| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.15870 | -0.03% |
GBPUSD | 1.35600 | 0.01% |
AUDUSD | 0.74210 | -0.20% |
NZDUSD | 0.71650 | -0.04% |
USDJPY | 113.210 | -0.13% |
USDCHF | 0.91290 | 0.05% |
USDCAD | 1.24410 | 0.02% |
GOLDUD | 1824.360 | 0.04% |
COFR | 1168315 | -0.19% |
USD/IDR | 14220 | 0.00% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 09 November 2021 - Penegasan sikap OPEC+ untuk mempertahankan kebijakan produksi serta potensi terhambatnya barel Iran ke pasar minyak global memberikan dukungan pada harga minyak. Meski demikian, AS yang pada minggu ini berencana mengumumkan strategi menangani kenaikan harga minyak membebani pergerakan harga pagi ini.
Menteri Energi UEA Suhail Al-Mazrouei pada hari Senin dalam Konferensi Mingguan Minyak Afrika mengatakan bahwa OPEC+ telah berhasil mencegah harga minyak naik dua hingga tiga kali lipat dari harga saat ini. Mazrouei juga menyetujui pernyataan dari Saudi, Abdulaziz bin Salman bahwa tanpa peran OPEC+ maka kondisi pasar minyak akan sama seperti pasar gas dan batu bara. Aliansi 23 negara pengekspor minyak mentah utama akan tetap berhati-hati dalam meningkatkan produksi karena pasar minyak akan beralih ke surplus pada kuartal pertama tahun depan, tambah Mazrouei. Dari pernyataan Mazrouei menandakan OPEC dan sekutunya akan tetap mempertahankan untuk tidak menambah lebih banyak pasokan ke pasar.
Turut mendukung harga minyak, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh pada hari Senin menuntut AS agar segera mencabut semua sanksi yang dijatuhkan pada Iran serta menjamin bahwa AS tidak akan keluar dari perjanjian nuklir lagi apabila kesepakatan berhasil dicapai. Desakan dari Iran tersebut memicu kekhawatiran bahwa kelanjutan negosiasi nuklir yang dijadwalkan pada 29 November nanti berpotensi terhambat karena permintaan Iran dianggap tidak realistis oleh AS serta kekuatan dunia lainnya, yang sekaligus mengindikasikan bahwa kembalinya barel Iran ke pasar minyak global tidak akan secepat yang diperkirakan sebelumnya.
Sementara itu, koalisi dari 11 senator Demokrat pada hari Senin mendesak Presiden Joe Biden untuk mengambil langkah-langkah ekstrem dalam menekan kenaikan harga gas, termasuk melarang ekspor minyak mentah dan merilis Cadangan Minyak Strategis AS. Di hari yang sama, Menteri Energi Jennifer Granholm mengatakan Presiden Biden pada minggu ini berencana mengumumkan rincian strategi jangka pendek dan jangka panjang untuk menangani krisis energi yang terjadi.
Untuk indikator yang dipantau pasar dalam waktu dekat untuk melihat gambaran permintaan minyak adalah laporan mingguan pasar minyak AS dari grup industri American Petroleum Institute (API) yang akan dirilis dini hari nanti dan dilanjutkan dengan laporan resmi dari badan statistik pemerintah AS Energy Information Administration (EIA) pada Rabu malam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,180,000 - 1,200,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,140,000 - 1,120,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
18:00 | USA - NFIB Small Business Index | - | 99.4 | 99.1 | |||||
20:30 | USA - PPI MoM | - | 0.6% | 0.5% | |||||
20:30 | USA - Core PPI MoM | - | 0.5% | 0.2% | |||||