Home
>
News
>
Publication
>
Yen Melemah di Tengah Ekspektasi BoJ Tunda Kenaikan Suku Bunga, Dolar AS Kembali Menguat
Yen Melemah di Tengah Ekspektasi BoJ Tunda Kenaikan Suku Bunga, Dolar AS Kembali Menguat
Wednesday, 12 November 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1575

-0.09%

GBPUSD

1.3149

-0.10%

AUDUSD

0.6523

-0.06%

NZDUSD

0.5654

-0.12%

USDJPY

154.13

0.14%

USDCHF

0.8002

-0.15%

USDCAD

1.4016

-0.06%

GOLDUD

4130.90

0.36%

USD/IDR

16,693

0.00%

Fokus USDJPY:

  1. Ekspektasi penundaan kenaikan suku bunga BoJ
  2. Optimisme pasar atas berakhirnya penutupan pemerintahan AS

Rabu, 12 November 2025 – Pasangan USDJPY menguat menuju level 154 pada perdagangan Rabu seiring pelemahan Yen Jepang yang terus berlanjut di tengah ketidakpastian arah kebijakan Bank of Japan. Pasar menilai kecil kemungkinan BoJ menaikkan suku bunga dalam waktu dekat karena Perdana Menteri Sanae Takaichi masih mendorong kebijakan fiskal ekspansif untuk menopang pemulihan ekonomi. Pernyataan Takuji Aida, penasihat ekonomi yang memperingatkan risiko kenaikan suku bunga pada Desember, memperkuat pandangan bahwa BoJ akan menunda pengetatan kebijakan hingga awal tahun depan. Hal ini menekan minat beli terhadap Yen dan menjaga momentum penguatan Dolar AS.

Di sisi lain, optimisme pasar terhadap berakhirnya penutupan pemerintahan Amerika Serikat turut mengangkat sentimen risiko global dan menekan permintaan aset safe haven seperti Yen. Senat AS telah menyetujui rancangan undang-undang pendanaan untuk mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah negara itu, sehingga mendorong kenaikan Dolar AS. Namun, pelemahan data ketenagakerjaan AS dan ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada Desember membatasi potensi kenaikan Dolar secara agresif. Investor kini menantikan serangkaian pidato pejabat The Fed untuk mencari sinyal lanjutan terkait arah kebijakan moneter Amerika.

Dari Jepang, perhatian pasar tertuju pada rencana stimulus ekonomi baru yang akan difinalisasi pada 21 November mendatang. Pemerintah berencana mendorong pertumbuhan ekonomi melalui insentif pajak dan dukungan investasi di 17 sektor strategis, sembari mendesak BoJ agar tetap berfokus pada stabilitas harga dan pertumbuhan berkelanjutan. Walau surplus neraca berjalan mencapai rekor ¥45 triliun berkat ekspor yang kuat, lemahnya Yen tetap menjadi kekhawatiran karena meningkatkan biaya impor dan menekan daya beli masyarakat. Kombinasi kebijakan fiskal ekspansif Jepang dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjadikan pasangan USDJPY berpotensi tetap berada di kisaran tinggi dalam waktu dekat.

Harga pada pasangan mata uang USDJPY menguat. Support terdekat berada di 153.85, dan resistance di 154.40. Support lanjutan berada di zona 153.40 dan dilanjutkan ke zona 153.10. Resistance lanjutan berada di zona 154.85 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 155.15.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1575 dan melemah -0.09%. Euro melemah terhadap dolar AS seiring meningkatnya sentimen kehati-hatian pasar setelah data ketenagakerjaan ADP AS menunjukkan pelemahan yang lebih besar dari perkiraan. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS mulai melambat, namun pasar tetap memandang The Fed masih memiliki ruang pelonggaran suku bunga secara terbatas menjelang akhir tahun. Meski dolar AS sempat terkoreksi, permintaan safe haven atas greenback kembali meningkat akibat kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global dan inflasi AS yang masih bertahan di atas target. Di sisi Eropa, data ZEW Jerman menunjukkan penurunan optimisme investor, menandakan sektor industri belum pulih dari tekanan biaya dan lemahnya permintaan ekspor. Kelemahan Euro semakin terasa karena ekspektasi pasar terhadap European Central Bank (ECB) yang kemungkinan menahan suku bunga lebih lama tanpa arah yang jelas ke depan. Dengan inflasi utama di kawasan euro yang telah melandai, pasar mulai menilai bahwa sikap ECB akan lebih netral dan cenderung menunggu perkembangan global sebelum mengambil langkah lanjutan. Kombinasi antara penurunan keyakinan bisnis Jerman, stagnasi aktivitas manufaktur, serta penguatan dolar AS akibat permintaan aset aman mendorong EURUSD kembali bergerak di bawah kisaran 1.1600. Dalam jangka pendek, tekanan terhadap euro berpotensi berlanjut selama belum ada perbaikan signifikan dalam data makro kawasan Eropa. Support terdekat berada di 1.1550, sementara resistance di 1.1590.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3149, turun -0.10%. Pound sterling kembali melemah terhadap dolar AS setelah rilis data ketenagakerjaan Inggris menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 5%, tertinggi sejak pandemi 2021. Pelemahan upah dan stagnasi pertumbuhan lapangan kerja meningkatkan ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember mendatang. Spekulasi ini mempertegas bahwa siklus pengetatan moneter BoE telah mencapai puncaknya, apalagi inflasi Inggris terus melandai di bawah ekspektasi. Sementara itu, dolar AS mendapatkan dukungan tambahan dari ekspektasi bahwa langkah The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi masih akan berlanjut, menjaga daya tarik terhadap aset berdenominasi dolar. Dalam konteks global, Sterling juga terbebani oleh sentimen pasar yang menghindari risiko setelah kabar bahwa data ekonomi AS resmi tertunda akibat penutupan pemerintahan sementara. Meskipun pemerintah AS berupaya membuka kembali pendanaan federal, ketidakpastian tersebut tetap menjaga volatilitas tinggi pada pasar valuta asing. GBPUSD yang sempat menembus area 1.3200 kini bergerak melemah mendekati 1.3100, menandakan pasar belum siap mempertahankan posisi beli pada pound. Ke depan, fokus investor tertuju pada pernyataan pejabat BoE seperti Huw Pill, yang pandangannya mengenai arah kebijakan akan menentukan potensi rebound atau kelanjutan tren pelemahan Sterling. Support terdekat berada di 1.3120, dan resistance di 1.3180.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6523 dan melemah -0.06%. Dolar Australia terkoreksi terhadap dolar AS setelah gagal mempertahankan momentum penguatan awal pekan. Meskipun data kepercayaan konsumen Westpac menunjukkan lonjakan 12,8% di November, pelaku pasar tetap berhati-hati menimbang prospek kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA). Pernyataan dari pejabat RBA yang menegaskan perlunya mempertahankan suku bunga tinggi untuk mencegah lonjakan inflasi kembali, justru mempersempit ruang bagi pelonggaran jangka pendek. Sentimen risk-off juga menekan AUD, terutama karena pelemahan ekonomi China mitra dagang utama Australia masih menjadi ancaman utama terhadap kinerja ekspor komoditas. Dari sisi global, dolar AS mendapatkan dukungan dari perbaikan data aktivitas jasa ISM serta berlanjutnya pembahasan mengenai pembukaan kembali pemerintahan AS. Kondisi tersebut mengurangi tekanan terhadap greenback, sekaligus menekan permintaan aset berisiko termasuk AUD. Dengan harga saat ini bergerak di kisaran 0.6520–0.6540, pasangan AUDUSD cenderung berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Pasar akan menanti kejelasan dari pernyataan pejabat RBA berikutnya serta data inflasi Tiongkok, yang kemungkinan besar akan menjadi katalis utama bagi arah pergerakan dolar Australia dalam beberapa sesi mendatang. Support terdekat berada di 0.6500, dan resistance di 0.6545.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5654 dan turun -0.12%. Dolar New Zealand (NZD) juga melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya keyakinan bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Data ekspektasi inflasi dua tahun yang stagnan di 2.28% memperkuat pandangan bahwa tekanan harga mulai mereda, membuka peluang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang melambat. Di sisi lain, penguatan dolar AS tetap terjaga karena harapan akan kesepakatan pendanaan federal AS dan optimisme terhadap stabilitas ekonomi jangka pendek pascapenutupan pemerintahan. Secara keseluruhan, NZDUSD bergerak melemah di sekitar area 0.5650, sejalan dengan pelemahan mata uang komoditas lain seperti AUD. Investor menilai bahwa kebijakan dovish RBNZ akan memperlebar selisih suku bunga terhadap The Fed, sehingga memperlemah daya tarik dolar New Zealand dalam jangka menengah. Selain itu, pasar tenaga kerja AS yang masih menunjukkan ketahanan memberikan alasan bagi investor untuk tetap berpihak pada dolar AS. Tekanan pada NZDUSD diperkirakan bertahan hingga adanya sinyal baru dari RBNZ atau perbaikan pada sektor ekspor utama, yang selama ini menjadi tumpuan utama ekonomi Selandia Baru. Support terdekat berada di 0.5630, dan resistance di 0.5675.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8002 dan melemah -0.15%. Pasangan USDCHF turun sekitar 0,40% ke kisaran 0.8020 pada perdagangan Selasa, mencerminkan penguatan franc Swiss yang unggul dibandingkan sebagian besar mata uang utama lainnya. Penguatan CHF didorong oleh meningkatnya optimisme terkait potensi kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Swiss dalam dua pekan mendatang. Menurut laporan Bloomberg, kedua negara dikabarkan siap menandatangani perjanjian yang akan menurunkan tarif impor barang Swiss ke AS menjadi 15% dari sebelumnya 39%, yang akan meningkatkan daya saing produk Swiss di pasar global. Commerzbank menilai kesepakatan tersebut sebagai “hasil terbaik dari skenario sulit,” meskipun masih menekankan bahwa belum ada dokumen resmi yang disahkan. Optimisme ini memberikan dorongan kuat terhadap CHF, sementara di sisi lain, dolar AS kehilangan traksi meskipun adanya perkembangan positif terkait pendanaan federal AS yang telah disetujui Senat dan segera diajukan ke DPR untuk persetujuan akhir. Secara fundamental, arah pelemahan dolar AS juga ditopang oleh pandangan dovish Federal Reserve (Fed) yang semakin kuat di tengah data ekonomi domestik yang melemah. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang penurunan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan Desember mendatang mencapai sekitar 62%, menyusul dua kali pemangkasan tahun ini dengan total 50 basis poin. Langkah tersebut diambil untuk menahan pelemahan pasar tenaga kerja AS yang mulai meluas, sementara inflasi masih bertahan di atas target 2%. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian baru terhadap prospek dolar AS, membuat investor lebih berhati-hati dan beralih pada aset safe haven seperti franc Swiss. Dengan pasar yang menanti rilis data ketenagakerjaan resmi dan perkembangan negosiasi anggaran federal AS, USDCHF diperkirakan tetap dalam tren melemah, terutama jika data lanjutan kembali memperkuat peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada akhir tahun ini. Support terdekat berada di 0.7980, dan resistance di 0.8025.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.4016, melemah -0.06%. Pasangan USDCAD bergerak melemah menuju area 1.4008 pada perdagangan Selasa, mencerminkan tekanan terhadap dolar AS setelah data ketenagakerjaan swasta menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang lebih dalam. Laporan ADP mencatat rata-rata kehilangan 11.250 pekerjaan sektor swasta selama empat minggu yang berakhir 25 Oktober, berbanding penurunan 14.250 sebelumnya. Data ini memperkuat kekhawatiran bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum, sehingga meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed). Imbasnya, indeks dolar AS (DXY) turun ke kisaran 99.30, menandai pelemahan lima hari beruntun, seiring meningkatnya probabilitas sebesar 70% untuk penurunan suku bunga tambahan pada pertemuan Desember mendatang. Walaupun Senat AS telah menyetujui rancangan undang-undang pendanaan pemerintah sementara yang mengakhiri kebuntuan fiskal terpanjang dalam sejarah, kabar positif ini tidak banyak membantu penguatan dolar AS karena fokus pasar kini bergeser ke arah kondisi ekonomi domestik yang melambat. Dari sisi Kanada, dolar Kanada (CAD) justru menunjukkan ketahanan yang kuat didukung oleh data ketenagakerjaan dan harga minyak mentah yang stabil. Statistik Kanada melaporkan bahwa tingkat pengangguran turun ke 6,9% pada Oktober, dari 7,1% bulan sebelumnya, sementara jumlah pekerjaan bertambah 66.600, mencatatkan kenaikan dua bulan berturut-turut di atas ekspektasi pasar. Ketahanan pasar tenaga kerja Kanada ini memberi ruang bagi Bank of Canada (BoC) untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,25%, sesuai pernyataan ekonom Toronto-Dominion Bank yang menilai BoC “lebih nyaman menunggu efek pelonggaran sebelumnya berjalan.” Di sisi lain, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) yang naik lebih dari 1% ke level USD 60,74 per barel turut memperkuat posisi CAD sebagai mata uang komoditas. Kombinasi antara melemahnya sentimen terhadap dolar AS dan solidnya data domestik Kanada mendorong USDCAD berada dalam tekanan jangka pendek, Support terdekat berada di 1.3990, dan resistance di 1.4040.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

5:15am

AUD

RBA Assist Gov Jones Speaks

-

-

-

6:50am

JPY

M2 Money Stock y/y

1.6%

1.8%

1.5%

10:25am

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

1:00pm

JPY

Prelim Machine Tool Orders y/y

-

-

11.0%

2:00pm

EUR

German Final CPI m/m

-

0.3%

0.3%

2:00pm

EUR

German WPI m/m

-

0.1%

0.2%

4:00pm

EUR

Italian Industrial Production m/m

-

1.5%

-2.4%

Tentative

CNY

M2 Money Supply y/y

-

8.1%

8.4%

Tentative

CNY

New Loans

-

460B

1290B

All Day

EUR

Eurogroup Meetings

-

-

 

Tentative

EUR

German 30-y Bond Auction

-

-

3.17|1.4

7:05pm

GBP

MPC Member Pill Speaks

-

-

-

8:30pm

CAD

Building Permits m/m

-

0.8%

-1.2%

9:20pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

10:00pm

USD

FOMC Member Paulson Speaks

-

-

-

10:20pm

USD

FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

10:30pm

AUD

CB Leading Index m/m

-

-

0.6%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788