| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.15520 | -0.05% |
GBPUSD | 1.34920 | -0.05% |
AUDUSD | 0.74000 | -0.30% |
NZDUSD | 0.71020 | -0.31% |
USDJPY | 113.730 | -0.12% |
USDCHF | 0.91280 | -0.07% |
USDCAD | 1.24550 | 0.11% |
GOLDUD | 1791.870 | 0.18% |
COFR | 1138166 | 0.38% |
USD/IDR | 14340 | 0.00% |
Fokus Crude Oil:
Jumat, 05 November 2021 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau kembali menguat didukung keputusan OPEC+ untuk mempertahankan laju produksi saat ini. Selain itu memanasnya tensi antara Iran dan AS yang berpotensi menghambat kembalinya barel Iran ke pasar minyak global ikut memberikan dukungan pada harga minyak.
Dalam pertemuan yang berlangsung hari Kamis, OPEC dan sekutunya menyetujui kuota produksi sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, yaitu meningkatkan produksi sebesar 400 ribu bph untuk bulan Desember. Keputusan OPEC+ tersebut sekaligus mengabaikan permintaan dari AS serta importir minyak utama lainnya untuk menambah lebih banyak pasokan ke pasar.
Turut mendukung harga minyak, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada hari Kamis mengatakan bahwa permintaan minyak dapat tumbuh 5-6 juta barel per hari pada tahun 2021. Selain itu, Novak juga menambahkan jika keputusan OPEC+ untuk mempertahankan laju produksi saat ini akan memungkinkan pemulihan pasokan sebanyak 2 juta bph pada 1 Januari 2022 nanti. OPEC dan sekutunya dijadwalkan akan bertemu kembali pada 1 Desember untuk membahas situasi saat ini dan keseimbangan pasokan-permintaan, dan keputusan untuk kuota produksi Januari.
Sementara itu, Presiden Iran Ebrahim Raisi pada hari Kamis menegaskan tidak akan mundur dengan cara apa pun dalam membela kepentingan Iran. Pernyataan Raisi yang diumumkan tepat sehari pasca Iran mengumumkan akan melanjutkan negosiasi nuklir pada 29 November nanti, memicu spekulasi akan memanasnya kembali tensi antara Iran dan AS yang berpotensi menghambat kembalinya barel Iran ke pasar minyak global.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,160,000 - 1,180,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,120,000 - 1,100,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - Unemployment Rate | - | 4.7% | 4.8% | |||||
19:30 | USA - Non-Farm Employment Change | - | 455K | 194K | |||||