Home
>
News
>
Publication
Kamis, 10 November 2022 harga emas bergerak melemah di zona $ 1705.56 per troy ons. Pada pagi hari ini harga emas bergerak melemah dibebani penguatan dolar dan ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS).
Wednesday, 09 November 2022
Publication
Rabu, 09 November 2022 – Pergerakan pasangan mata uang USDJPY turun terseret oleh kinerja Dolar AS. Dari sisi Jepang, dalam berita yang Kementerian Keuangan Jepang mengatakan untuk paruh pertama tahun fiskal ini, surplus transaksi berjalan turun 6,8627 triliun yen ($47,1 miliar) dari tahun sebelumnya menjadi 4,8458 triliun yen, penurunan terbesar sejak 2008. Surplus transaksi berjalan Jepang mencapai 909,3 miliar yen ($6,26 miliar) pada September, terbebani oleh defisit perdagangan besar-besaran di tengah melonjaknya biaya impor dan pelemahan yen. Impor melonjak 47,1% ke rekor 58,76 triliun yen, didorong oleh kenaikan biaya minyak mentah, batu bara dan gas alam cair di tengah ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina, selain itu depresiasi tajam yen menaikkan harga impor lebih lanjut. Ekspor tumbuh 21,3 persen menjadi 49,52 triliun yen, terbesar yang pernah ada, setelah pengiriman mobil dan baja meningkat.
Rabu, 09 November 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak datar dibebani oleh beragam sentimen negatif, terutama dari perkembangan situasi Covid di China yang kian mengkhawatirkan. Meski demikian, isyarat kecemasan pasar akan pasokan mendekati berlangsungnya embargo terhadap Rusia, memberikan dukungan pada harga minyak.
Wednesday, 09 November 2022
Publication
Rabu, 9 November 2022 harga emas bergerak menguat di zona $ 1713.27 per troy ons. Lonjakan harga emas pada pagi hari ini dipicu oleh indeks dolar yang bergerak melemah dan laporan tingkat kepercayaan bisnis kecil Amerika Serikat (AS) jelang rilis Consumer Price Index AS.
Selasa, 08 November 2022 – Pasangan mata uang AUDUSD naik ke zona 0.6490. Kenaikan mata uang Dolar Aussie ditopang oleh rencana kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA). Melihat angka inflasi yang tinggi dan berlarut-larut, keputusan kebijakan moneter yang diambil RBA pada bulan Oktober untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga – terutama sebelum suku bunga kebijakan telah mencapai batas bawah dari proyeksi mereka atas suku bunga netral dengan nominal 3,00-4,50%. Pernyataan kebijakan moneter RBA mengungkapkan proyeksi mereka yang suram terhadap prospek Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, ekspektasi inflasi jangka pendek tetap lebih tinggi di sekitar 8%, karena tekanan inflasi di wilayah Australia belum menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Di sisi lain, penopang kenaikan pasangan mata uang AUD adalah Neraca Perdagangan China yang mengalami surplus $85,15 miliar pada bulan Oktober, meleset dari ekspektasi pasar karena impor berkontraksi 0,7% YoY pada bulan Oktober, sementara ekspor turun 0,3%.
Selasa, 08 November 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi dibebani oleh sentimen dari lonjakan drastis kenaikan infeksi Covid baru serta ditambah dengan rilisnya data ekonomi terbaru yang suram di China. Meski demikian, komitmen netral karbon oleh Kuwait, dan potensi peningkatan pembelian minyak oleh China membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Selasa, 8 November 2022 harga emas bergerak melemah di zona $ 1673.66 per troy ons. Pada pagi hari ini harga emas bergerak melemah dibandingkan dengan penutupan kemarin. Melemahnya harga emas dibebani oleh ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga pada bulan Desember.
Senin, 7 November 2022 – Pasangan mata uang GBPUSD naik ke areal 1.1320. Kenaikan mata uang Sterling ditopang oleh rancangan rencana kebijakan fiskal oleh Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak dan Kanselir Jeremy Hunt dalam rangka menanggulangi krisis utang di Inggris. Menteri Keuangan Inggris sedang menyusun rencana kenaikan pajak dan pemotongan belanja hingga 60 miliar pounds ($67.82 miliar), termasuk setidaknya 35 miliar pounds ($39.56 miliar) dalam pemotongan untuk 17 November. Pengurangan likuiditas juga akan mendukung Bank of England (BOE) di tengah lingkungan yang sangat meningkat. Ke depan, para investor akan fokus pada Penjualan Ritel Like-for-Like British Retail Consortium (BRC), yang terlihat lebih rendah pada 1,5% versus rilis sebelumnya sebesar 1,8%. Data Penjualan Ritel terlihat lebih rendah meskipun ada tekanan harga yang meningkat, yang menunjukkan bahwa permintaan ritel sangat rendah.
Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788