Senin, 02 Maret 2026 - Setelah dibuka menguat hingga 12% dari penutupan akhir pekan, harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi bearish di kisaran level $70 per barel menyusul keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi. Meski demikian, potensi harga kembali bullish masih cukup kuat seiring dengan eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang mengancam gangguan di sisi pasokan.
Senin, 2 Maret 2026 – USDCAD dibuka di 1.3680 dan turun -0.41%. USD/CAD menjadi salah satu pasangan yang paling aktif di awal pekan ini, namun pergerakannya justru berlawanan dengan kekuatan umum Dolar AS. Di tengah eskalasi besar konflik Timur Tengah yang pecah setelah serangan militer terkoordinasi antara AS dan Israel terhadap Iran serta respons balasan dari Teheran dan kelompok sekutunya. Indeks Dolar AS sempat menguat karena investor menghindari risiko, sementara pasar ekuitas global tertekan dan harga emas melonjak signifikan. Namun, dalam konteks USD/CAD, faktor geopolitik ini memicu dampak yang lebih kompleks karena implikasinya terhadap pasar energi jauh lebih dominan dibandingkan sekadar arus lindung nilai ke USD.
Senin, 02 Maret 2026 – Harga emas melonjak ke kisaran US$5.368 per troy ons pada awal sesi perdagangan, naik sekitar 2% menyusul eskalasi militer setelah serangan besar Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Jumat, 27 Februari 2026 – Harga emas naik di kisaran US$5.182 per troy ons pada awal sesi perdagangan, dengan pelaku pasar cenderung wait and see menjelang hasil putaran ketiga perundingan tidak langsung nuklir antara Amerika Serikat dan Iran di Jenewa.
Jumat, 27 Februari 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak meredup tertekan oleh sentimen dari kemajuan signifikan dalam negosiasi nuklir antara AS dengan Iran, yang meredakan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik baru di wilayah Timur Tengah tersebut.
Jumat, 27 Februari 2026 – USDCAD dibuka di 1.3671 dan menguat 0.08%. USD/CAD kembali menunjukkan penguatan setelah sempat terkoreksi di awal pekan, dengan harga kini bertahan di atas area 1.37. Dolar AS mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih lama, menyusul data klaim pengangguran yang tetap solid dan inflasi yang masih cukup persisten. Risalah FOMC juga menegaskan bahwa pejabat The Fed belum terburu-buru memangkas suku bunga, bahkan masih membuka peluang pengetatan jika inflasi gagal turun menuju target 2%. Kondisi ini mendorong pelaku pasar mengurangi spekulasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga menopang penguatan USD terhadap CAD.
26 Februari 2026 – Kiwi dibuka di 0.5996 dan naik 0.27%. NZD/USD menjadi sorotan setelah menguat cukup solid di tengah tekanan luas terhadap Dolar AS. Pelemahan Greenback dipicu oleh meningkatnya kembali ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat menyusul pidato Presiden Donald Trump yang menegaskan komitmennya terhadap kebijakan tarif dan membuka peluang kenaikan bea masuk global. Sikap tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi balasan dagang dan gangguan rantai pasok, sehingga mengurangi daya tarik Dolar AS dan memberi ruang apresiasi bagi mata uang berisiko seperti Dolar Selandia Baru.
Kamis, 26 Februari 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari potensi kelebihan pasokan pasca OPEC+ mengisyaratkan untuk meningkatkan pada pertemuan 1 Maret, dan rilisnya laporan stok EIA. Meski demikian, sinyal eskalasi ketegangan AS dengan Iran membatasi penurunan harga lebih lanjut.