Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Menguat Dipicu Ancaman Serangan Teheran Terhadap Wilayah Teluk
Minyak Menguat Dipicu Ancaman Serangan Teheran Terhadap Wilayah Teluk
Thursday, 06 August 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1548

0.06%

GBPUSD

1.3466

0.02%

AUDUSD

0.7056

0.01%

NZDUSD

0.5885

0.07%

USDJPY

157.74

-0.05%

USDCHF

0.8070

-0.10%

USDCAD

1.4013

-0.06%

GOLDUD

4,249.50

1.07%

COFU

75.14

0.64%

USD/IDR

17,932

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Teheran mengancam akan menyerang aset dan fasilitas energi AS di seluruh wilayah Teluk jika AS melancarkan serangan baru.
  • Iran dan Oman sepakati koordinat rute baru untuk melintasi Selat Hormuz, yang akan tetap terbuka selama dua hingga empat bulan kedepan.

************************************************************

Kamis, 06 Agustus 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen dari potensi meluasnya target serangan Iran ke negara-negara Teluk, dan ancaman keamanan di jalur Laut Merah yang terus bertahan. Meski demikian, harapan kembali dibukanya jalur melalui Selat Hormuz, dan laporan stok EIA menjadi katalis yang membatasi pergerakan harga.

Iran telah memperingatkan negara-negara Teluk bahwa setiap serangan baru AS terhadap wilayahnya akan memicu pembalasan yang menyasar infrastruktur energi vital di seluruh kawasan tersebut, menurut lima sumber pada hari Rabu. Sebelumnya para pemimpin Teheran telah berulang kali menuntut penutupan pangkalan militer AS di Teluk dan menyerukan kepada negara-negara Arab Teluk untuk berhenti berbagi intelijen dengan Washington, yang menurut Iran telah digunakan AS untuk memfasilitasi serangan terhadap mereka.

Dukungan lainnya datang dari juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, yang pada hari Rabu mengklaim telah melancarkan serangan rudal terhadap sebuah kapal tanker minyak Arab Saudi di lepas pantai kota pelabuhan Yanbu di Laut Merah, serta serangan rudal lainnya terhadap kapal tanker minyak Saudi di Teluk Aden. Saree juga mengatakan pasukan Houthi akan terus memantau kapal-kapal tanker minyak Saudi dan akan menghalangi pelayaran mereka di wilayah selatan dan utara Laut Merah hingga blokade terhadap Yaman yang dikuasai Houthi dicabut.

Sementara itu, Iran dan Oman telah menyepakati rute baru bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dan sedang memfinalisasi rancangan kesepakatan untuk mengelola jalur perairan tersebut secara bersama, ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada hari Rabu. Rute baru tersebut akan tetap terbuka selama dua hingga empat bulan, namun Baghaei menegaskan bahwa hal ini tidak berarti dimulainya kembali pelayaran secara penuh melalui Selat Hormuz.

Dari sisi stok, EIA melaporkan persediaan minyak mentah AS naik sebesar 2,48 juta barel pada pekan yang berakhir 31 Juli, di luar prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 1,5 juta barel. Laporan EIA itu mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $73 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

202K

197K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1790K

1782K

19:30

USA - Nonfarm Productivity QoQ

 

0.6%

0.3%

21:00

USA - Wholesale Inventories MoM

 

0.3%

0.3%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788