| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18100 | 0.01% |
GBPUSD | 1.38320 | 0.07% |
AUDUSD | 0.73660 | -0.03% |
NZDUSD | 0.71180 | -0.11% |
USDJPY | 109.980 | 0.06% |
USDCHF | 0.92240 | -0.02% |
USDCAD | 1.26490 | 0.00% |
GOLDUD | 1793.494 | -0.13% |
COFR | 1006620 | 0.23% |
USD/IDR | 14250 | 0.00% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 14 September 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak stabil cenderung bullish didukung oleh proyeksi positif OPEC untuk permintaan minyak tahun depan serta ancaman Badai Nicholas di AS. Meski demikian, China yang kembali mendeteksi wabah Covid-19 baru setelah kurang dari sebulan sebelumnya berhasil mengatasi gejolak serupa, membebani pasar minyak dan membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Dalam Laporan Pasar Minyak Bulanan yang dirilis hari Senin, OPEC memperkirakan permintaan yang lebih kuat untuk minyak mentah didorong oleh kombinasi dari peningkatan konsumsi bahan bakar global dan gangguan produksi di negara produsen non-OPEC serta beberapa negara produsen OPEC dari Afrika. Di luar prediksi pasar, OPEC merevisi naik proyeksi permintaan minyak mentah untuk tahun 2022 sebesar 1.12 juta bph, dimana untuk konsumsi global diperkirakan akan meningkat sebesar 4.2 juta bph tahun depan menjadi 100.8 juta bph atau 980 ribu bph lebih tinggi dari perkiraan bulan lalu dan melebihi perkiraan pasar sebelumnya.
Turut mendukung harga minyak, di tengah upaya pemulihan produksi minyak di AS yang berjalan lambat, tanda-tanda badai baru kembali mengancam produksi minyak minggu ini. Evakuasi di anjungan minyak lepas pantai Teluk Meksiko kembali dilakukan hari Senin, mengantisipasi kedatangan Badai Tropis Nicholas diprediksi akan tiba minggu ini dan berpotensi mengancam pesisir Texas dan Louisiana yang masih dalam pemulihan dari Badai Ida. Lebih dari 40% produksi di Teluk Meksiko dilaporkan masih tetap offline pada hari Senin.
Sementara itu, Komisi Kesehatan Nasional pada hari Senin melaporkan 59 kasus baru lokal, naik dari 22 kasus infeksi sehari sebelumnya, dan semua kasus baru tersebut berasal dari provinsi tenggara China, Fujian. Secara keseluruhan, China melaporkan 92 kasus baru yang dikonfirmasi untuk 13 September, dibandingkan dengan 49 kasus sehari sebelumnya.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,020,000 - 1,040,000 per barel serta kisaran Support di IDR 990,000 - 970,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |