Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Menguat Dipicu Ketidakpastian Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata Iran
Minyak Menguat Dipicu Ketidakpastian Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata Iran
Tuesday, 21 April 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1787

-0.03%

GBPUSD

1.3533

-0.04%

AUDUSD

0.7174

0.03%

NZDUSD

0.5883

0.63%

USDJPY

158.78

0.11%

USDCHF

0.7784

0.01%

USDCAD

1.3649

-0.04%

GOLDUD

4,825.13

-0.23%

COFU

85.82

0.93%

USD/IDR

17,086

0.18%

Fokus Crude Oil:

  • Teheran tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman; Trump tegaskan blokade pelabuhan Iran akan tetap berlaku hingga ada kesepakatan.
  • China serukan agar Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk navigasi, dan mendukung penuh gencatan senjata AS - Iran segera.

************************************************************

Selasa, 21 April 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian akan kelanjutan negosiasi damai AS dengan Iran mendekati berakhirnya gencatan senjata selama 2 minggu yang akan berakhir pada 22 April. Selain itu, situasi di Lebanon yang terus memanas di tengah berlangsungnya gencatan senjata juga turut mendukung laju minyak.

Negosiator utama dan sekaligus Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf pada Selasa pagi mengatakan bahwa Teheran tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman, dan memperingatkan bahwa Iran telah menghabiskan dua minggu terakhir untuk mempersiapkan opsi baru di medan perang. Komentar Ghalibaf tersebut menyusul pernyataan dari Presiden AS Donald Trump yang pada hari Senin menegaskan bahwa AS tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai Teheran menyetujui kesepakatan damai.

Dukungan lainnya datang dari Israel yang pada hari Senin memperingatkan warga Lebanon selatan untuk menjauhi wilayah yang membentang di sepanjang perbatasan dan tidak mendekati daerah Sungai Litani. Peringatan yang dilontarkan di tengah berlangsungnya gencatan senjata tersebut bepotensi memicu kembali eskalasi konflik di wilayah Lebanon.

Sementara itu, dalam pembicaraan via telepon hari Senin untuk membahas upaya meredakan ketegangan regional, Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan kepada Putra Mahkota Arab Saudi bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk navigasi. Xi juga menyatakan dukungan gencatan senjata antara AS dengan Iran dilakukan segera dan komprehensif, dan bersikeras untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah melalui jalur politik dan diplomatik.

Turut membebani harga, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Senin mengumumkan bahwa jalur pipa Druzhba yang rusak akibat serangan drone Rusia sejak 27 Januari lalu, akan dipulihkan operasionalnya pada akhir April. Jalur pipa Druzhba menjadi jalur utama pengiriman yang mengangkut sekitar 200.000 bph minyak Rusia ke Hongaria dan Slovakia sebelum kerusakan tersebut.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $89 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $84 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Retail Sales MoM

 

1.4%

0.6%

21:00

USA - Business Inventories MoM

 

0.3%

-0.1%

21:00

USA - Pending Home Sales MoM

 

0.1%

1.8%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788