Home
>
News
>
Publication
>
Mata Uang USD/CAD Menguat Didukung Ekspektasi The Fed dan Tekanan Harga WTI
Mata Uang USD/CAD Menguat Didukung Ekspektasi The Fed dan Tekanan Harga WTI
Friday, 27 February 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1805

-0.11%

GBPUSD

1.3493

-0.14%

AUDUSD

0.7109

-0.19%

NZDUSD

0.5996

0.27%

USDJPY

156.12

-0.29%

USDCHF

0.7728

0.16%

USDCAD

1.3671

0.08%

GOLDUD

5182.03

0.25%

USD/IDR

16,753

0.00%

Fokus USD/CAD:

  1. Ekspektasi The Fed pertahankan suku bunga
  2. Pasar menanti GDP Kanada dan US PPI

Jumat, 27 Februari 2026 – USDCAD dibuka di 1.3671 dan menguat 0.08%. USD/CAD kembali menunjukkan penguatan setelah sempat terkoreksi di awal pekan, dengan harga kini bertahan di atas area 1.37. Dolar AS mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih lama, menyusul data klaim pengangguran yang tetap solid dan inflasi yang masih cukup persisten. Risalah FOMC juga menegaskan bahwa pejabat The Fed belum terburu-buru memangkas suku bunga, bahkan masih membuka peluang pengetatan jika inflasi gagal turun menuju target 2%. Kondisi ini mendorong pelaku pasar mengurangi spekulasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga menopang penguatan USD terhadap CAD.

Di sisi lain, sentimen terhadap Dolar Kanada masih rapuh menjelang rilis data GDP Kanada dan US PPI. Meskipun defisit neraca berjalan Kanada menunjukkan perbaikan, proyeksi pertumbuhan ekonomi Q4 diperkirakan stagnan, yang berpotensi membatasi ruang penguatan CAD. Ketidakpastian terkait kebijakan tarif AS juga masih menjadi faktor volatilitas, namun pasar mulai melihat bahwa pemerintah AS akan tetap menjaga stabilitas perdagangan, sehingga tekanan terhadap Greenback cenderung mereda dibandingkan sebelumnya.

Katalis tambahan datang dari pergerakan harga minyak WTI yang masih bergerak fluktuatif di kisaran $65 per barel. Negosiasi nuklir AS–Iran yang berlanjut mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan, sementara lonjakan persediaan minyak AS dan peningkatan ekspor dari beberapa produsen besar membebani harga. Melemahnya harga minyak cenderung menekan CAD mengingat Kanada merupakan eksportir energi utama. Selama WTI sulit rebound signifikan, tekanan terhadap Loonie bisa berlanjut dan membuka peluang USD/CAD untuk mempertahankan bias bullish dalam jangka pendek.

Pergerakan relatif stabil dengan bias naik tipis, dengan support terdekat di 1.3635 dan resistance di 1.3715.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1805 dan melemah -0.11%. EUR/USD menunjukkan penguatan bertahap di tengah tekanan terhadap Dolar AS yang dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Putusan Mahkamah Agung AS yang membatasi sebagian kewenangan tarif Presiden Donald Trump justru direspons dengan kebijakan tarif global baru sebesar 10% dan wacana kenaikan hingga 15%. Pergeseran kebijakan yang cepat ini memicu kekhawatiran pasar mengenai potensi retaliasi dagang dan gangguan rantai pasok global, sehingga mengurangi daya tarik Greenback dalam jangka pendek. Di sisi lain, sebagian pelaku pasar menilai bahwa kebijakan tersebut tetap berisiko memperlambat pertumbuhan global, yang membuat pergerakan Dolar cenderung fluktuatif dan sensitif terhadap perkembangan politik. Dari sisi Eropa, inflasi kawasan Euro yang turun ke 1,7% memperkuat keyakinan bahwa tekanan harga semakin terkendali. Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan bahwa inflasi diperkirakan akan stabil di kisaran target 2% dalam jangka menengah dan kebijakan akan tetap berbasis data tanpa komitmen jalur suku bunga tertentu. Meskipun hal ini membatasi ruang penguatan Euro secara agresif, pasar juga menilai bahwa ECB kemungkinan telah mendekati akhir siklus pelonggaran. Dengan demikian, keseimbangan antara ketidakpastian AS dan stabilisasi kebijakan ECB menjadi faktor utama yang menjaga EUR/USD tetap cenderung menguat. Pergerakan terkoreksi tipis di tengah stabilnya dolar AS, dengan support terdekat di 1.1775 dan resistance di 1.1845.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3493 dan turun -0.14%. GBP/USD bergerak lebih kuat seiring melemahnya Dolar AS akibat ketidakpastian kebijakan tarif dan ekspektasi bahwa Federal Reserve belum akan tergesa-gesa menurunkan suku bunga. Data tenaga kerja AS yang relatif solid memang memberi dukungan sementara bagi Dolar, namun kekhawatiran terhadap dampak kebijakan perdagangan tetap menahan minat beli agresif terhadap mata uang tersebut. Pelaku pasar kini menunggu data inflasi produsen AS untuk mengukur apakah tekanan harga kembali meningkat, yang berpotensi mengubah ekspektasi kebijakan moneter The Fed. Di sisi domestik Inggris, dinamika politik menjelang pemilihan sela serta spekulasi mengenai stabilitas kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer menjadi faktor yang sempat membebani Pound. Namun demikian, inflasi Inggris yang menurun ke 3% memperkuat ekspektasi bahwa Bank of England memiliki ruang untuk pelonggaran bertahap tanpa mengganggu stabilitas harga. Kombinasi antara prospek kebijakan yang lebih terukur dan melemahnya Dolar AS membuat GBP/USD tetap berada dalam tren penguatan, meski volatilitas politik masih menjadi risiko tersendiri. Tekanan masih terlihat moderat dalam fase konsolidasi, dengan support di 1.3455 dan resistance terdekat di 1.3535.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.7109 dan melemah -0.19%. AUD/USD menguat ditopang oleh ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia masih mempertahankan sikap kebijakan yang relatif ketat dibandingkan sejumlah bank sentral lain. Inflasi Australia yang tetap berada di atas target memperkuat keyakinan bahwa tekanan harga belum sepenuhnya mereda. Gubernur RBA Michele Bullock menekankan pentingnya pendekatan yang hati-hati, namun pasar tetap melihat kemungkinan pengetatan tambahan apabila inflasi kembali meningkat. Hal ini memberikan dukungan fundamental bagi Dolar Australia. Selain faktor domestik, pelemahan Dolar AS akibat ketidakpastian kebijakan perdagangan turut membuka ruang apresiasi bagi mata uang berbasis komoditas seperti Aussie. Sentimen risiko global yang relatif stabil juga membantu menopang permintaan terhadap aset berisiko. Dengan latar belakang tersebut, AUD/USD menunjukkan kecenderungan menguat, terutama selama Dolar AS masih dibayangi isu kebijakan fiskal dan perdagangan. Koreksi ringan terjadi setelah penguatan sebelumnya, dengan support terdekat di 0.7075 dan resistance di 0.7150.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5996 dan menguat 0.27%. Berbeda dengan Aussie, NZD/USD justru menunjukkan pelemahan relatif meskipun Dolar AS sempat tertekan. Fundamental domestik Selandia Baru menjadi faktor pembatas, di mana Reserve Bank of New Zealand menilai inflasi bergerak menuju target tanpa memerlukan pengetatan tambahan dalam waktu dekat. Survei bisnis menunjukkan perbaikan aktivitas, namun masih terdapat kapasitas ekonomi yang longgar sehingga ruang kenaikan suku bunga dinilai terbatas. Sementara itu, ketika Dolar AS mendapatkan kembali sebagian dukungan dari data tenaga kerja yang solid dan ekspektasi suku bunga The Fed yang tetap tinggi lebih lama, tekanan terhadap Kiwi meningkat. Dengan kombinasi kebijakan RBNZ yang cenderung stabil dan ketahanan ekonomi AS, NZD/USD bergerak melemah karena selisih ekspektasi kebijakan yang kurang menguntungkan bagi mata uang Selandia Baru. Rebound moderat masih terjaga, dengan support di 0.5960 dan resistance terdekat di 0.6035.

USDJPY – USDJPY dibuka di 156.12 dan turun -0.29%. USD/JPY melanjutkan penguatan dengan dukungan dari ketahanan ekonomi AS dan ekspektasi bahwa Federal Reserve belum akan melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat. Risalah FOMC menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat masih berhati-hati terhadap inflasi dan belum melihat urgensi untuk memangkas suku bunga. Hal ini menjaga imbal hasil aset AS tetap menarik dan menopang permintaan terhadap Dolar. Di sisi Jepang, meskipun Bank of Japan mulai memberi sinyal normalisasi kebijakan secara bertahap, laju pengetatan diperkirakan sangat hati-hati dan bergantung pada data. Inflasi Tokyo yang melambat menimbulkan pertanyaan mengenai urgensi kenaikan suku bunga lanjutan. Ketidakpastian fiskal domestik serta perbedaan arah kebijakan moneter dengan AS membuat Yen relatif tertahan, sehingga USD/JPY tetap berada dalam kecenderungan menguat. Koreksi terjadi setelah kenaikan sebelumnya, dengan support terdekat di 155.60 dan resistance di 156.80.

USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7728 dan naik 0.16%. USD/CHF cenderung melemah seiring meningkatnya permintaan terhadap mata uang safe haven seperti Franc Swiss di tengah ketegangan perdagangan global. Meskipun Dolar AS sempat mendapat dukungan dari data tenaga kerja yang solid, sentimen defensif di pasar membuat investor kembali mencari aset yang lebih stabil. Kebijakan tarif baru AS menambah kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan global, yang secara tradisional mendukung Franc Swiss. Selain itu, ekspektasi bahwa Swiss National Bank tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga turut memperkuat posisi Franc. Inflasi Swiss yang tetap rendah namun stabil memberikan ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan kebijakan tanpa tekanan tambahan. Kombinasi faktor defensif dan stabilitas kebijakan domestik membuat USD/CHF bergerak melemah, mencerminkan preferensi pasar terhadap aset yang lebih aman dalam lingkungan ketidakpastian global. Penguatan terbatas masih bertahan, dengan support di 0.7695 dan resistance terdekat di 0.7765.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:30am

JPY

Tokyo Core CPI y/y

1.8%

1.7%

2.0%

6:50am

JPY

Prelim Industrial Production m/m

2.2%

5.5%

-0.1%

6:50am

JPY

Retail Sales y/y

1.8%

0.1%

-0.9%

7:01am

GBP

GfK Consumer Confidence

-19

-15

-16

7:30am

AUD

Private Sector Credit m/m

0.5%

0.7%

0.8%

12:00pm

JPY

Housing Starts y/y

-

-1.9%

-1.3%

2:00pm

EUR

German Import Prices m/m

-

0.6%

-0.1%

All Day

EUR

German Prelim CPI m/m

-

0.5%

0.1%

2:45pm

EUR

French Consumer Spending m/m

-

0.4%

-0.6%

2:45pm

EUR

French Final Private Payrolls q/q

-

-0.1%

-0.1%

2:45pm

EUR

French Prelim CPI m/m

-

0.5%

-0.3%

2:45pm

EUR

French Prelim GDP q/q

-

0.2%

0.2%

3:00pm

CHF

GDP q/q

-

0.2%

-0.5%

3:00pm

CHF

KOF Economic Barometer

-

103

102.5

3:00pm

EUR

Spanish Flash CPI y/y

-

2.2%

2.3%

3:55pm

EUR

German Unemployment Change

-

2K

0K

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-9.5%

8:00pm

GBP

MPC Member Pill Speaks

-

-

-

8:30pm

CAD

GDP m/m

-

0.1%

0.0%

8:30pm

USD

Core PPI m/m

-

0.3%

0.7%

8:30pm

USD

PPI m/m

-

0.3%

0.5%

9:45pm

USD

Chicago PMI

-

52

54

10:00pm

USD

Construction Spending m/m

-

0.2%

-

Nov Data

USD

Construction Spending m/m

-

-

0.5%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788