| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1735 | 0.17% |
GBPUSD | 1.3526 | 0.06% |
AUDUSD | 0.6554 | 0.15% |
NZDUSD | 0.6001 | 0.12% |
USDJPY | 146.58 | -0.26% |
USDCHF | 0.7918 | -0.06% |
USDCAD | 1.3604 | -0.03% |
GOLDUD | 3430.9 | 0.24% |
USD/IDR | 16302 | 0.00% |
Fokus GBPUSD:
Rabu, 23 Juli 2025 - Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3520. Kinerja mata uang Poundsterling menguat untuk hari kedua berturut-turut di tengah tekanan berkelanjutan terhadap Dolar AS, meski imbas data pinjaman publik Inggris menunjukkan pelebaran defisit fiskal. Melemahnya Greenback terjadi karena meningkatnya ketidakpastian seputar independensi Federal Reserve. Presiden AS Donald Trump terus melontarkan tekanan politik terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, termasuk seruan untuk penggantian pimpinan bank sentral agar kebijakan suku bunga lebih agresif dipangkas. Ketidakpastian ini menekan minat investor terhadap Dolar, membuka ruang bagi Sterling untuk reli lebih jauh. Sementara itu, walaupun pinjaman sektor publik Inggris mencapai £20,7 miliar pada Juni melampaui ekspektasi Sterling berhasil bangkit karena total pinjaman kuartal kedua masih sesuai dengan proyeksi OBR (Office for Budget Responsibility), dan outlook fiskal semester kedua dinilai lebih sehat.
Sterling juga mendapat dukungan dari sentimen positif terhadap kesepakatan dagang Inggris-AS, di tengah ketegangan perdagangan global menjelang tenggat tarif 1 Agustus. Meskipun kekhawatiran terhadap potensi kenaikan pajak musim gugur ini muncul, pasar menilai stabilitas politik dan arah kebijakan fiskal Inggris masih terjaga. Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, menegaskan bahwa stabilitas keuangan tidak boleh dikorbankan demi pertumbuhan, dan memperingatkan pemerintah agar tidak melonggarkan aturan keuangan secara sembrono. Pernyataan Bailey memperkuat persepsi pasar bahwa BoE tetap berhati-hati dalam menjaga kerangka regulasi, di tengah sorotan terhadap rencana Menteri Keuangan Rachel Reeves yang mendorong reformasi ramah pertumbuhan. Ketegasan dari otoritas moneter ini menjaga daya tarik GBP sebagai aset berimbal hasil moderat namun stabil.
Secara keseluruhan, GBP/USD kini masuk ke fase konsolidasi, dengan fokus pasar beralih ke data PMI Inggris dan AS yang dijadwalkan rilis Kamis. Pelaku pasar memperkirakan data PMI jasa Inggris naik ke level 53 tertinggi sejak Agustus 2024 yang dapat memberikan dorongan tambahan bagi Sterling. Di sisi lain, pelaku pasar juga mewaspadai data PMI AS dan klaim pengangguran mingguan sebagai petunjuk lanjutan arah kebijakan moneter The Fed. Jika data AS mengecewakan, GBPUSD bisa memperpanjang penguatan. Namun, jika angka-angka AS melebihi ekspektasi, koreksi teknikal pada GBPUSD tetap mungkin terjadi. Dalam jangka pendek, tren GBPUSD akan sangat sensitif terhadap perubahan sentimen risiko dan dinamika antara ekspektasi pelonggaran moneter The Fed dan daya tahan ekonomi Inggris.
Harga pada pasangan mata uang GBPUSD naik. Support terdekatnya di area 1.3490 dan resistance terdekatnya di zona 1.3584. Support lanjutan di zona 1.3450 dan dilanjutkan ke zona 1.3415. Resistance lanjutan di zona 1.3615 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3655.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.1700. Kinerja mata uang Euro menguat dan diperdagangkan stabil karena sentimen pasar terhadap Dolar AS terus melemah menjelang tenggat tarif 1 Agustus dan keputusan suku bunga European Central Bank (ECB) minggu ini. Ketegangan dagang antara Uni Eropa dan Amerika Serikat memanas kembali, dengan ancaman tarif tambahan 30% dari Presiden Trump jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan. Uni Eropa sudah menyiapkan paket balasan yang mencakup sektor digital, aerospace, dan ekspor bourbon. Sementara itu, indeks Dolar AS (DXY) turun 0,46% menjadi 97,39, menunjukkan pelemahan broad-based USD yang mendukung penguatan Euro. Di sisi fundamental, ECB diperkirakan akan menahan suku bunga tetap pada pertemuan 24 Juli, meskipun peluang pemangkasan 25 bps mulai meningkat menjadi 42,5% dari sebelumnya 37,5%. Data ekonomi Eropa yang akan dirilis pekan ini, termasuk Consumer Confidence dan Flash PMI, menjadi penentu arah EURUSD berikutnya. Support terdekatnya di zona 1.1670 dan resistance terdekatnya di zona 1.1745.
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6550. Turunnya kinerja mata uang Dolar Aussie turut menguat setelah notulen rapat Reserve Bank of Australia (RBA) menunjukkan sikap hati-hati namun terbuka terhadap pelonggaran suku bunga, didorong oleh inflasi jasa yang masih tinggi dan pasar tenaga kerja yang mulai melemah. RBA menekankan bahwa tidak ada urgensi untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga saat ini, sambil menunggu rilis data inflasi kuartal II pada 31 Juli sebagai kunci arah kebijakan selanjutnya. Pasar saat ini memperkirakan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Agustus mencapai 90%, terutama setelah data ketenagakerjaan menunjukkan lonjakan pengangguran ke 4,3%. Di sisi lain, pelemahan Dolar AS akibat tekanan politik terhadap The Fed dan kekhawatiran atas independensinya memperkuat Aussie. Trump kembali menyerang Gubernur Fed Jerome Powell, sementara pejabat Fed lainnya mengirim sinyal yang beragam terkait prospek suku bunga. Faktor eksternal seperti stabilitas hubungan dagang AS-China dan kebijakan moneter China juga terus menjadi variabel penting untuk AUD. Support terdekatnya di zona 0.6595 dan resistance terdekatnya di zona 0.6510.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.6001. Dolar Kiwi turut mencatat penguatan meski prospek pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) tetap tinggi, menyusul rilis data inflasi yang lebih lemah dari ekspektasi. CPI Q2 tumbuh hanya 0,5% secara kuartalan, lebih rendah dari ekspektasi 0,6%, dan jauh di bawah 0,9% pada kuartal sebelumnya, memperbesar peluang pemangkasan suku bunga 25 bps pada pertemuan 20 Agustus. Saat ini pasar memperkirakan 85% probabilitas untuk pemangkasan tersebut. Namun, kekhawatiran pasar atas independensi The Fed turut melemahkan Dolar AS, sehingga Kiwi tetap mendapatkan ruang untuk rebound ke atas 0.6000. Ketidakpastian arah kebijakan AS menjelang deadline tarif 1 Agustus dan campur tangan politik dalam urusan The Fed menjadi pendorong volatilitas. Jika ketegangan AS-China mereda atau data global menunjukkan stabilisasi, NZDUSD berpotensi memperpanjang tren kenaikannya dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 0.5975 dan resistance terdekatnya di zona 0.6040.
USDJPY - Pasangan mata uang Yen turun ke zona 146.58. USDJPY melemah dan diperdagangkan di bawah 147.00 seiring Yen Jepang terus menarik minat beli dari investor yang mengantisipasi hasil negosiasi dagang AS–Jepang dan ketidakpastian politik dalam negeri Jepang. Negosiasi tarif memasuki fase krusial jelang batas waktu 1 Agustus, dengan AS mengancam memperluas tarif 25% ke sektor-sektor tambahan seperti semikonduktor dan farmasi. Jepang menginginkan pengecualian sektoral dan pelonggaran bertahap tarif otomotif, sementara AS menginginkan konsesi di sektor digital dan pertanian. Di sisi lain, kemenangan tipis partai LDP di pemilu parlemen atas menambah tekanan politik terhadap Perdana Menteri Ishiba, yang diprediksi tetap berkuasa namun dengan ruang manuver terbatas. Sementara itu, penguatan Yen didukung oleh meningkatnya permintaan aset safe haven, terlebih di tengah kekhawatiran bahwa ketegangan dagang bisa memburuk jika tidak ada kesepakatan menjelang deadline. Support terdekatnya di area 146.15 dan resistance terdekatnya di zona 146.95
USDCAD - Mata uang Loonie turun ke zona 1.3604. mata uang USDCAD juga mengalami tekanan, turun mendekati area 1.3600 karena kombinasi pelemahan Dolar AS dan ketidakpastian hasil pembicaraan dagang antara AS–Kanada. Sentimen negatif terhadap USD kian kuat menyusul kabar bahwa Trump terus menekan Ketua The Fed, Jerome Powell, dengan isu pemecatan, meskipun secara hukum langkah tersebut sulit direalisasikan. Isu ini memicu kekhawatiran atas independensi kebijakan moneter AS dan mendorong investor menjauhi Greenback. Sementara itu, PM Kanada Mark Carney menegaskan Kanada tidak akan menandatangani kesepakatan buruk dan masih menjajaki alternatif dagang di luar AS. Namun, depresiasi harga minyak mentah menahan penguatan CAD lebih lanjut karena Kanada merupakan pengekspor minyak utama, dan harga minyak yang lemah bisa membebani pendapatan ekspor. Pelaku pasar kini menunggu data PMI AS dan perkembangan selanjutnya dari negosiasi dagang sebagai pemicu arah berikutnya. Support terdekatnya di zona 1.3580 dan resistance terdekatnya di zona 1.3630.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.7918. Mata uang Swiss mencatat pelemahan lanjutan tertekan oleh turunnya imbal hasil obligasi AS dan meningkatnya minat terhadap aset safe haven seperti Franc Swiss. Ketidakpastian terkait kebijakan tarif AS menjelang tenggat 1 Agustus membuat investor mengurangi eksposur terhadap Dolar AS, apalagi setelah Gedung Putih menyatakan tarif negara-spesifik akan berlaku kecuali ada kesepakatan dagang. Di tengah kondisi ini, Franc Swiss mendapat dukungan karena reputasinya sebagai mata uang aman. Sentimen pasar terhadap USD juga terganggu oleh komentar keras dari Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang menyebut independensi The Fed terganggu akibat “mandat tambahan” yang tidak seharusnya. Meski data ekonomi AS sempat solid, tekanan politik terhadap The Fed dan ekspektasi pelonggaran kebijakan membuat Greenback kehilangan daya tariknya dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 0.7885 dan resistance terdekatnya di zona 0.7950.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
3:30am | USD | API Weekly Statistical Bulletin | - | - | - |
7:30am | AUD | MI Leading Index m/m | 0.0% | - | 0.1% |
12:00pm | JPY | BOJ Core CPI y/y | - | 2.5% | 2.5% |
Tentative | EUR | German 10-y Bond Auction | - | - | 2.63|1.6 |
7:30pm | CAD | NHPI m/m | - | 0.0% | -0.2% |
9:00pm | EUR | Consumer Confidence | - | -15 | -15 |
9:00pm | USD | Existing Home Sales | - | 4.00M | 4.03M |
9:30pm | USD | Crude Oil Inventories | - | -1.4M | -3.9M |