| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18040 | 0.01% |
GBPUSD | 1.38090 | -0.09% |
AUDUSD | 0.73220 | -0.10% |
NZDUSD | 0.70960 | -0.17% |
USDJPY | 109.660 | -0.03% |
USDCHF | 0.91970 | -0.03% |
USDCAD | 1.26920 | 0.01% |
GOLDUD | 1804.226 | -0.09% |
COFR | 1008330 | 0.18% |
USD/IDR | 14250 | 0.04% |
Fokus Crude Oil:
Rabu, 15 September 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi cenderung bullish didukung oleh sentimen setelah dirilisnya laporan stok minyak AS dari API serta proyeksi positif permintaan jet dari Boeing. Meski demikian, pemangkasan harga jual minyak Irak ke AS serta melonjaknya produksi Rusia membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 5.44 juta barel, ungkap data dari grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 10 September. Malam nanti, badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) akan merilis angka resmi untuk stok minyak mentah dan stok bensin, yang diperkirakan akan terjadi penurunan masing-masing sebesar 3.54 juta barel dan 1.96 juta barel. Selain itu, EIA juga akan merilis data mingguan produksi minyak mentah AS.
Produsen pesawat asal AS, Boeing, pada hari Selasa merevisi perkiraan permintaan jangka panjang pesawat jet komersial sebesar 43,610 unit selama 20 tahun ke depan, atau meningkat 500 unit dibanding proyeksi tahun lalu.
Sementara itu, Irak memangkas tajam harga jual minyak mentah Basrah Light pengiriman bulan Oktober untuk pembeli di AS sebesar $1.15 per barel, ungkap sumber dari perusahaan pemasaran minyak negara Irak.
Turut membebani pergerakan harga minyak, produksi minyak mentah Rusia dilaporkan melonjak pada minggu-minggu pertama September, sejalan dengan kesepakatan OPEC+. Untuk periode 1 sampai 13 Setember, Rusia memompa rata-rata 1.45 juta per hari, ungkap data dari Kementerian Energi. Jika tingkat produksi itu tetap dipertahankan sepanjang bulan September, maka berpotensi menjadi peningkatan bulanan terbesar produksi Rusia dalam waktu satu tahun.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,020,000 - 1,040,000 per barel serta kisaran Support di IDR 995,000 - 975,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||