| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.15540 | 0.01% |
GBPUSD | 1.34950 | -0.15% |
AUDUSD | 0.73860 | 0.07% |
NZDUSD | 0.70950 | 0.24% |
USDJPY | 113.430 | 0.14% |
USDCHF | 0.91240 | 0.13% |
USDCAD | 1.24600 | -0.05% |
GOLDUD | 1818.000 | 0.06% |
COFR | 1160159 | 1.50% |
USD/IDR | 14300 | 0.00% |
Fokus Crude Oil:
Senin, 08 November 2021 - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau masih melanjutkan tren bullish didorong oleh keputusan Aramco untuk menaikkan harga minyak pengiriman bulan Desember. Selain itu, rencana Biden untuk menutup jaringan pipa di tengah ketatnya pasokan energi saat ini turut memberikan dukungan pada harga minyak.
Produsen minyak negara Arab Saudi, Aramco pada Jumat malam mengumumkan kenaikan harga jual minyak untuk pengiriman bulan Desember, tepat sehari setelah OPEC+ menyatakan untuk mempertahankan kebijakan produksinya. Harga jual resmi (OSP) bulan Desember untuk tujuan Asia yang menjadi pelanggan utamanya, naik $1.40 menjadi $2.70 per barel, sementara untuk tujuan Eropa Barat Laut diberikan diskon 30 sen per barel di atas ICE Brent dan ke AS ditambah $1.75 per barel di atas ASCI (Argus Sour Crude Index). Keputusan Aramco tersebut memberikan sinyal bahwa produsen OPEC tidak akan tunduk pada desakan, terutama dari AS, untuk menambah lebih banyak pasokan ke pasar.
Turut mendukung harga minyak, pihak administasi Biden pada akhir pekan kemarin mengumumkan rencana untuk menutup jaringan pipa minyak Jalur 5 yang mengangkut minyak mentah sekitar 540 ribu bph. Apabila rencana itu dijalankan, maka berpotensi untuk mengerek harga energi lebih tinggi lagi, mengingat saat ini telah mendekati musim dingin.
Sementara itu, impor minyak mentah China bulan Oktober dilaporkan merosot ke level terendah dalam 3 tahun, karena kilang milik negara menahan pembelian akibat harga yang lebih tinggi, dan kilang swasta dibatasi oleh kuota impor. Negara importir terbesar minyak mentah dunia tersebut mengimpor 8.9 juta bph, turun dari 9.99 juta bph pada bulan September, ungkap data terbaru Administrasi Umum Bea Cukai yang dirilis pada hari Minggu. Meski demikian, diperkirakan impor akan meningkat pada November ini untuk menjaga kepastian pasokan bahan bakar selama musim dingin.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,190,000 - 1,210,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,140,000 - 1,120,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
22:30 | USA - Fed Chair Powell Speaks | - | - | - | |||||