Home
>
News
>
Publication
>
5 Tips Cara Aman Investasi di Bursa Berjangka
5 Tips Cara Aman Investasi di Bursa Berjangka
Wednesday, 01 September 2021

5 Tips Cara Aman Investasi di Bursa Berjangka

Investasi berjangka termasuk dalam jenis investasi yang memiliki risiko tinggi (high risk). Namun, tentu saja instrument berjangka tidak perlu Anda lewatkan, sebab instrument berjangka juga memiliki peluang keuntungan yang tinggi dan berguna sebagai alternatif investasi dalam portofolio Anda. Seorang calon nasabah perlu punya beberapa jenis investasi seperti tabungan, asuransi, aset barang bergerak atau tidak bergerak, dan alternatif investasi. 

Sebagai investor, Anda perlu berhati-hati. Sebagaimana aset investasi lain, selalu ada oknum-oknum tertentu yang ingin melakukan penipuan atau menjalankan operasional yang tidak sesuai dengan regulasi, dan mengatasnamakan aset investasi tertentu. Perdagangan Berjangka Komoditi pun tidak luput dari hal ini. 

Salah satu ciri yang perlu dicurigai adalah ketika pihak yang menawarkan investasi tersebut memberikan janji keuntungan yang tinggi atau hampir tidak masuk akal, tanpa mengungkapkan risiko dalam investasi tersebut. Tidak ada investasi yang menjanjikan investasi tanpa risiko, karena jika kita sudah memutuskan untuk berinvestasi maka peluang keuntungan pasti akan datang bersama dengan risiko, baik yang ringan maupun tinggi. 

Manajemen risiko yang baik dapat menyelamatkan dana investor sehingga potensial loss dapat diminimalkan. Indonesia pun telah memiliki badan pengawas untuk perdagangan berjangka yang bertugas melindungi para pelaku perdagangan berjangka komoditi, termasuk para nasabah. Badan pengawas dalam perdagangan berjangka komoditi di Indonesia adalah BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) di bawah Kementerian Perdagangan. 

Berikut ini adalah tips yang perlu dipertimbangkan ketika ingin menanam modal di bursa berjangka: 

1.Pelajari kontrak berjangka yang diperdagangkan

Adapun yang perlu diketahui oleh nasabah yaitu kontrak berjangka yang diperdagangkan. Dalam hal ini, nasabah perlu memerhatikan spesifikasi kontrak yang memuat standar komoditas (emas, minyak mentah, dan lain-lain), ukuran kontrak, metode penyelesaian, hingga jam perdagangan. Selanjutnya nasabah perlu memerhatikan jatuh tempo pada kontrak tersebut. Dalam perdagangan berjangka komoditi, terdapat beberapa jenis kontrak, seperti kontrak berjangka, kontrak spot, options, dan sebagainya. Tiap kontrak memiliki karakteristik dan aturan berbeda. Jadi, pastikan Anda memahami betul jenis kontrak yang Anda transaksikan untuk menghindari potensi kerugian.   

2.Pelajari wakil pialang yang mendapat izin dari BAPPEBTI

Jika ingin berinvestasi yang tenang, aman dan tentram sebaiknya selalu memilih perusahaan yang terdaftar di BAPPEBTI. Karena badan pengawas ini sangat membantu nasabah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang mungkin terjadi dikemudian hari, misalnya pelanggaran kontrak perjanjian, perusahaan yang tidak transparan, atau kerugian lain yang fatal. BAPPEBTI mempunyai hak menindaklanjuti ke pihak yang berwenang ketika menemukan pialang yang tidak bertanggung jawab pada nasabah.

3.Pelajari dokumen perjanjian 

Dalam Pasal 50 Undang-undang Nomor 10 tahun 2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi sudah diatur bahwa: pialang berjangka wajib menyampaikan dokumen keterangan perusahaan dan dokumen pemberitahuan adanya risiko serta membuat perjanjian dengan nasabah sebelum pialang berjangka yang bersangkutan dapat menerima dana milik nasabah untuk perdagangan Kontrak berjangka, Kontrak Derivatif Syariah dan/atau Kontrak Derivatif lainnya. 

Melalui aturan perundangan ini, sangat jelas bahwa pialang berjangka wajib menyampaikan informasi yang lengkap kepada nasabah, serta menjalin hubungan yang transparan. Hal ini termasuk menunjukan dokumen penting apa saja yang diperlukan untuk mulai bertransaksi, mekanisme transaksi, legalitas, potensi risiko dan lain-lain. 

4.Pelajari risiko yang dihadapi

Investor dalam perdagangan berjangka memang bisa mendapatkan profit untuk posisi sell-buy maupun buy-sell. Akan tetapi, seringkali para investor yang bergabung pada pialang berjangka yang dipilihnya lupa memahami prinsip high risk high return dalam investasi. Oleh karena itu, sebagai investor atau nasabah, kita harus mengetahui mekanisme transaksi dan mengenali risiko yang akan dihadapi ketika memulai suatu investasi baru. Selain itu, investor juga harus mengetahui kondisi finansial pribadinya sebelum melakukan investasi, termasuk pada perdagangan berjangka komoditi. Selain itu, sebaiknya investor melakukan trading sendiri atau tidak diwakilkan, dan tidak memberi user ID atau password kepada orang lain.

5.Pantang percaya dengan penawaran keuntungan tinggi

Seorang investor harus cermat menganalisis untuk melindungi modal yang diinvestasikan supaya tidak terjebak dengan tawaran keuntungan yang tidak masuk akal. Karena pada dasarnya yang menentukan besar kecilnya keuntungan adalah kecermatan analisis dan manajemen risiko yang baik. 

Investasi memang terlihat sangat menggiurkan ketika sudah memperoleh keuntungan yang tinggi, tetapi juga berbahaya ketika kita sebagai nasabah atau investor tidak tepat memilih pialang dalam bursa berjangka. Oleh karena itu, harus ekstra berhati-hati dengan perusahaan yang menawarkan keuntungan tinggi dengan segala kemudahan likuidasi yang tidak masuk akal. Perlu diketahui bahwa Pialang Berjangka resmi saja yang bisa membantu nasabah untuk melakukan transaksi di Bursa Berjangka seperti ICDX yang ada di bawah hukum atau ijin usaha dari BAPPEBTI.



(forextradingbursa berjangkakomoditi)

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788