Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Kembali Menguat Dipicu Bantahan Iran Terhadap Klaim Trump
Minyak Kembali Menguat Dipicu Bantahan Iran Terhadap Klaim Trump
Friday, 12 June 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1578

-0.13%

GBPUSD

1.3416

-0.10%

AUDUSD

0.7047

-0.24%

NZDUSD

0.5836

-0.36%

USDJPY

159.94

0.16%

USDCHF

0.7957

0.05%

USDCAD

1.3959

0.14%

GOLDUD

4,208.53

-0.46%

COFU

86.64

0.21%

USD/IDR

17,975

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Kementerian Luar Negeri Iran tegaskan bahwa belum ada keputusan akhir terkait kesepakatan damai yang diklaim oleh Trump.
  • OPEC kembali pangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2026, menandai revisi penurunan kedua berturut-turut.

************************************************************

Jumat, 12 Juni 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish menyusul bantahan dari Iran atas klaim yang disampaikan Trump sebelumnya bahwa kesepakatan damai sudah dekat. Meski demikian, proyeksi OPEC yang pesimis terhadap pertumbuhan permintaan minyak menjadi katalis yang membatasi harga.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada hari Kamis menegaskan bahwa belum ada keputusan akhir mengenai kesepakatan damai yang diklaim Trump akan dapat segera ditandatangani paling cepat akhir pekan ini. Baghaei mengatakan bahwa sebagian besar isi kesepakatan sedang ditinjau oleh badan-badan pembuat keputusan terkait, dan Iran tidak akan berkompromi atas tuntutan termasuk pencabutan sanksi internasional, pelepasan aset senilai miliaran dolar yang dibekukan, dan pengakuan atas kendalinya terhadap Selat Hormuz.

Dukungan lainnya datang dari berita serangan Iran yang menargetkan bandara internasional Kuwait pada Kamis pagi, yang memaksa penutupan sementara wilayah udara telah merusak radar bandara dan menyebabkan cedera, kata badan penerbangan sipil Kuwait dalam surat yang ditujukan kepada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. Serangan tersebut menandai serangan Iran kedua terhadap satu-satunya bandara internasional Kuwait dalam waktu kurang lebih seminggu.

Sementara itu, dalam Laporan Pasar Minyak Bulanan (MOMR) yang dirilis hari Kamis, OPEC memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia tahun 2026 menjadi 970.000 bph, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,17 juta bph, dan sekaligus menandai revisi penurunan kedua berturut-turut. Permintaan diperkirakan akan kembali pulih pada tahun depan, meningkat sebesar 1,73 juta bph, naik dari 1,54 juta bph dari laporan OPEC bulan lalu.

Turut membebani harga, dalam pembicaraan via telepon pada Kamis malam, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Presiden Trump mengenai kemungkinan kesepakatan perdamaian yang sedang dipertimbangkan antara AS dan Iran.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $89 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $84 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - Michigan Consumer Sentiment

 

46

44.8

21:00

USA - Michigan Inflation Expectations

 

4.8%

4.8%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788