| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1735 | 0.17% |
GBPUSD | 1.3526 | 0.06% |
AUDUSD | 0.6554 | 0.15% |
NZDUSD | 0.6001 | 0.12% |
USDJPY | 146.58 | -0.26% |
USDCHF | 0.7918 | -0.06% |
USDCAD | 1.3604 | -0.03% |
GOLDUD | 3,430.90 | 0.24% |
COFU | 65.49 | 0.09% |
USD/IDR | 16,302 | 0.00% |
Rabu, 23 Juli 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi naik tipis di tengah ketidakpastian jelang pertemuan puncak antara China dengan UE. Beberapa sentimen yang mendukung harga antara lain tercapainya kesepakatan dagang AS dengan Jepang, potensi tindakan balasan dari Houthi, dan rilisnya laporan stok API.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa berencana untuk menekan China terkait pembatasan logam tanah jarang dan perang di Ukraina dalam pertemuan KTT yang akan berlangsung pada hari Kamis di Beijing, kata pejabat UE pada hari Selasa. Komentar tersebut menyusul pernyataan yang disampaikan sebelumnya pada hari Senin oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China bahwa beberapa pihak di UE terlalu membesar-besarkan isu ekonomi dan ikut campur tangan yang tidak perlu dalam hubungan dagang China - UE.
Sementara itu, Presiden Donald Trump pada hari Selasa mengatakan bahwa AS dan Jepang telah mencapai kesepakatan yang akan menurunkan tarif untuk semua barang impor Jepang menjadi 15% dari 25%, sebagai imbalan dari komitmen Jepang untuk berinvestasi $550 miliar di AS dan membuka pasarnya untuk barang-barang AS. Tercapainya kesepakatan menjelang tenggat waktu 1 Agustus itu meredakan ancaman konflik dagang baru dan memicu harapan akan disusul pula oleh kesepakatan dengan negara-negara lainnya.
Turut mendukung harga, Departemen Keuangan AS pada hari Selasa menjatuhkan sanksi terhadap dua individu dan lima entitas karena dituduh terlibat dalam jaringan penyelundupan minyak bumi dan penghindaran sanksi yang terkait dengan Houthi di Yaman dan UEA. Sanksi tersebut memicu kekhawatiran akan tindakan balasan dari kelompok Houthi yang berpotensi meningkatkan ancaman keamanan di jalur pelayaran di Laut Merah.
Dari sisi pasokan, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah turun sebesar 577.000 barel untuk pekan yang berakhir 18 Juli. Selain itu, stok bensin juga dilaporkan turun sebesar 1,23 juta barel. Laporan API itu mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh EIA.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $68 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $63 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:00 | USA - Existing Home Sales |
| 4.01M | 4.03M |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
|
| -3.859M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
|
| 3.399M |