Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1614 | 0.01% |
GBPUSD | 1.3511 | 0.01% |
AUDUSD | 0.7159 | 0.07% |
NZDUSD | 0.5802 | 0.26% |
USDJPY | 154.38 | -0.06% |
USDCHF | 0.8130 | -0.05% |
USDCAD | 1.3830 | 0.04% |
GOLDUD | 4322.94 | 0.13% |
USD/IDR | 17,531 | 0.00% |
Fokus:
USDJPY
Jumat, 11 September 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 154,29 pada perdagangan Jumat di sesi Asia, setelah sebelumnya sempat mengalami pemulihan. Pasangan ini kembali berada di bawah pertengahan level 154,00, dengan tekanan turun yang masih relatif terbatas. Pelaku pasar cenderung menahan posisi menjelang rilis data inflasi konsumen AS yang berpotensi menentukan arah pergerakan dolar AS selanjutnya.
Perhatian utama pasar tertuju pada CPI AS yang akan menjadi acuan dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed. Sebelumnya, data PPI AS Agustus menunjukkan inflasi produsen meningkat 5,4% secara tahunan, naik dari 4,8% pada bulan sebelumnya dan lebih tinggi dari perkiraan. Data tersebut mengindikasikan tekanan inflasi yang masih kuat dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sehingga berpotensi membatasi pelemahan USDJPY.
Di sisi Jepang, yen mendapat dukungan dari meningkatnya ekspektasi terhadap kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang lebih hawkish. Pasar telah memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 17–18 September, dengan peluang kenaikan lanjutan pada Desember. Pernyataan sejumlah pejabat BoJ yang menginginkan penyesuaian suku bunga lebih cepat, ditambah inflasi yang masih persisten, turut memperkuat ekspektasi tersebut dan memberikan dukungan terhadap yen.
Dari sisi teknikal, penguatan yen dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ berpotensi menjaga USDJPY tetap berada di bawah tekanan. Namun, arah berikutnya masih sangat bergantung pada hasil CPI AS. Support USDJPY berada di area 154,00, sedangkan resistance berada di area 154,80.
EURUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke sekitar 1,1615 pada perdagangan Jumat setelah bergerak stabil di kisaran 1,1610 pada awal sesi Asia. Penguatan euro masih mendapat dukungan dari sikap Bank Sentral Eropa (ECB) yang dinilai relatif hawkish setelah menaikkan suku bunga fasilitas deposit menjadi 2,50% sesuai ekspektasi. Pernyataan Christine Lagarde mengenai potensi tekanan inflasi yang bertahan di atas target 2% juga memperkuat pandangan bahwa ECB masih membuka ruang untuk kebijakan moneter yang ketat.
Di sisi lain, pergerakan EURUSD tetap berpotensi terbatas karena pelaku pasar menunggu rilis CPI AS untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed. Data PPI AS yang meningkat menjadi 5,4% secara tahunan pada Agustus menunjukkan tekanan inflasi yang masih kuat dan dapat menopang dolar AS. Jika CPI AS kembali menunjukkan inflasi yang tinggi, dolar berpotensi menguat dan menekan EURUSD. Support EURUSD berada di area 1,1580, sementara resistance berada di area 1,1650.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke sekitar 1,3512 pada perdagangan Jumat setelah bergerak relatif stabil di awal sesi Asia. Pergerakan pound masih cenderung tertahan karena pasar memilih menunggu rilis CPI AS Agustus untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed. Sebelumnya, PPI AS meningkat 5,4% secara tahunan, lebih tinggi dari 4,8% pada Juli dan melampaui ekspektasi, menunjukkan tekanan harga di tingkat produsen masih cukup kuat.
Dari Inggris, pound mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) masih akan mempertahankan ruang untuk penyesuaian suku bunga, meski Gubernur Andrew Bailey menegaskan bahwa keputusan tersebut akan bergantung pada perkembangan ekonomi dan geopolitik. Ke depan, CPI AS menjadi katalis utama bagi GBPUSD. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat dolar dan menekan pound. Support GBPUSD berada di area 1,3480, sementara resistance berada di area 1,3550.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke sekitar 0,7164 pada perdagangan Jumat setelah sebelumnya bergerak di sekitar 0,7155 pada awal sesi Asia. Pergerakan pasangan ini masih dibayangi penguatan dolar AS menyusul data PPI AS yang menunjukkan tekanan inflasi lebih tinggi dari perkiraan. PPI Agustus meningkat 5,4% secara tahunan dari 4,8% pada bulan sebelumnya, sehingga pasar meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Perhatian selanjutnya tertuju pada CPI AS yang akan menjadi indikator penting sebelum keputusan suku bunga pekan depan.
Di sisi Australia, potensi pelemahan AUD masih dapat tertahan oleh sikap RBA yang relatif hawkish. Sejumlah pejabat RBA menilai inflasi yang persisten dapat mendorong bank sentral kembali menaikkan suku bunga, sehingga ekspektasi kenaikan OCR ke 4,60% pada pertemuan mendatang masih memberikan dukungan bagi AUD. Dengan demikian, arah AUDUSD akan sangat bergantung pada hasil CPI AS. Support berada di 0,7130, sementara resistance berada di 0,7190.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke sekitar 0,5817 pada perdagangan Jumat di sesi Asia, setelah sebelumnya mengalami tekanan hingga turun di bawah level 0,5800. Penguatan ini menjadi upaya pemulihan setelah pelemahan tajam pada perdagangan sebelumnya, meski ruang kenaikan masih terbatas karena pasar menunggu rilis CPI AS. Data PPI AS yang meningkat menjadi 5,4% secara tahunan pada Agustus dan melampaui perkiraan turut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed dapat mempertahankan kebijakan suku bunga yang lebih ketat, sehingga berpotensi membatasi penguatan NZDUSD.
Di sisi lain, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjaga permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven dan turut membatasi pergerakan dolar Selandia Baru. Prospek kebijakan RBNZ yang relatif dovish juga menjadi tekanan tambahan bagi NZD. Dengan demikian, meski NZDUSD berpeluang melanjutkan pemulihan dalam jangka pendek, tekanan fundamental masih cenderung mengarah ke bawah. Support NZDUSD berada di area 0,5780, sementara resistance berada di area 0,5840.
USDCHF - Pasangan mata ung ini bergerak turun ke sekitar 0,8126 pada perdagangan Jumat. Franc Swiss masih memperoleh dukungan dari meningkatnya minat terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik, sementara dolar AS bergerak dalam bayang-bayang ekspektasi kebijakan The Fed setelah data inflasi produsen AS menunjukkan tekanan harga yang masih tinggi. Pasar kini menanti rilis CPI AS sebagai petunjuk tambahan mengenai arah suku bunga The Fed, yang dapat menentukan pergerakan dolar dalam jangka pendek.
Dari Swiss, ruang penguatan franc masih berpotensi dibatasi oleh sikap Swiss National Bank (SNB) yang cenderung longgar dengan suku bunga berada di level 0%. Namun, franc yang relatif kuat turut membantu menjaga tekanan inflasi tetap rendah. Dengan kondisi tersebut, USDCHF berpotensi melanjutkan pelemahan apabila permintaan safe haven terhadap franc meningkat dan data AS lebih lemah dari perkiraan. Support USDCHF berada di area 0,8080, sedangkan resistance berada di area 0,8150.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
1:00pm | GBP | GDP m/m |
| 0.00% | 0.30% |
4:15pm | CHF | SNB Chairman Schlegel Speaks |
|
|
|
7:30pm | USD | Core CPI m/m |
| 0.20% | 0.20% |
7:30pm | USD | Core CPI y/y |
| 2.40% | 2.50% |
7:30pm | USD | CPI m/m |
| 0.40% | 0.10% |
7:30pm | USD | CPI y/y |
| 3.40% | 3.40% |
9:00pm | EUR | ECB President Lagarde Speaks |
|
|
|
9:00pm | USD | Prelim UoM Consumer Sentiment |
| 51 | 51.7 |
9:00pm | USD | Prelim UoM Inflation Expectations |
|
| 4.00% |
Forex Daily Newsletter