Home
>
News
>
Publication
>
GBPUSD Tertahan di Kisaran Sempit, Pasar Menanti Katalis Baru
GBPUSD Tertahan di Kisaran Sempit, Pasar Menanti Katalis Baru
Wednesday, 22 April 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1747

-0.06%

GBPUSD

1.3506

-0.01%

AUDUSD

0.7151

0.08%

NZDUSD

0.5893

0.17%

USDJPY

159.37

-0.04%

USDCHF

0.7807

0.01%

USDCAD

1.3664

-0.01%

GOLDUD

4726.08

0.50%

USD/IDR

17,086

0.37%

GBP/USD Tertahan di Kisaran Sempit, Pasar Menanti Katalis Baru
Fokus:

  1. Sentimen geopolitik AS–Iran dan perpanjangan gencatan senjata oleh Donald Trump menjaga dolar AS tetap stabil, namun belum cukup kuat mendorong tren signifikan.
  2. Data ekonomi AS yang solid, khususnya Retail Sales, menopang dolar AS, sementara pasar menantikan rilis inflasi Inggris sebagai katalis pergerakan GBP/USD selanjutnya.


GBPUSD

Rabu, 22 April 2026
- Pasangan mata uang ini bergerak relatif datar di kisaran 1,3506, setelah mencatat pelemahan tipis pada sesi sebelumnya. Pergerakan yang terbatas ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar, terutama karena dolar AS masih bertahan kuat di tengah perkembangan geopolitik terbaru. Pasar menilai belum ada katalis yang cukup kuat untuk mendorong pergerakan signifikan pada pasangan mata uang ini dalam jangka pendek.

Sentimen terhadap dolar AS mendapat dukungan setelah laporan bahwa Presiden Donald Trump akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran hingga ada kemajuan dalam negosiasi. Meski demikian, ketidakpastian tetap tinggi karena perundingan damai antara AS dan Iran belum menunjukkan hasil konkret, bahkan muncul ancaman lanjutan dari kedua belah pihak. Kondisi geopolitik ini membuat investor tetap berhati-hati, sehingga dolar AS cenderung stabil meskipun belum mampu menguat secara agresif.

Selain faktor geopolitik, dolar AS juga ditopang oleh rilis data penjualan ritel Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan. Data menunjukkan penjualan ritel naik 1,7 persen secara bulanan pada Maret, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 1,4 persen, menandakan bahwa konsumsi domestik masih cukup solid. Data ekonomi yang kuat ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS tetap resilien, sehingga menopang permintaan terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian global.

Dari sisi Inggris, data ketenagakerjaan menunjukkan hasil yang beragam, dengan tingkat pengangguran turun lebih baik dari ekspektasi, namun kenaikan jumlah klaim pengangguran dan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja menimbulkan kekhawatiran atas prospek ekonomi domestik. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis data inflasi Inggris, yang diperkirakan meningkat menjadi 3,3 persen secara tahunan. Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, maka peluang penguatan pound sterling dapat terbuka, namun selama belum ada kejutan data, GBPUSD masih berpotensi bergerak terbatas. pasangan mata uang ini memiliki support di area 1.3470,sementara resistance berada di area 1.3530.


EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak di zona negatif pada sesihari Rabu dan diperdagangkan di sekitar level 1,1740. Tekanan terhadap euro muncul seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk ketidakpastian terkait potensi gangguan di Selat Hormuz. Kondisi ini mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga membebani pergerakan pasangan mata uang tersebut.

Di sisi lain, Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran secara terbuka, meskipun rencana perundingan lanjutan justru mengalami kebuntuan. Pihak Iran sendiri merespons dengan skeptis dan menilai langkah tersebut sebagai taktik strategis, bahkan memperingatkan kemungkinan serangan militer. Ketidakpastian yang terus berlanjut ini memperkuat daya tarik dolar AS, sehingga berpotensi menahan penguatan EURUSD dalam jangka pendek.

Dari sisi data ekonomi, pelaku pasar akan mencermati rilis awal indeks PMI dari kawasan Eropa dan Jerman, yang dapat memberikan gambaran kondisi aktivitas bisnis. Jika hasilnya lebih baik dari ekspektasi, euro berpeluang mendapatkan dukungan tambahan. Sementara itu, data PMI dari AS juga akan menjadi perhatian penting sebagai indikator arah ekonomi dan kebijakan moneter selanjutnya. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 1.1700,sementara resistance berada di area 1.1780.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini mencoba pulih dari pelemahan sebelumnya dan bergerak naik ke sekitar 0,7157 pada sesi Asia Rabu. Penguatan ini didorong oleh membaiknya sentimen risiko global setelah keputusan Donald Trump untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, yang meredakan kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong permintaan terhadap mata uang berbasis risiko seperti dolar Australia, meskipun pelaku pasar tetap mencermati rilis data Westpac Leading Index sebagai indikator arah ekonomi domestik.

Meski demikian, ketidakpastian geopolitik belum sepenuhnya mereda. Pernyataan Trump yang sebelumnya bernada agresif serta masih berlanjutnya blokade terhadap kapal Iran menunjukkan bahwa risiko konflik tetap ada. Bahkan, pembatalan pertemuan lanjutan antara AS dan Iran menandakan bahwa proses negosiasi masih menghadapi hambatan. Situasi ini membuat pergerakan AUDUSD tetap rentan terhadap perubahan sentimen pasar secara tiba-tiba.

Di sisi lain, penguatan dolar Australia dibatasi oleh kinerja dolar AS yang cukup solid setelah rilis data Retail Sales yang lebih kuat dari ekspektasi. Data tersebut mencerminkan ketahanan konsumsi domestik AS dan memberikan dukungan bagi greenback. Kombinasi faktor ini membuat AUDUSD cenderung bergerak terbatas dengan bias menguat tipis dalam jangka pendek. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 0.7120, sementara resistance di area 0.7180.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 0,5903 pada sesi Asia Rabu, didorong oleh data inflasi Selandia Baru yang lebih tinggi dari ekspektasi. Indeks Harga Konsumen (CPI) tercatat naik 3,1% secara tahunan pada kuartal pertama 2026, melampaui perkiraan pasar sebesar 2,9%, sementara secara kuartalan juga meningkat menjadi 0,9%. Data ini memperkuat prospek bahwa tekanan inflasi masih cukup kuat, sehingga memberikan dukungan bagi penguatan dolar Selandia Baru.

Kenaikan inflasi tersebut mendorong spekulasi bahwa Reserve Bank of New Zealand berpotensi menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Namun, penguatan NZD masih tertahan oleh pernyataan kandidat ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang menegaskan independensi kebijakan moneter dan tidak memberikan komitmen untuk menurunkan suku bunga. Hal ini membantu menjaga dolar AS tetap stabil dan membatasi kenaikan lebih lanjut pada pasangan NZDUSD. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 0.5880,sementara resistance berada di area 0.5930.

USDJPY - Pergerakan pasangan mata uang ini pada sesi hari Rabu terlihat bergerak melemah di sekitar level 159,30. Secara keseluruhan, harga masih bergerak dalam kisaran yang relatif sama seperti beberapa pekan terakhir, mencerminkan fase konsolidasi pasar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar cenderung menahan diri untuk tidak mengambil posisi besar hingga terdapat katalis yang lebih kuat.

Dari sisi fundamental, Yen Jepang masih berada dalam tekanan akibat kekhawatiran terhadap pasokan energi global yang terganggu, terutama terkait ketegangan di Selat Hormuz. Pernyataan Presiden Donald Trump mengenai kelanjutan blokade terhadap pelabuhan Iran memperpanjang ketidakpastian geopolitik. Di sisi lain, ekspektasi bahwa Bank of Japan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan April turut melemahkan Yen, meskipun terdapat sinyal potensi kenaikan suku bunga pada pertengahan tahun. Namun demikian, kekhawatiran intervensi otoritas Jepang masih menjadi faktor pembatas pelemahan mata uang tersebut.

Sementara itu, Dolar AS menghadapi tekanan moderat seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran. Penurunan harga minyak juga meredakan kekhawatiran inflasi, yang pada akhirnya menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Kombinasi faktor ini membuat penguatan USDJPY cenderung tertahan, sehingga pergerakan pasangan ini masih berpotensi sideways dalam jangka pendek. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 158.80, sementara restance berada di area 159.70

USDCHF - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 0,7808 dengan kecenderungan menguat pada sesi perdagangan, seiring penguatan dolar AS menjelang sidang konfirmasi Kevin Warsh sebagai kandidat ketua Federal Reserve. Kenaikan ini juga tercermin dari indeks dolar AS (DXY) yang menguat sekitar 0,25% ke kisaran 98,37. Pelaku pasar saat ini menantikan pernyataan Warsh untuk mendapatkan petunjuk terkait arah kebijakan moneter ke depan, khususnya terkait suku bunga.

Selain itu, fokus investor juga tertuju pada rilis data Retail Sales AS bulan Maret yang diperkirakan tumbuh 1,4% secara bulanan, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Data ini menjadi indikator penting kekuatan konsumsi domestik AS. Di sisi geopolitik, muncul laporan potensi lanjutan negosiasi antara AS dan Iran, meskipun belum dikonfirmasi secara resmi. Kombinasi faktor ini membuat pergerakan USDCHF cenderung stabil dengan bias penguatan terbatas. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 0.7780, sementara resistance berada di area 0.7830.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 1,3662 pada sesi Asia Rabu, dipengaruhi oleh penguatan dolar Kanada yang didukung kenaikan harga minyak di tengah ketegangan di Selat Hormuz. Faktor geopolitik ini meningkatkan daya tarik mata uang berbasis komoditas seperti CAD, terutama karena Kanada merupakan salah satu eksportir minyak utama. Selain itu, pernyataan Donald Trump terkait perpanjangan gencatan senjata dengan Iran, namun tetap mempertahankan blokade di kawasan tersebut, menambah ketidakpastian yang justru menopang harga energi dan mendukung CAD.

Di sisi lain, pelemahan USDCAD tertahan oleh data ekonomi AS yang solid, khususnya rilis Retail Sales yang tumbuh 1,7% secara bulanan pada Maret, melampaui ekspektasi pasar. Kinerja konsumsi yang kuat ini memberikan dukungan bagi dolar AS, sehingga menahan penurunan lebih lanjut pada pasangan ini. Dengan kombinasi faktor tersebut, USDCAD diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas dalam jangka pendek. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 1.3620, sementara restance berada di area 1.3680.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:30am

USD

FOMC Member Waller Speaks

 

 

 

12:45pm

AUD

RBA Assist Gov Hunter Speaks

 

 

 

1:00pm

GBP

CPI y/y

 

3.3%

3.0%

1:00pm

GBP

Core CPI y/y

 

3.2%

3.2%

1:00pm

GBP

PPI Input m/m

 

0.029

1%

1:00pm

GBP

PPI Output m/m

 

0.01

-0.005

1:00pm

GBP

RPI y/y

 

0.039

0.036

3:05pm

GBP

MPC Member Breeden Speaks

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788