Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Menguat Didukung Data Positif Ekonomi China Serta Situasi Timur Tengah
Minyak Menguat Didukung Data Positif Ekonomi China Serta Situasi Timur Tengah
Tuesday, 15 September 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1550

-0.10%

GBPUSD

1.3501

-0.10%

AUDUSD

0.7135

-0.07%

NZDUSD

0.5779

-0.28%

USDJPY

154.35

0.25%

USDCHF

0.8171

0.10%

USDCAD

1.3903

0.03%

GOLDUD

4,299.31

-0.07%

COFU

102.01

0.74%

USD/IDR

17,630

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Pertumbuhan output sektor industri China meningkat 5,2% pada bulan Agustus, dari 4,5% pada bulan Juli, ungkap data resmi.
  • Kerusakan di jalur pipa East-West Saudi kemungkinan akan membutuhkan waktu pemulihan selama berminggu-minggu, ungkap dua pejabat.

************************************************************

Selasa, 15 September 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh data terbaru ekonomi China yang positif, dan kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan minyak global.

Pertumbuhan output industri China meningkat sebesar 5,2% pada bulan Agustus dibandingkan tahun sebelumnya, dan meningkat dari kenaikan 4,5% pada bulan Juli, ungkap data terbaru yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (NBS) pada hari Selasa. Selain itu, penjualan ritel dilaporkan naik tipis sebesar 0,4% pada bulan Agustus dibandingkan tahun sebelumnya, dan melambat dari kenaikan 0,6% pada bulan Juli, tambah NBS.

Turut mendukung harga, kerusakan di jalur pipa East-West akibat serangan Houthi pada pekan lalu diperkirakan akan membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama hingga berminggu-minggu, ujar dua pejabat regional pada hari Senin. Menurut sumber pembeli dan pedagang minyak Saudi, jika operasional pipa East-West tidak segera pulih, Arab Saudi bisa kehabisan stok minyak untuk ekspor dalam hitungan hari yang berpotensi menghilangkan hingga 4 persen pasokan minyak global dari pasar.

Masih dari Timur Tengah, kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan rudal dan pesawat drone pada hari Senin ke pangkalan udara militer Khamis Mushait di wilayah selatan Arab Saudi yang menargetkan hanggar pesawat, sistem radar, landasan pacu, dan gudang amunisi sebagai balasan atas serangan udara Saudi di Yaman. Pasca insiden itu otoritas Saudi mengeluarkan peringatan darurat di wilayah tersebut serta di tiga kota selatan lainnya. Eskalasi aksi serangan Houthi - Saudi itu turut memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik Timur Tengah yang dapat ikut mengganggu pasokan minyak global.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengatakan bahwa Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk tidak menargetkan fasilitas energi satu sama lain, sehari setelah ia mengkritik Kyiv karena menyerang kilang minyak Rusia.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $100 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $105 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - NY Empire State Manufacturing Index

 

14.75

20.60

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788