Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Bergerak Bearish Dibayangi Isyarat Diplomasi AS - Iran
Minyak Bergerak Bearish Dibayangi Isyarat Diplomasi AS - Iran
Monday, 21 September 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1483

0.03%

GBPUSD

1.3386

0.04%

AUDUSD

0.7113

0.14%

NZDUSD

0.5722

-0.05%

USDJPY

156.86

-0.15%

USDCHF

0.8223

0.01%

USDCAD

1.3990

0.04%

GOLDUD

4,379.93

-0.06%

COFU

96.75

-2.90%

USD/IDR

17,740

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Trump mengisyaratkan kesediaan untuk melakukan diplomasi dengan Presiden Iran dalam Sidang Majelis Umum PBB pekan ini.
  • Iran memperingatkan bahwa setiap serangan baru akan memicu pembalasan berkelanjutan terhadap instalasi dan kepentingan militer AS.

************************************************************

Senin, 21 September 2026 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bearish tertekan sentimen dari isyarat kesediaan Trump untuk berdiplomasi dengan Presiden Iran, dan seruan Qatar untuk membentuk kerangka kerja sama antar negara-negara Teluk. Meski demikian, peringatan Iran akan potensi serangan terhadap AS dan sekutunya di wilayah Teluk menjadi katalis positif bagi harga.

Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu mengisyaratkan kesediaan untuk melakukan diplomasi, dengan mengatakan bahwa kemungkinan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pertemuan Sidang Majelis Umum PBB yang akan berlangsung dari tanggal 18 hingga 28 September. Trump juga mengatakan bahwa Washington terus menjalin komunikasi dengan kelompok Houthi di Yaman menyusul serangan rudal balistik mereka baru-baru ini yang menargetkan Arab Saudi, serta menegaskan bahwa kelompok Houthi sepakat untuk menghindari pertempuran melawan pasukan AS.

Turut menambah harapan diplomatik yang meredam ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani pada hari Minggu mendesak negara-negara Teluk untuk bekerja sama dalam memulihkan stabilitas kawasan, serta menambahkan bahwa komunikasi aktif saat ini sedang berlangsung antara AS dan Iran. Al Thani menyerukan pembentukan kerangka kerja keamanan kawasan yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.

Sementara itu, komando pusat militer Iran memperingatkan bahwa setiap serangan baru akan memicu pembalasan berkelanjutan terhadap instalasi dan kepentingan militer AS, serta memperingatkan sekutu regional Washington akan dianggap sebagai pihak yang terlibat dalam konflik tersebut, kutip media resmi pemerintah pada hari Minggu. Iran menambahkan bahwa telah memiliki informasi bahwa langkah itu sedang dipersiapkan oleh AS dan sekutunya. Sebelumnya Departemen Luar Negeri AS pada hari Sabtu mengeluarkan peringatan keamanan adanya potensi eskalasi tak terduga di Timur Tengah, dan mengimbau warga AS untuk lebih waspada serta memperhatikan kemungkinan pembatalan penerbangan dan penutupan wilayah udara.

Dukungan lainnya datang dari perusahaan minyak negara Saudi Aramco yang telah memberi tahu setidaknya dua pelanggan kilang di Eropa bahwa mereka tidak akan menerima pasokan minyak mentah bulan depan menyusul serangan terhadap jalur pipa utama Arab Saudi yang mengarah ke Laut Merah, ungkap sumber yang mengetahui masalah tersebut. Aramco sedang berupaya untuk mengoperasikan kembali sebagian jalur pipa Timur-Barat dalam beberapa hari dan memulihkan kapasitas penuhnya dalam waktu enam minggu.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $96 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $91 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Chicago Fed National Activity Index

 

0.2

-0.08

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788