Home
>
News
>
Publication
>
NZD/USD Menguat di Tengah Tekanan Dolar AS Akibat Ketidakpastian Perdagangan
NZD/USD Menguat di Tengah Tekanan Dolar AS Akibat Ketidakpastian Perdagangan
Thursday, 26 February 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1810

0.15%

GBPUSD

1.3557

0.13%

AUDUSD

0.7121

0.21%

NZDUSD

0.5996

0.27%

USDJPY

156.36

-0.37%

USDCHF

0.7722

-0.16%

USDCAD

1.3676

-0.12%

GOLDUD

5173.57

0.48%

USD/IDR

16,808

0.00%

Fokus NZD/USD:

  1. Tekanan pada US Dolar
  2. RBNZ mempertahankan kebijakan moneter

26 Februari 2026 – Kiwi dibuka di 0.5996 dan naik 0.27%. NZD/USD menjadi sorotan setelah menguat cukup solid di tengah tekanan luas terhadap Dolar AS. Pelemahan Greenback dipicu oleh meningkatnya kembali ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat menyusul pidato Presiden Donald Trump yang menegaskan komitmennya terhadap kebijakan tarif dan membuka peluang kenaikan bea masuk global. Sikap tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi balasan dagang dan gangguan rantai pasok, sehingga mengurangi daya tarik Dolar AS dan memberi ruang apresiasi bagi mata uang berisiko seperti Dolar Selandia Baru.

Meski demikian, fundamental domestik Selandia Baru belum sepenuhnya memberikan dorongan agresif bagi Kiwi. Reserve Bank of New Zealand mempertahankan kebijakan moneternya dan menilai inflasi bergerak menuju kisaran target tanpa memerlukan pengetatan tambahan dalam waktu dekat. Gubernur Anna Breman menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi diperkirakan membaik secara bertahap tanpa menciptakan tekanan harga berlebih. Sikap ini membuat pasar melihat ruang kenaikan suku bunga masih terbatas dibandingkan beberapa bank sentral lain di kawasan.

Di sisi lain, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama juga menjadi faktor yang membatasi pelemahan Dolar AS secara lebih dalam. Sejumlah pejabat The Fed menilai kebijakan saat ini masih relevan untuk memastikan inflasi kembali ke target secara berkelanjutan. Dengan demikian, penguatan NZD/USD saat ini lebih banyak ditopang oleh sentimen eksternal terhadap AS, sementara arah selanjutnya tetap sangat bergantung pada dinamika kebijakan global dan pergeseran persepsi risiko pasar.

Rebound cukup solid terjadi setelah tekanan sebelumnya, dengan support di 0.5960 dan resistance terdekat di 0.6035.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1810 dan menguat 0.15%. EUR/USD bergerak menguat seiring meredanya momentum Dolar AS di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Pernyataan Presiden Donald Trump terkait penerapan tarif global baru pasca putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat memicu kembali kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kebijakan ekonomi AS dan potensi dampaknya pada rantai pasok global. Ketidakpastian ini mengurangi daya tarik Dolar AS sebagai aset lindung nilai, sehingga memberikan ruang apresiasi bagi Euro. Di sisi lain, sikap relatif stabil dari European Central Bank juga menopang mata uang tunggal tersebut. Presiden ECB, Christine Lagarde, menegaskan bahwa kebijakan suku bunga saat ini berada pada posisi yang tepat, memperkuat persepsi bahwa zona euro tidak berada dalam tekanan kebijakan tambahan. Kombinasi pelemahan sentimen terhadap Dolar AS dan stabilitas kebijakan Eropa membuat EUR/USD cenderung mempertahankan bias penguatan, meskipun pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap perkembangan inflasi lanjutan dan dinamika geopolitik global. Penguatan berlangsung moderat di tengah pelemahan tipis dolar AS, dengan support terdekat di 1.1775 dan resistance di 1.1855.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3557 dan naik 0.13%. GBP/USD turut mencatat penguatan, didorong oleh melemahnya Dolar AS serta ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Inggris. Pernyataan Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, yang membuka kemungkinan penyesuaian kebijakan namun tetap menyoroti tekanan inflasi jasa, menciptakan keseimbangan ekspektasi di pasar. Data inflasi Inggris yang melandai memang membuka ruang pelonggaran, namun belum cukup untuk mendorong pelemahan signifikan Poundsterling. Sementara itu, ketidakpastian arah kebijakan tarif AS kembali menjadi faktor eksternal yang membebani Greenback. Pelaku pasar menilai bahwa risiko perang dagang dapat mengganggu prospek pertumbuhan AS, sehingga membatasi penguatan Dolar AS terhadap mata uang utama lainnya. Dalam konteks ini, GBP/USD mendapatkan dukungan ganda dari sisi domestik yang relatif stabil dan tekanan eksternal terhadap Dolar AS, menjaga pasangan ini tetap berada dalam kecenderungan menguat secara fundamental. Pergerakan cenderung positif terbatas, dengan support di 1.3520 dan resistance terdekat di 1.3600.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.7121 dan menguat 0.21%. AUD/USD tampil sebagai salah satu pasangan dengan performa kuat, didukung oleh data inflasi Australia yang lebih tinggi dari ekspektasi. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa Reserve Bank of Australia masih mempertahankan sikap kebijakan yang ketat guna memastikan tekanan harga terkendali. Pernyataan Gubernur Michele Bullock mengenai perlunya kesabaran dalam mengelola inflasi turut mempertegas komitmen tersebut, sehingga menopang Dolar Australia. Di sisi eksternal, melemahnya Indeks Dolar AS akibat ketidakpastian perdagangan dan dinamika politik AS memberikan tambahan dorongan bagi Aussie. Sebagai mata uang yang sensitif terhadap sentimen risiko global, AUD juga diuntungkan oleh perbaikan selera risiko pasar. Kombinasi fundamental domestik yang solid dan tekanan terhadap Greenback menjadikan AUD/USD mempertahankan kecenderungan penguatan dalam jangka pendek. Momentum bullish masih terjaga dalam rentang moderat, dengan support terdekat di 0.7085 dan resistance di 0.7165.

USDJPY – USDJPY dibuka di 156.36 dan turun -0.37%. Berbeda dengan tiga pasangan sebelumnya, USD/JPY menunjukkan kecenderungan melemah seiring tekanan terhadap Dolar AS dan meningkatnya permintaan Yen sebagai aset lindung nilai. Ketidakpastian tarif dan potensi ketegangan geopolitik mendorong sebagian pelaku pasar untuk mengalihkan dana ke mata uang safe haven, termasuk Yen Jepang. Di sisi kebijakan, pernyataan pejabat Bank of Japan seperti Hajime Takata yang menegaskan perlunya normalisasi kebijakan secara bertahap menunjukkan bahwa Jepang semakin menjauh dari era suku bunga ultra-longgar. Meski prosesnya dilakukan hati-hati, sinyal bahwa Jepang telah keluar dari fase deflasi struktural memberikan dukungan jangka menengah bagi Yen, sehingga membatasi ruang penguatan USD/JPY. Koreksi terjadi setelah penguatan sebelumnya, dengan support terdekat di 155.80 dan resistance di 157.00.

USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7722 dan melemah -0.16%. USD/CHF juga menunjukkan pelemahan seiring meningkatnya permintaan terhadap Franc Swiss sebagai aset aman. Ketidakpastian kebijakan tarif AS serta kekhawatiran terhadap stabilitas global mendorong arus dana ke mata uang defensif seperti CHF. Di sisi domestik, sikap Swiss National Bank yang tetap waspada terhadap dinamika inflasi dan nilai tukar memberikan landasan fundamental yang relatif kuat bagi Franc. Dengan kombinasi tekanan eksternal terhadap Dolar AS dan karakter defensif mata uang Swiss, USD/CHF cenderung bergerak lebih lemah dalam lingkungan pasar yang masih dibayangi ketidakpastian globalTekanan jual masih terbatas, dengan support di 0.7690 dan resistance terdekat di 0.7760.

USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3676 dan turun -0.12%. USD/CAD bergerak melemah terutama akibat tekanan terhadap Dolar AS di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan. Selain faktor tersebut, stabilisasi harga minyak dunia turut memberikan dukungan bagi Dolar Kanada, mengingat Kanada merupakan salah satu eksportir energi utama. Ketika sentimen risiko global membaik dan harga komoditas relatif terjaga, mata uang komoditas seperti CAD cenderung mendapatkan aliran masuk modal. Dengan Dolar AS kehilangan sebagian daya tariknya sebagai safe haven, USD/CAD menghadapi tekanan turun, meskipun pasar tetap memantau perkembangan geopolitik dan kebijakan perdagangan yang dapat memicu volatilitas sewaktu-waktu. Pergerakan cenderung terkoreksi ringan, dengan support terdekat di 1.3640 dan resistance di 1.3720.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:20am

USD

FOMC Member Musalem Speaks

-

-

-

7:00am

NZD

ANZ Business Confidence

59.2

-

64.1

7:30am

AUD

Private Capital Expenditure q/q

0.4%

-0.1%

6.4%

7:30am

AUD

RBA Bulletin

-

-

-

3:30pm

EUR

ECB President Lagarde Speaks

-

-

-

4:00pm

EUR

M3 Money Supply y/y

-

2.9%

2.8%

4:00pm

EUR

Private Loans y/y

-

3.1%

3.0%

4:00pm

GBP

MPC Member Lombardelli Speaks

-

-

-

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-9.5%

Tentative

EUR

Italian 10-y Bond Auction

-

-

3.44|1.6

8:30pm

CAD

Current Account

-

-8.2B

-9.7B

8:30pm

USD

Unemployment Claims

-

217K

206K

10:00pm

USD

FOMC Member Bowman Speaks

-

-

-

10:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

-36B

-144B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788