Wednesday, 23 July 2025
Publication
Rabu, 23 Juli 2025 - Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3520. Kinerja mata uang Poundsterling menguat untuk hari kedua berturut-turut di tengah tekanan berkelanjutan terhadap Dolar AS, meski imbas data pinjaman publik Inggris menunjukkan pelebaran defisit fiskal. Melemahnya Greenback terjadi karena meningkatnya ketidakpastian seputar independensi Federal Reserve. Presiden AS Donald Trump terus melontarkan tekanan politik terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, termasuk seruan untuk penggantian pimpinan bank sentral agar kebijakan suku bunga lebih agresif dipangkas. Ketidakpastian ini menekan minat investor terhadap Dolar, membuka ruang bagi Sterling untuk reli lebih jauh. Sementara itu, walaupun pinjaman sektor publik Inggris mencapai £20,7 miliar pada Juni melampaui ekspektasi Sterling berhasil bangkit karena total pinjaman kuartal kedua masih sesuai dengan proyeksi OBR (Office for Budget Responsibility), dan outlook fiskal semester kedua dinilai lebih sehat.