Home
>
News
>
Publication
>
GBPUSD Menguat, Pasar Menanti Petunjuk Baru dari Data Inflasi AS dan PDB Inggris
GBPUSD Menguat, Pasar Menanti Petunjuk Baru dari Data Inflasi AS dan PDB Inggris
Thursday, 11 June 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1536

0.15%

GBPUSD

1.3372

0.10%

AUDUSD

0.6998

0.11%

NZDUSD

0.5810

-0.17%

USDJPY

160.50

-0.01%

USDCHF

0.7988

-0.08%

USDCAD

1.3944

-0.06%

GOLDUD

4061.70

0.68%

USD/IDR

17,966

0.00%

Fokus:

  1. Ekspektasi suku bunga tinggi AS menopang dolar.
  2. Pasar menunggu data IHP AS dan PDB Inggris.



GBPUSD
Kamis, 11 Juni 2026
- Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 1,3385, didukung oleh sentimen positif terhadap pound sterling. Meski demikian, laju penguatan pasangan mata uang ini masih berpotensi terbatas karena pelaku pasar tetap mempertimbangkan prospek kebijakan moneter Amerika Serikat yang cenderung ketat dalam jangka waktu lebih lama.

Dolar AS masih memperoleh dukungan dari serangkaian data ekonomi yang menunjukkan ketahanan aktivitas ekonomi dan tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda. Kondisi tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru melonggarkan kebijakan moneternya, sehingga imbal hasil aset berbasis dolar tetap menarik bagi investor global.

Fokus pasar saat ini tertuju pada data Indeks Harga Produsen (IHP) Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data tersebut dinilai penting karena dapat memberikan gambaran mengenai arah inflasi dan ekspektasi suku bunga The Fed ke depan. Sejumlah analis bahkan mulai memperkirakan bahwa penurunan suku bunga AS dapat tertunda lebih lama dari perkiraan sebelumnya apabila tekanan harga masih bertahan tinggi.

Sementara itu, dari Inggris, sejumlah pejabat Bank of England (BoE) memberikan sinyal bahwa suku bunga saat ini sudah cukup membatasi aktivitas ekonomi. Gubernur BoE Andrew Bailey juga menegaskan bahwa bank sentral belum melihat urgensi untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Pelaku pasar kini menantikan data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris yang akan dirilis pada hari Jumat guna memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi dan arah kebijakan BoE ke depan. Support GBPUSD berada di area 1,3350, sementara resistance di area 1,3410.

EURUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke sekitar 1,1553 pada perdagangan Kamis setelah euro mendapat dukungan dari ekspektasi pasar terhadap kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB). Pelaku pasar menilai ECB masih berpotensi mempertahankan sikap yang cenderung ketat guna memastikan tekanan inflasi tetap terkendali. Selain itu, investor juga menantikan proyeksi terbaru ECB terkait inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.

Di sisi lain, penguatan EURUSD berpotensi tertahan oleh meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven di tengah memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global, sehingga mendorong sebagian investor beralih ke dolar AS. Kondisi ini dapat membatasi ruang kenaikan EURUSD meskipun sentimen terhadap euro masih relatif positif. Support EURUSD berada di area 1,1520, sementara resistance di area 1,1580.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke sekitar 0,7006 pada perdagangan Kamis setelah berhasil bangkit dari level terendah dua bulan yang sempat tercapai pada sesi sebelumnya. Pelemahan dolar AS memberikan ruang bagi dolar Australia untuk pulih, terutama setelah data inflasi inti AS menunjukkan tekanan harga yang lebih terkendali dari perkiraan. Kondisi tersebut mengurangi dorongan beli terhadap dolar AS dan membantu AUDUSD kembali bertahan di atas level psikologis 0,7000.

Meski demikian, potensi kenaikan AUD/USD masih dibayangi sejumlah faktor eksternal. Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, sementara ekspektasi bahwa Federal Reserve masih dapat mempertahankan suku bunga tinggi hingga akhir tahun turut menopang mata uang AS. Dari sisi Australia, berkurangnya peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Reserve Bank of Australia (RBA) juga dapat membatasi penguatan dolar Australia. Pelaku pasar kini menantikan rilis data Indeks Harga Produsen (IHP) AS sebagai petunjuk baru terkait arah kebijakan moneter The Fed. Support AUDUSD berada di area 0,6980, sementara resistance di area 0,7030.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak di sekitar level 0,5800 setelah gagal mempertahankan penguatan yang sempat membawa harga mendekati 0,5850. Pelemahan inflasi inti Amerika Serikat sebelumnya sempat menekan dolar AS dan mendorong penguatan dolar Selandia Baru. Namun, perubahan sentimen pasar akibat meningkatnya ketegangan geopolitik membuat investor kembali mencari aset yang lebih aman, sehingga dolar AS kembali menguat dan membatasi kenaikan NZD/USD.

Di sisi lain, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) masih memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga berpotensi dilakukan dalam beberapa bulan mendatang guna menjaga inflasi tetap terkendali. Meskipun prospek tersebut seharusnya mendukung dolar Selandia Baru, pasar menilai tingkat suku bunga Selandia Baru masih relatif kurang menarik dibandingkan Amerika Serikat. Akibatnya, dukungan dari ekspektasi pengetatan kebijakan RBNZ belum mampu mendorong penguatan NZDUSD secara berkelanjutan. Support berada di area 0,5780, sementara resistance di area 0,5830.

USDJPY - Pasangan mata uang ini dibuka di level 160,50 dan sempat bergerak turun tipis ke 160,49 pada perdagangan sesi Asia. Pergerakan pasangan mata uang ini cenderung stabil setelah mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut dan menyentuh level tertinggi enam minggu. Terbatasnya kenaikan USD/JPY dipengaruhi oleh kewaspadaan pasar terhadap kemungkinan intervensi dari otoritas Jepang yang terus memantau pergerakan nilai tukar yen. Pemerintah Jepang juga menegaskan kesiapannya untuk mengambil langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas pasar valuta asing.

Di sisi lain, dolar AS masih mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta meningkatnya risiko gangguan pasokan energi global turut mendorong minat investor terhadap dolar AS. Meski demikian, potensi kenaikan USDJPY dapat dibatasi oleh ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang dipicu kenaikan harga energi. Support USDJPY berada di area 160,20, sementara resistance di area 160,80.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 0,7982 pada perdagangan sesi Asia pagi hari ini. Pelemahan pasangan mata uang ini dipengaruhi oleh berkurangnya minat pasar terhadap dolar AS setelah investor melakukan aksi ambil untung menyusul penguatan yang terjadi dalam beberapa sesi sebelumnya. Selain itu, pergerakan pasar yang cenderung berhati-hati menjelang sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat turut membatasi penguatan dolar AS.

Di sisi lain, franc Swiss masih mendapat dukungan dari statusnya sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi dunia membuat sebagian investor tetap mempertahankan eksposur pada aset yang dianggap lebih aman. Pelaku pasar kini menantikan perkembangan sentimen global serta data ekonomi AS untuk menentukan arah pergerakan USDCHF selanjutnya. Support USDCHF berada di area 0,7960, sementara resistance di area 0,8010.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak di sekitar level 1,3935 pada perdagangan Kamis setelah gagal melanjutkan penguatan yang sempat terjadi pada sesi sebelumnya. Kenaikan harga minyak dunia memberikan dukungan bagi dolar Kanada, mengingat Kanada merupakan salah satu eksportir minyak utama. Sentimen tersebut muncul setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global dan mendorong harga minyak kembali menguat.

Meski demikian, penurunan USDCAD masih relatif terbatas karena dolar AS tetap mendapat dukungan dari permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik. Selain itu, pasar masih memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama dibandingkan Bank of Canada (BoC), yang cenderung lebih fokus mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. Perbedaan arah kebijakan kedua bank sentral tersebut berpotensi menjaga USDCAD tetap berada di level yang relatif tinggi. Pelaku pasar kini menantikan data Indeks Harga Produsen (IHP) AS serta perkembangan terbaru harga minyak untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. Support USDCAD berada di area 1,3900, sementara resistance di area 1,3960.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

7:15pm

EUR

Deposit Facility Rate

 

2.3%

2.0%

7:15pm

EUR

ECB Interest Rate Decision

 

2.4%

2.2%

7:30pm

US

PPI MoM May

 

0.7%

1.4%

7:45pm

EUR

ECB Press Conference

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788