Home
>
News
>
Publication
>
USDJPY Stabil di Level Tinggi, Pernyataan BoJ Dorong Reversal
USDJPY Stabil di Level Tinggi, Pernyataan BoJ Dorong Reversal
Monday, 30 March 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1502

0.03%

GBPUSD

1.3261

-0.08%

AUDUSD

0.6866

-0.16%

NZDUSD

0.5746

-0.23%

USDJPY

160.19

-0.16%

USDCHF

0.7989

-0.06%

USDCAD

1.3883

0.04%

GOLDUD

4512.54

-0.95%

USD/IDR

16,952

0.00%

Fokus:

  1. Pernyataan BoJ memicu ekspektasi intervensi dan mendorong penguatan Yen.
  2. Sentimen geopolitik dan kebijakan BoJ menjaga USDJPY di kisaran 159,30–160,30.


USDJPY
Senin, 30 Maret 2026 - Yen Jepang (JPY) menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pada sesi Asia hari Senin, sekaligus mengakhiri tren pelemahan selama empat hari terhadap Dolar AS (USD), dengan pergerakan saat ini berada di sekitar level 159.93. 

Penguatan ini didorong oleh pernyataan Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, yang menegaskan bahwa fluktuasi nilai tukar memiliki pengaruh signifikan terhadap kondisi ekonomi dan inflasi Jepang. Ia juga menekankan bahwa bank sentral akan mencermati pergerakan pasar valuta asing secara serius, yang ditafsirkan sebagai indikasi kemungkinan intervensi jika pergerakan Yen dinilai berlebihan.Dari sisi kinerja, Yen muncul sebagai salah satu mata uang dengan penguatan terbaik, terutama terhadap Dolar Australia, menunjukkan adanya pergeseran preferensi investor ke aset yang lebih aman. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap sikap tegas otoritas Jepang dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah volatilitas global.

Sementara itu, hasil risalah pertemuan Bank of Japan bulan Maret mengindikasikan bahwa beberapa pembuat kebijakan masih mempertimbangkan pengetatan moneter dalam waktu dekat. Namun, mayoritas tetap memilih mempertahankan suku bunga di level 0,75% karena ketidakpastian yang berasal dari konflik di Timur Tengah. Di sisi lain, Dolar AS melemah setelah Presiden Donald Trump menyampaikan optimisme terkait peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran, membuat Indeks Dolar AS (DXY) bergerak stabil di sekitar level 100,15. Pasangan mata uang ini memiliki support di level 159.30 dan resistance di level 160.30.

EURUSD
- Pasangan mata uang ini bergerak di level 1,1506. Tekanan terhadap euro muncul seiring meningkatnya sikap hati-hati pelaku pasar akibat memanasnya tensi geopolitik, terutama setelah pernyataan keras dari pejabat militer Iran terkait potensi konfrontasi dengan Amerika Serikat. Kondisi ini mendorong aliran dana ke aset safe-haven, yang pada akhirnya memperkuat Dolar AS dan menekan pergerakan EUR/USD.

Sentimen risk-off juga tercermin dari penurunan kontrak berjangka S&P 500 sekitar 0,5%, sementara Indeks Dolar AS (DXY) menguat ke kisaran 100,35. Kekhawatiran pasar semakin meningkat setelah muncul laporan rencana penambahan 10.000 pasukan AS ke Iran, di tengah klaim adanya upaya diplomasi. Di sisi lain, perhatian investor kini tertuju pada rilis data inflasi Jerman (HICP) bulan Maret, yang dinilai krusial dalam membentuk ekspektasi kebijakan moneter ECB, terutama dalam konteks tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi yang dipicu konflik Timur Tengah. Pasangan mata uang ini memiliki support di level 1.1470 dan resistance di level 1.1530.

GBPUSD - pasangan mata uang ini bergerak di level 1,3250, relatif stabil secara harian namun diperkirakan mencatat penurunan sekitar 1,7% sepanjang bulan ini. Pelemahan poundsterling terjadi di tengah dominasi Dolar AS yang didukung oleh meningkatnya permintaan safe-haven akibat eskalasi konflik geopolitik. Ketidakpastian global yang dipicu oleh perang di Timur Tengah membuat investor lebih berhati-hati dan cenderung menghindari aset berisiko.

Selain itu, lonjakan harga minyak akibat gangguan pasokan global semakin memperkuat tekanan inflasi dan mempengaruhi ekspektasi kebijakan moneter global. Dalam situasi ini, Dolar AS tetap diuntungkan sebagai aset lindung nilai utama, sementara poundsterling kesulitan mendapatkan momentum penguatan. Pasar pun diperkirakan tetap volatil, dengan pelaku pasar mempertahankan pendekatan defensif sambil memantau perkembangan geopolitik lebih lanjut. Pasangan mata uang ini memiliki support di level 1.3210 dan resistance di level 1.3390.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini melemah terhadap mayoritas mata uang utama pada awal pekan dan bergerak di kisaran 0,6855 terhadap Dolar AS. Tekanan terhadap AUD dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar atas potensi eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya kemungkinan keterlibatan militer darat Amerika Serikat di Iran. Laporan yang menyebutkan rencana pengiriman hingga 10.000 pasukan tambahan serta respons keras dari pihak Iran semakin memperburuk sentimen, sehingga mendorong investor beralih ke aset safe-haven dan meninggalkan mata uang berisiko seperti AUD.

Sentimen hati-hati pasar juga tercermin dari pelemahan kontrak berjangka S&P 500 yang turun sekitar 0,55%, sementara Indeks Dolar AS (DXY) menguat ke kisaran 100,35. Dari sisi fundamental, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data ketenagakerjaan utama Amerika Serikat pekan ini, yang dinilai krusial dalam membentuk ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter The Fed. Kombinasi faktor geopolitik dan data ekonomi ini diperkirakan akan terus memengaruhi pergerakan AUD dalam jangka pendek. Pasangan mata uang ini memiliki support di level 0.6820 dan resistance di level 0.6880.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini melanjutkan tren pelemahannya untuk hari kelima berturut-turut, dengan pergerakan di kisaran 0,5733 pada hari Senin. Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya sentimen risk-off di pasar global, seiring kekhawatiran atas potensi invasi darat Amerika Serikat ke Iran. Laporan dari Wall Street Journal yang menyebutkan rencana pengiriman tambahan 10.000 pasukan AS semakin mempertegas risiko eskalasi konflik, terlebih setelah muncul respons keras dari pihak Iran.

Dari sisi global, perhatian investor tertuju pada serangkaian rilis data ekonomi Amerika Serikat pekan ini, khususnya indikator pasar tenaga kerja seperti Nonfarm Payrolls (NFP) serta indeks PMI dari ISM. Data-data ini dinilai krusial dalam membentuk ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter The Fed ke depan, sehingga berpotensi memicu volatilitas di pasar.Sementara itu, dari domestik Selandia Baru, tekanan tambahan datang dari melemahnya kepercayaan konsumen, dengan indeks ANZ–Roy Morgan turun signifikan pada bulan Maret. Investor juga menantikan rilis data kepercayaan bisnis serta perkembangan PMI China, mengingat hubungan dagang yang erat antara kedua negara. Di sisi lain, Gubernur RBNZ Anna Breman menegaskan kesiapan bank sentral untuk menaikkan suku bunga jika tekanan inflasi berlanjut, terutama akibat lonjakan harga energi, yang membuat pasar mulai mengantisipasi potensi pengetatan kebijakan lebih awal. Pasangan mata uang ini memiliki support di level 0.5700 dan resistance di level 0.5760.

USDCHF - pasangan mata uang ini kembali menarik minat beli setelah sempat terkoreksi tipis ke area 0,7984 pada sesi Asia. Pergerakan ini mencerminkan ketahanan Dolar AS yang masih mendominasi, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong permintaan terhadap aset safe-haven. Eskalasi konflik antara AS dan Iran yang berpotensi memasuki fase lebih serius, ditambah laporan rencana operasi darat oleh Pentagon, menjadi faktor utama yang menopang kekuatan Dolar AS.

Di sisi lain, keterlibatan kelompok Houthi yang didukung Iran semakin memperbesar risiko konflik regional, terutama setelah klaim serangan rudal ke Israel dan ancaman aksi lanjutan. Kekhawatiran pasar juga meningkat terkait potensi gangguan jalur perdagangan global di kawasan strategis seperti Selat Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz. Lonjakan harga minyak akibat situasi ini memicu tekanan inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari The Fed. Kondisi fundamental ini mendukung potensi penguatan lanjutan USDCHF. Pasangan mata uang ini memiliki support di level 0.7950 dan resistance di level 0.8000.

USDCAD - Pasangan mata uang ini melanjutkan tren penguatannya selama enam hari perdagangan berturut-turut pada awal pekan, dengan kenaikan hingga mendekati level 1,3988 di sesi Asia—level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe-haven, seiring kekhawatiran pasar atas potensi eskalasi baru konflik di Timur Tengah.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama, tercatat naik sekitar 0,13% ke kisaran 100,35. Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 melemah sekitar 0,5% pada sesi Asia, mencerminkan sentimen pasar yang cenderung menghindari risiko (risk-off). Ketegangan meningkat setelah laporan Wall Street Journal menyebutkan rencana Pentagon mengirim tambahan 10.000 pasukan ke Iran, yang memicu respons keras dari pejabat militer dan politik Iran, sehingga memperbesar kekhawatiran akan meluasnya konflik kawasan.

Pelaku pasar bersiap menghadapi volatilitas tinggi pekan ini, terutama menjelang rilis data ketenagakerjaan AS seperti Nonfarm Payrolls (NFP), yang menjadi indikator penting bagi arah kebijakan moneter The Fed. Ketua The Fed, Jerome Powell, mengindikasikan bahwa permintaan tenaga kerja mulai melemah dan pertumbuhan lapangan kerja sangat rendah. Meski kondisi ini secara teori membuka peluang kebijakan suku bunga yang lebih longgar, tekanan inflasi akibat lonjakan harga minyak—dipicu konflik Timur Tengah—membatasi ruang pelonggaran tersebut. Di sisi lain, meskipun Dolar AS menguat terhadap Dolar Kanada, mata uang Kanada tetap relatif tangguh terhadap mata uang lain karena didukung kenaikan harga minyak, dengan WTI melonjak hampir 3% di atas USD 102,50. Pasangan mata uang ini memiliki support di level 1.3920 dan resistance di level 1.4000.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:50am

JPY

BOJ Summary of Opinions

 

1.10%

0.20%

All Day

EUR

German Prelim CPI m/m

 

101.1

104.2

2:00pm

CHF

KOF Economic Barometer

 

0.10%

-0.10%

3:30pm

GBP

M4 Money Supply m/m

 

61K

60K

 3:30pm

GBP

Mortgage Approvals

 

5.6B

5.9B

 3:30pm

GBP

Net Lending to Individuals m/m

9:30pm

USD

Fed Chair Powell Speaks

-0.006

0.018

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788