Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Kian Melambung Didorong Keputusan Aramco Naikkan Harga Jual
Minyak Kian Melambung Didorong Keputusan Aramco Naikkan Harga Jual
Monday, 08 November 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.15540

0.01%

GBPUSD

1.34950

-0.15%

AUDUSD

0.73860

0.07%

NZDUSD

0.70950

0.24%

USDJPY

113.430

0.14%

USDCHF

0.91240

0.13%

USDCAD

1.24600

-0.05%

GOLDUD

1818.000

0.06%

COFR

1160159

1.50%

USD/IDR

14300

0.00%

Fokus Crude Oil:

  1. Aramco naikkan harga jual minyak untuk pengiriman bulan Desember.
  2. Impor minyak China bulan Oktober merosot ke level terendah dalam tiga tahun.


Senin, 08 November 2021 - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau masih melanjutkan tren bullish didorong oleh keputusan Aramco untuk menaikkan harga minyak pengiriman bulan Desember. Selain itu, rencana Biden untuk menutup jaringan pipa di tengah ketatnya pasokan energi saat ini turut memberikan dukungan pada harga minyak.

Produsen minyak negara Arab Saudi, Aramco pada Jumat malam mengumumkan kenaikan harga jual minyak untuk pengiriman bulan Desember, tepat sehari setelah OPEC+ menyatakan untuk mempertahankan kebijakan produksinya. Harga jual resmi (OSP) bulan Desember untuk tujuan Asia yang menjadi pelanggan utamanya, naik $1.40 menjadi $2.70 per barel, sementara untuk tujuan Eropa Barat Laut diberikan diskon 30 sen per barel di atas ICE Brent dan ke AS ditambah $1.75 per barel di atas ASCI (Argus Sour Crude Index). Keputusan Aramco tersebut memberikan sinyal bahwa produsen OPEC tidak akan tunduk pada desakan, terutama dari AS, untuk menambah lebih banyak pasokan ke pasar.

Turut mendukung harga minyak, pihak administasi Biden pada akhir pekan kemarin mengumumkan rencana untuk menutup jaringan pipa minyak Jalur 5 yang mengangkut minyak mentah sekitar 540 ribu bph. Apabila rencana itu dijalankan, maka berpotensi untuk mengerek harga energi lebih tinggi lagi, mengingat saat ini telah mendekati musim dingin.

Sementara itu, impor minyak mentah China bulan Oktober dilaporkan merosot ke level terendah dalam 3 tahun, karena kilang milik negara menahan pembelian akibat harga yang lebih tinggi, dan kilang swasta dibatasi oleh kuota impor. Negara importir terbesar minyak mentah dunia tersebut mengimpor 8.9 juta bph, turun dari 9.99 juta bph pada bulan September, ungkap data terbaru Administrasi Umum Bea Cukai yang dirilis pada hari Minggu. Meski demikian, diperkirakan impor akan meningkat pada November ini untuk menjaga kepastian pasokan bahan bakar selama musim dingin.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,190,000 - 1,210,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,140,000 - 1,120,000 per barel. 

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:30

USA - Fed Chair Powell Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788