Home
>
News
>
Publication
>
Potensi Gangguan Output Rusia Dorong Minyak Melaju Bullish
Potensi Gangguan Output Rusia Dorong Minyak Melaju Bullish
Tuesday, 07 October 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1708

-0.10%

GBPUSD

1.3484

-0.09%

AUDUSD

0.6607

0.20%

NZDUSD

0.5829

0.22%

USDJPY

150.34

0.18%

USDCHF

0.7945

0.15%

USDCAD

1.3941

0.09%

GOLDUD

3,960.62

0.42%

COFU

61.73

0.28%

USD/IDR

16,593

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Kilang minyak Kirishi Rusia hentikan operasi unit terbesarnya pasca serangan pesawat drone Ukraina, kata sumber industri.
  • Trump berlakukan tarif baru sebesar 25% untuk semua truk menengah dan berat yang diimpor ke AS mulai 1 November.

************************************************************

Selasa, 07 Oktober 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen dari potensi penurunan output minyak Rusia. Meski demikian, ancaman konflik tarif baru pasca pengumuman tarif truk Trump dan sinyal positif pertemuan Israel dan Hamas membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Kilang minyak Kirishi, salah satu kilang minyak terbesar di Rusia, menghentikan operasi unit distilasi paling produktifnya, CDU-6, setelah serangan pesawat drone dan kebakaran susulan pada 4 Oktober. Pemulihannya kemungkinan akan memakan waktu sekitar satu bulan, kata dua sumber industri pada hari Senin. Penghentian tersebut berpotensi mempengaruhi output minyak Rusia. Menurut sumber industri, unit CDU-6 memiliki kapasitas 8 juta metrik ton per tahun, atau 160.000 barel per hari, yang mencakup sekitar 40% dari total kapasitas pemrosesan kilang Kirishi yang mencapai 17,5 juta ton minyak pada tahun 2024, atau setara dengan 6,6% dari total volume penyulingan minyak Rusia.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengumumkan bahwa semua truk menengah dan berat yang diimpor ke AS akan dikenakan tarif 25% mulai 1 November. Mengutip dari data Departemen Perdagangan AS tercatat lima sumber impor teratas untuk truk besar adalah Meksiko, Kanada, Jepang, Jerman, dan Finlandia, semuanya merupakan sekutu atau mitra dekat AS. Keputusan Trump tersebut memicu kekhawatiran akan berpotensi mengarah pada konflik tarif baru.

Turut membebani harga, hari pertama negosiasi antara delegasi Israel dan Hamas di Mesir pada hari Senin menunjukkan hasil positif dengan kedua delegasi sama-sama mendukung prinsip-prinsip umum yang diusulkan oleh AS, termasuk potensi penghentian pertempuran, pembebasan para sandera, dan bantuan akan mengalir ke Gaza. Presiden AS Donald Trump pada hari Senin menyatakan optimis akan mencapai kesepakatan segera yang akan mengakhiri konflik yang telah berlangsung dua tahun itu.

Untuk indikator yang dipantau dalam waktu dekat adalah laporan stok versi grup industri API yang dirilis setiap setiap Selasa sore sekitar pukul 16.30 ET. Laporan API ini biasanya dijadikan gambaran awal untuk melihat arah permintaan di pasar energi AS sebelum rilisnya laporan stok resmi versi pemerintah yang dirilis Rabu malam oleh EIA.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $64 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $59 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - Fed Bostic Speech

 

 

 

21:05

USA - Fed Bowman Speech

 

 

 

21:10

USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index

 

49.3

48.7

22:00

USA - Consumer Inflation Expectations

 

3.1%

3.2%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788