| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1479 | 0.01% |
GBPUSD | 1.3356 | 0.03% |
AUDUSD | 0.7117 | -0.01% |
NZDUSD | 0.5732 | -0.19% |
USDJPY | 155.96 | -0.50% |
USDCHF | 0.8242 | 0.02% |
USDCAD | 1.3989 | -0.01% |
GOLDUD | 4,343.19 | 0.42% |
COFU | 96.48 | 0.00% |
USD/IDR | 17,707 | 0.23% |
Jumat, 18 September 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkonsolidasi di tengah beragam sentimen. Gangguan di jalur pelayaran utama Timur Tengah, dan isyarat AS untuk kembali menyerang Iran menjadi katalis positif bagi harga. Di sisi lain, tekanan diplomatik dari China yang berpotensi meredam meluasnya konflik Saudi - Houthi membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Angkatan Laut Garda Revolusi Iran mengklaim telah menyerang sebuah kapal tanker minyak berbendera Togo karena telah melakukan pelayaran ilegal melintasi Selat Hormuz, ungkap media resmi pemerintah Iran, IRNA, pada hari Jumat. Aksi tersebut mengindikasikan komitmen Teheran dalam upaya memungut biaya lintas bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, serta menyerang kapal-kapal yang dituduh mencoba menghindari rute yang mereka tetapkan.
Masih dari Timur Tengah, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan bahwa lebih dari 100.000 warga Yaman telah mengungsi pada hari Kamis pasca aksi saling serang terbaru antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman di daerah perbatasan mereka. Isyarat meluasnya konflik ke Yaman dan Arab Saudi memicu kekhawatiran baru akan pasokan minyak yang mengancam jalur alternatif Laut Merah di tengah keterbatasan lalu lintas di Selat Hormuz.
Turut membebani harga, Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis mengatakan akan segera mengambil keputusan besar untuk kembali melancarkan serangan militer besar terhadap Iran atau tidak, seiring dengan konflik AS - Iran yang mendekati bulan ketujuh tanpa tanda-tanda akan berakhir. Trump dijadwalkan bertemu dengan enam pemimpin negara Teluk - Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman - pada hari Selasa depan untuk membahas tahap selanjutnya dari konflik tersebut.
Sementara itu, China secara pribadi meminta Iran untuk membantu mengendalikan kelompok Houthi yang semakin intensif menyerang fasilitas energi Saudi menyusul permintaan langsung dari Riyadh, ungkap tiga sumber dari Teheran. Meskipun para pejabat Tiongkok tidak melontarkan ancaman eksplisit maupun mengisyaratkan bahwa China akan menekan Teheran secara ekonomi jika mereka gagal menggunakan pengaruhnya atas Houthi, namun desakan tersebut mengindikasikan tekanan diplomatik yang berpotensi meredam meluasnya konflik di wilayah regional itu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $99 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $94 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:15 | USA - Industrial Production MoM |
| 0.3% | 0.2% |
20:15 | USA - Manufacturing Production MoM |
| 0.3% | 0.2% |
21:00 | USA - CB Leading Index MoM |
| 0.1% | 0.2% |