Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1536 | 0.15% |
GBPUSD | 1.3372 | 0.10% |
AUDUSD | 0.6998 | 0.11% |
NZDUSD | 0.5810 | -0.17% |
USDJPY | 160.50 | -0.01% |
USDCHF | 0.7988 | -0.08% |
USDCAD | 1.3944 | -0.06% |
GOLDUD | 4061.70 | 0.68% |
USD/IDR | 17,966 | 0.00% |
Fokus:
USDCAD
Jumat, 12 Juni 2026 - Pasangan mata uang ini masih mempertahankan tren positif dan diperdagangkan di sekitar level 1,3979, melanjutkan kenaikan yang telah berlangsung selama dua hari berturut-turut. Meski demikian, ruang penguatan pasangan mata uang ini diperkirakan tidak terlalu lebar karena membaiknya kondisi geopolitik dapat mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.
Sentimen pasar membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa kesepakatan dengan Iran berpeluang tercapai dalam waktu dekat. Kesepakatan tersebut disebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz serta komitmen Iran untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir. Jika terealisasi, perkembangan ini dapat meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah dan mengurangi daya tarik dolar AS di pasar global.
Di sisi lain, meredanya risiko geopolitik turut menekan harga minyak mentah. Kondisi ini menjadi faktor negatif bagi dolar Kanada yang pergerakannya sangat dipengaruhi oleh sektor energi. Pelemahan harga minyak berpotensi mengurangi dukungan terhadap CAD, sehingga membantu USDCAD bertahan di level yang relatif tinggi meskipun dolar AS menghadapi tekanan dari membaiknya sentimen risiko global.
Sementara itu, dolar AS masih memperoleh dukungan dari data inflasi produsen Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan. Indeks Harga Produsen (PPI) tahunan pada Mei tercatat naik 6,5%, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dan sedikit melampaui ekspektasi pasar. Data tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve masih berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama, bahkan membuka peluang adanya kenaikan suku bunga tambahan apabila tekanan inflasi belum mereda secara signifikan. Support USDCAD berada di area 1,3940, sementara resistance di area 1,4000.
EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak diperdagangkan di sekitar level 1,1563 pada sesi Asia Jumat. Pergerakan euro dipengaruhi oleh keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) yang menaikkan suku bunga acuannya untuk pertama kali sejak 2023. ECB menaikkan suku bunga fasilitas deposito menjadi 2,25%, sementara suku bunga refinancing utama dan fasilitas pinjaman marjinal masing-masing naik menjadi 2,40% dan 2,65%. Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap meningkatnya risiko inflasi akibat kenaikan biaya energi yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.
Selain faktor kebijakan moneter, euro juga mendapat dukungan dari membaiknya sentimen risiko global setelah muncul harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa proses negosiasi kedua negara telah menunjukkan kemajuan sehingga rencana aksi militer baru terhadap Iran ditunda. Meski sentimen ini mendukung aset berisiko dan mengurangi permintaan terhadap dolar AS, pasar tetap mewaspadai perkembangan geopolitik di kawasan tersebut. Setiap peningkatan ketegangan berpotensi kembali mendorong permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS, yang dapat membatasi penguatan EURUSD. Support EURUSD berada di area 1.1530, sementara resistance di area 1.1600
GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak terbatas di sekitar level 1,3403 pada perdagangan sesi Asia Jumat setelah mencatat kenaikan tajam pada perdagangan sebelumnya. Penguatan yang terjadi sehari sebelumnya dipicu oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, yang mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Namun, pelaku pasar mulai lebih berhati-hati setelah muncul pernyataan dari pihak Iran bahwa sejumlah isu penting dalam proses negosiasi masih belum menemukan titik temu.
Ketidakpastian tersebut membantu dolar AS kembali mendapatkan dukungan, terlebih setelah data Indeks Harga Produsen (PPI) AS menunjukkan tekanan inflasi yang masih tinggi. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang mempertahankan kebijakan moneter ketat atau bahkan kembali menaikkan suku bunga pada akhir tahun. Sementara itu, investor juga menantikan sejumlah data ekonomi Inggris, termasuk laporan pertumbuhan ekonomi bulanan, yang dapat menjadi petunjuk baru mengenai prospek kebijakan Bank of England dan arah pergerakan GBPUSD selanjutnya. Support bergerak di area 1.3370, sementara resistance di area 1.3430.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 0,7029 pada perdagangan sesi Asia Jumat seiring menguatnya dolar AS setelah rilis data inflasi produsen Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan. Data tersebut menunjukkan tekanan harga di tingkat produsen masih meningkat, didorong oleh kenaikan biaya energi di tengah konflik yang berlangsung di Timur Tengah. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa inflasi AS masih menjadi perhatian utama bagi Federal Reserve.
Meningkatnya tekanan inflasi membuat pasar kembali memperhitungkan peluang kebijakan suku bunga AS yang tetap ketat untuk jangka waktu lebih lama, sehingga memberikan dukungan bagi dolar AS. Di sisi lain, dolar Australia cenderung tertahan menjelang keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) pekan depan. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan RBA akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang, sementara ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan mulai berkurang, yang dapat membatasi ruang penguatan AUD dalam jangka pendek. Support berada di area 0.7000, sementara resistance di area 0.7050.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 0,5815 pada perdagangan sesi Asia Jumat setelah sebelumnya mencatat pemulihan yang cukup kuat dari level terendah dalam lebih dari dua bulan. Meski mengalami tekanan jual kembali, pergerakan pasangan ini masih relatif terbatas dan bertahan di atas level psikologis 0,5800. Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang membatasi kenaikan dolar Selandia Baru di tengah ketidakpastian sentimen pasar global.
Dolar AS mendapat dukungan dari meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang mempertahankan kebijakan suku bunga ketat setelah data inflasi konsumen dan produsen AS menunjukkan tekanan harga yang kembali meningkat. Selain itu, ketidakpastian terkait perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran turut menjaga permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, potensi kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) dalam beberapa bulan mendatang masih menjadi faktor pendukung bagi dolar Selandia Baru, sehingga dapat membantu membatasi pelemahan NZDUSD dalam jangka pendek. Support berada di area 0.5800, sementara resistance di area 0.5840.
USDJPY - Pasangan mata uang ini menguat ke sekitar level 160,20 pada perdagangan sesi Asia Jumat, didorong oleh penguatan dolar AS setelah data inflasi produsen Amerika Serikat dirilis lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Indeks Harga Produsen (PPI) AS pada Mei menunjukkan kenaikan yang lebih besar dibandingkan bulan sebelumnya, mengindikasikan bahwa tekanan inflasi masih cukup kuat. Kondisi ini mendorong pasar untuk kembali memperkirakan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama dari yang sebelumnya diperkirakan.
Meski demikian, ruang kenaikan USDJPY masih berpotensi terbatas karena pasangan mata uang ini berada di dekat area 160,00 yang selama ini dianggap sensitif oleh otoritas Jepang. Pemerintah Jepang kembali menegaskan kesiapannya untuk mengambil langkah yang diperlukan apabila terjadi pergerakan nilai tukar yang dinilai berlebihan. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati perkembangan menjelang rapat kebijakan Bank of Japan (BoJ) pekan depan, yang akan tetap berlangsung sesuai jadwal meskipun Gubernur Kazuo Ueda tidak dapat memimpin pertemuan tersebut karena alasan kesehatan. Support USDJPY berada di area 159.80,sementara resistance di area 160.50.
USDCHF - Pasangan mata uang ini menguat ke area 0,7961 pada perdagangan sesi Asia seiring meningkatnya permintaan terhadap dolar AS. Penguatan greenback didorong oleh data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan tekanan inflasi masih cukup tinggi, sehingga memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga ketat dalam jangka waktu yang lebih lama. Kondisi tersebut membuat dolar AS tetap menarik di tengah ketidakpastian pasar global.
Di sisi lain, franc Swiss cenderung bergerak lebih terbatas meskipun masih mendapat dukungan dari statusnya sebagai aset safe haven. Pelaku pasar saat ini juga mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan sejumlah data ekonomi AS yang akan dirilis dalam waktu dekat untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed. Selama sentimen suku bunga tinggi AS masih bertahan, USDCHF berpotensi mempertahankan penguatannya dalam jangka pendek. Support berada di area 0.7940, sementara resistance di area 0.7980.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
01:00pm | GBP | GDP MoM APR |
| 0.1% | 0.3% |
01:00pm | GBP | Balance of Trade APR |
| £-4.1B | £-9.658B |
09:00pm | US | Michigan Consumer Sentiment Prel JUN |
| 46 | 44.8 |