Kamis, 16 September 2021 - Harga emas mengalami koreksi dari zona tertingginya pekan ini. Koreksi harga emas didorong oleh reaksi pasar terhadap penguatan jangka pendek yang terjadi pada nilai USD setelah data inflasi yang rilis pekan ini sedikit mengacaukan harapan pasar terhadap isu pengetatan kebijakan moneter AS dalam waktu dekat.
Rabu, 15 September 2021 - Gerak bearish GBPUSD mengambil nafas di sekitar 1.3800 untuk memulai sesi pagi ini setelah fluktuasi yang sempat mendorong harga ke tertinggi bulanan, sebelum menandai penurunan harian terberat dalam lima minggu. Perlu dicatat bahwa pasangan juga gagal menanggapi angka ketenagakerjaan Inggris terbaru. Angka pekerjaan Inggris datang beragam dengan Tingkat Pengangguran yang sesuai dengan kelemahan yang diharapkan menjadi 4.6% selama tiga bulan hingga Juli versus 4.7% sebelumnya. Namun, Perubahan Hitungan Penggugat datang sedikit lebih tinggi dari perkiraan -71.7K menjadi -58.6K pada bulan Agustus versus -7.8K pembacaan sebelumnya. Di tempat lain, drama Brexit juga kembali membentang ketika Inggris menunda pemeriksaan perbatasan penuh pasca-Brexit dari Uni Eropa (UE). Kekhawatiran akan perselisihan UE-Inggris juga meningkat setelah Gubernur BOE Andrew Bailey mengeluarkan selebaran baru atas rencana pasca-Brexit Uni Eropa tentang "ancaman nyata" terhadap stabilitas keuangan.
Rabu, 15 September 2021 - Terkoreksi tipis pada perdagangan sesi Asia pagi hari ini, harga emas bergerak di kisaran $1803 pada pagi hari ini. Rilisnya data CPI MoM AS yang mengecewakan membuka penguatan harga emas tadi malam.
Rabu, 15 September 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi cenderung bullish didukung oleh sentimen setelah dirilisnya laporan stok minyak AS dari API serta proyeksi positif permintaan jet dari Boeing. Meski demikian, pemangkasan harga jual minyak Irak ke AS serta melonjaknya produksi Rusia membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Selasa, 14 September 2021 - AUDUSD memperbarui kenaikan harian di sesi Asia pagi ini - meski terlihat mulai meragukan pondasinya. Pedagang sebelumnya mengawasi pidato Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Philip Lowe, yang berpidato tentang dampak varian Delta terhadap perekonomian. Secara umum, Gubernur RBA diekspektasi memberikan wawasan tentang ekspektasi inflasi, yang diyakini bank sentral tidak akan berkelanjutan antara target 2% hingga 3% sebelum 2024. Kendati demikian, dia sekali lagi menyatakan keyakinannya bahwa dampak varian Delta mungkin menunda tetapi tidak menggagalkan pemulihan ekonomi.
Selasa, 14 September 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak stabil cenderung bullish didukung oleh proyeksi positif OPEC untuk permintaan minyak tahun depan serta ancaman Badai Nicholas di AS. Meski demikian, China yang kembali mendeteksi wabah Covid-19 baru setelah kurang dari sebulan sebelumnya berhasil mengatasi gejolak serupa, membebani pasar minyak dan membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
After undergoing a fluctuating trend, finally the crude palm oil (CPOTR) contract ended last week with a slight weekly appreciation of 0.58% to the level of Rp 15,630, - per kg. In detail, after having strengthened for three days in a row, CPO then reversed to collapse in the last two days of the week. Sentiment related to the balance of supply and demand is still the latest focus of overall prices. Meanwhile, behind that, there is also a psychological factor in which a fairly sharp increase in CPO prices makes CPO prices vulnerable to correction.