Home
>
News
>
Publication
>
Tekanan Inflasi AS dan Prospek Suku Bunga Tinggi Bebani Harga Emas
Tekanan Inflasi AS dan Prospek Suku Bunga Tinggi Bebani Harga Emas
Friday, 12 June 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1578

-0.13%

GBPUSD

1.3416

-0.10%

AUDUSD

0.7047

-0.24%

NZDUSD

0.5836

-0.36%

USDJPY

159.94

0.16%

USDCHF

0.7957

0.05%

USDCAD

1.3959

0.14%

GOLDUD

4208.53

-0.46%

USD/IDR

17,975

0.00%

Fokus Emas:

  1. Perkembangan negosiasi damai AS–Iran dan dampaknya terhadap sentimen safe haven
  2. Inflasi AS yang tetap tinggi dan meningkatnya ekspektasi suku bunga The Fed 

Jumat, 12 Juni 2026 – Harga emas melemah ke level US$4.208 per troy ons dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran setelah Presiden AS Donald Trump mengindikasikan peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat yang berpotensi membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Meski demikian, pemerintah Iran menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat keputusan final terkait kesepakatan tersebut. Ketidakpastian tersebut membuat pergerakan emas cenderung volatil, di mana berkurangnya risiko geopolitik menekan permintaan aset safe haven, sementara potensi kegagalan negosiasi masih menjadi faktor penopang harga.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap emas juga berasal dari data inflasi produsen AS yang kembali menunjukkan kenaikan. Indeks Harga Produsen (PPI) AS tercatat naik 1,1% (mtm) dan 6,5% (yoy) pada Mei, menjadi kenaikan tahunan terbesar dalam sekitar tiga setengah tahun terakhir. Sementara itu, PPI inti meningkat 0,4% (mtm) dan 4,9% (yoy). Data tersebut memperkuat sinyal bahwa tekanan inflasi masih relatif tinggi, terutama akibat kenaikan harga energi yang dipicu konflik Timur Tengah. Kondisi ini meningkatkan keyakinan pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan sekitar 60% peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember 2026. Ekspektasi suku bunga tinggi tersebut mendorong penguatan dolar AS dan meningkatkan biaya peluang kepemilikan emas sebagai aset non-yielding. Ke depan, pasar akan terus mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran, pergerakan harga energi, serta komunikasi pejabat The Fed untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.083 hingga $3.954, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.280 hingga $4.348. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $3.757, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.545.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

09:00pm

USD

Michigan Consumer Sentiment Prel JUN

-

46

44.8

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788