Historical Price
Get our historical price data to enrich your market analysis.

Analyze more accurately with our historical price data

ICDX market historical price data is an important indicator for your technical analysis and will help you give a more accurate market analysis.

Product
Tin Price
Daily price update for tin price based on the tin exchange at ICDX
Select Product
Date Day Product Settlement Ydsp Change Volume UOM
CPO Price
Daily price update for CPO and CPOTR based on the ICDX Market.
Select Product
Date Day Product Settlement Ydsp Change Volume UOM
REC Price
REC ( Renewable Energy Certificate ) daily price update based on the ICDX Market
Select Product
Date Day Product Last Price Change UOM
Periodic Report
Tuesday, 07 September 2021
Publication
Selasa, 7 September 2021 - Sempat bergerak loyo, AUDUSD lompat setelah pasar yang menyambut baik fokus utama dari dalam Australia. Anggota dewan Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga resmi (OCR) stabil pada rekor terendah 0.10% pada pertemuan kebijakan moneter September mereka, Bank sentral mengatakan bahwa mereka akan berhenti sejenak dengan pengurangan program pembelian obligasi. Selanjutnya, RBA mengatakan bahwa skenario utama adalah tidak ada kenaikan suku bunga sebelum 2024. Sebelumnya, Neraca Perdagangan China untuk Agustus melonjak melewati $5.,05 miliar menjadi $58.34 miliar, dibandingkan $56.59 miliar sebelumnya. Rincian menunjukkan impor tumbuh menjadi 33.1% sedangkan Ekspor melampaui perkiraan ke level 25.6%.
Selasa, 7 September 2021 - Kembali menguat setelah terkoreksi tipis kemarin, harga emas bergerak di kisaran $1825 per troy ounce. Sentimen pasar pasca rilis data tenaga kerja AS jumat kemarin masih menjadi fokus perhatian pasar.
Selasa, 07 September 2021 - Pasca keputusan Saudi pada hari Minggu yang memangkas harga jual minyak untuk pengiriman bulan Oktober dan memberikan tekanan pada pasar minyak di awal pekan, harga minyak pagi ini terpantau masih bertahan di zona bearish dibebani oleh potensi gelombang ketiga Covid-19 yang diperkirakan akan melanda India pada pertengahan September ini. Meski demikian, ketatnya pasokan AS akibat produsen di Teluk Meksiko yang belum beroperasi secara penuh membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Monday, 06 September 2021
Publication
Senin, 06 September 2021 - Setelah bergerak dalam rentang perdagangan psikologisnya, USDJPY memulai minggu perdagangan baru dengan nada yang lebih bullish. Sebelumnya, pasangan ini sempat jatuh ke bawah 109.50 untuk pertama kalinya sejak Agustus pasca rilis data NFP AS yang mengecewakan dan disponsori oleh aksi jual USD. Indeks Dolar AS, yang melacak kinerja USD terhadap enam rival utamanya bergerak ke bawah untuk diperdagangkan di bawah 92.00. Di sisi lain, Yen terus berjuang dengan gejolak politik, tekanan ekonomi, dan statistik pandemi yang belum membaik. PM Yoshihide Suga dikabarkan mengundurkan diri dan memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam pemilihan September. Dari data, angka Jibun Bank Japan Services PMI dirilis di 42.9 untuk Agustus vs 47.4 di bulan sebelumnya. Dalam perkembangan terakhir, pemerintah Jepang juga dikabarkan akan memperpanjang keadaan darurat di Tokyo dan beberapa negara bagian lainnya hingga minggu terakhir September.
Senin, 6 September 2021 - Membuka perdagangan di sesi Asia pada awal pekan ini, harga emas bergerak di kisaran $1826.7. Data sektor tenaga kerja AS yang rilis jumat kemarin memberikan dorongan kuat pada pergerakan harga emas. Sementara hari ini, sebagian pasar global akan tutup, dengan AS yang memperingati Hari Buruh.
Senin, 06 September 2021 - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau masih melanjutkan tren bearish dibebani oleh keputusan Saudi memangkas harga jual minyak untuk pengiriman bulan Oktober, hanya beberapa hari menyusul keputusan resmi OPEC+ untuk terus meningkatkan produksi.
Jumat, 03 September 2021 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkonsolidasi didukung oleh sentimen dari gangguan produksi minyak AS di Teluk Meksiko. Meski demikian, rencana kenaikan harga eceran bensin di India serta potensi penangguhan penerbangan internasional di China hingga paruh pertama 2022 memicu potensi penurunan permintaan bahan bakar yang sekaligus membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Jumat, 03 September 2021 - USDCHF naik lebih tinggi di jam perdagangan Asia pada sesi hari Jumat ini. Setelah menguji tingkat apresiasi di atas 0.9150 di sesi sebelumnya, pasangan ini diperdagangkan dalam rentang perdagangan yang cenderung sempit. Katalisnya datang dari Indeks Dolar AS (DXY) yang bergerak seiring dengan pergerakan imbal hasil 10-tahun dan diperdagangkan di bawah 92.50, untuk membatasi daya tarik USDCHF. Di AS, data Klaim Pengangguran Awal turun ke level terendah pandemi dalam pekan yang berakhir 28 Agustus, level terendah sejak Maret 2020. Angka tersebut berada di 340 ribu, di bawah konsensus pasar di 345 ribu. Selanjutnya, perusahaan AS mengumumkan 15,723 PHK pada Agustus, terendah sejak Juni 1997. Namun, data tersebut gagal memicu reli dalam USD - dan saat ini para pedagang sedang menunggu data Nonfarm Payrolls dan Pengangguran AS untuk mengukur sentimen pasar lebih lanjut.
Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788