semakin membatasi operasi.

Dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan stok minyak mentah turun sebesar 4,40 juta barel pada pekan yang berakhir 17 April, melebihi ekspektasi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 1 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh EIA.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $92 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $87 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-1M

-0.913M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

-6.328M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788