Home
>
News
>
Publication
>
EURUSD Melemah Tipis, Pasar Beralih ke Data Ekonomi Amerika Serikat
EURUSD Melemah Tipis, Pasar Beralih ke Data Ekonomi Amerika Serikat
Wednesday, 05 August 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1528

-0.01%

GBPUSD

1.3447

-0.01%

AUDUSD

0.7044

-0.01%

NZDUSD

0.5886

-0.27%

USDJPY

157.77

-0.09%

USDCHF

0.8095

-0.07%

USDCAD

1.4065

0.05%

GOLDUD

4078.39

0.60%

USD/IDR

17,986

0.00%

Fokus:

  1. Dolar AS didukung sentimen safe haven akibat ketegangan geopolitik.
  2. Investor menunggu data tenaga kerja AS sebagai penentu arah pasar.

EURUSD
Rabu, 5 Agustus 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak lebih rendah di sekitar 1,1527 pada perdagangan sesi Asia. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya minat investor terhadap dolar AS yang kembali menjadi aset perlindungan di tengah berlanjutnya ketidakpastian mengenai perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik aset berisiko seperti euro.

Sentimen tersebut diperkuat setelah Iran menolak klaim dari pejabat Amerika Serikat terkait pembukaan Selat Hormuz. Pemerintah Iran menyatakan bahwa proses perundingan yang difasilitasi Oman tidak melibatkan AS dan difokuskan pada pembentukan koridor alternatif. Ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi membuat arus dana tetap mengalir ke dolar AS sehingga memberikan tekanan pada EURUSD.

Di sisi fundamental, laporan JOLTS Job Openings AS untuk bulan Juni menunjukkan jumlah lowongan kerja turun menjadi 7,359 juta dari 7,537 juta pada bulan sebelumnya serta sedikit lebih rendah dari perkiraan pasar. Namun, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada data ADP Employment, ISM Services PMI, dan laporan NFP akhir pekan ini yang diperkirakan akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS serta prospek kebijakan moneter The Fed.

Sementara itu, euro masih mampu bertahan di atas level 1,15 meskipun pergerakannya cenderung terbatas karena belum adanya data penting dari Zona Euro. Selama belum muncul katalis baru, EURUSD diperkirakan akan bergerak dalam fase konsolidasi. Jika data ketenagakerjaan AS lebih lemah dari perkiraan, peluang penguatan euro terhadap dolar AS dapat kembali terbuka. Support EURUSD berada di area 1.1490, sementara resistance di area1.1565. 

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak turun ke sekitar 1,3446 pada perdagangan sesi Asia. Pelemahan ini dipicu oleh menguatnya dolar AS setelah imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun kembali meningkat. Walaupun optimisme terhadap kemajuan negosiasi mengenai Selat Hormuz mengurangi permintaan aset safe haven, kenaikan yield tetap menjadi faktor utama yang menopang pergerakan dolar AS.

Sementara itu, pound sterling masih menghadapi tekanan setelah pasar menilai Bank of England tidak terburu-buru untuk kembali memperketat kebijakan moneternya. Prospek suku bunga yang lebih rendah mengurangi minat investor terhadap mata uang Inggris, meskipun secara teknikal sterling masih dipandang memiliki kecenderungan netral hingga bullish. Dalam jangka pendek, GBPUSD diperkirakan bergerak terbatas di sekitar area 1,34 sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari rilis data ekonomi Amerika Serikat. Support GBPUSD berada di area 1.3415, sementara resistance di area 1.3485.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah tipis ke sekitar 0,7043 pada perdagangan sesi Asia. Dolar Australia masih tertahan setelah gagal menembus area SMA 100-hari, sementara meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset lindung nilai menyusul berlanjutnya ketidakpastian terkait Selat Hormuz memberikan tekanan pada pasangan mata uang ini. Meski demikian, harapan pasar terhadap penyelesaian diplomatik konflik AS-Iran masih membantu membatasi penguatan dolar AS.

Selain itu, data PMI Jasa Tiongkok yang turun ke 50,4 pada Juli dari 54,1 pada bulan sebelumnya turut membebani sentimen terhadap dolar Australia. Fokus pelaku pasar kini beralih ke data ADP Employment, ISM Services PMI, serta laporan NFP AS yang akan dirilis akhir pekan ini untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan arah kebijakan moneter Federal Reserve. Support AUDUSD berada di area 0.7015, sementara resistance di area 0.7075.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 0,5870 pada perdagangan sesi Asia. Tekanan terhadap dolar Selandia Baru muncul setelah tingkat pengangguran pada kuartal II naik menjadi 5,6%, level tertinggi dalam sekitar satu dekade dan lebih tinggi dari perkiraan pasar. Meskipun pertumbuhan lapangan kerja serta tingkat partisipasi angkatan kerja menunjukkan peningkatan, pasar lebih merespons kenaikan jumlah pengangguran sehingga mendorong pelemahan kiwi.

Meski terdapat harapan terhadap penyelesaian diplomatik di Timur Tengah, pelaku pasar masih berhati-hati sehingga dolar AS tetap memperoleh dukungan menjelang rilis data ADP Employment, ISM Services PMI, dan Nonfarm Payrolls. . Di sisi lain, analis masih melihat peluang RBNZ menaikkan suku bunga pada akhir tahun, meskipun ekspektasi pasar dinilai terlalu tinggi. Investor kini menunggu data PMI Jasa Tiongkok dan indikator ekonomi AS untuk memperoleh petunjuk arah pergerakan NZDUSD selanjutnya. Support NZDUSD berada di area 0.5845, sementara resistance di area0.5905.

USDJPY - Pasangan mata uang ini diperdagangkan melemah di kisaran 157,63 pada sesi Asia. Pelemahan pasangan ini terjadi setelah yen Jepang menguat menyusul pernyataan Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, yang menegaskan bahwa kebijakan moneter sepenuhnya merupakan kewenangan Bank of Japan (BoJ). Pemerintah juga menyatakan tetap berkoordinasi erat dengan BoJ dalam memantau perkembangan ekonomi dan keuangan, sekaligus berharap bank sentral menjalankan kebijakan yang tepat untuk mencapai target inflasi secara berkelanjutan.

Di sisi lain, pemerintah Jepang menolak memberikan komentar mengenai pernyataan Menteri Keuangan AS terkait yen maupun spekulasi mengenai permintaan kepada BoJ untuk membeli obligasi pemerintah Jepang. Respons tersebut memberikan dukungan bagi yen sehingga menekan USDJPY. Selanjutnya, perhatian pasar akan tertuju pada perkembangan kebijakan BoJ serta data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah pergerakan dolar AS dalam jangka pendek. Support USDJPY berada di area 157.20, sementara resistance di area 158.10.

USDCHF - Pasangan mata uang ini diperdagangkan melemah di kisaran 0,8089 pada sesi Asia. Pelemahan ini sejalan dengan penurunan Indeks Dolar AS (DXY) yang melanjutkan koreksi selama dua hari berturut-turut setelah meredanya permintaan terhadap aset safe haven. Sentimen tersebut dipicu oleh meningkatnya optimisme atas kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran terkait potensi pembukaan kembali Selat Hormuz, sehingga mengurangi daya tarik dolar AS.

Di sisi lain, pelemahan USD masih berpotensi terbatas karena kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun dan komentar bernada hawkish dari pejabat Federal Reserve, Jeff Schmid, yang menilai inflasi masih berada di atas target dan kebijakan moneter berpotensi tetap ketat. Investor kini akan mencermati perkembangan negosiasi di Timur Tengah serta rilis data ekonomi AS untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah pergerakan USDCHF. Support USDCHF berada di area 0.8065, sementara resistance di area 0.8115.

USDCAD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan menguat di kisaran 1,4072 pada sesi Asia. Penguatan dolar AS terhadap dolar Kanada didorong oleh pelemahan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang turun ke sekitar US$73,80 per barel. Penurunan harga minyak terjadi setelah muncul kemajuan diplomatik terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, sehingga mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global dan membebani dolar Kanada yang sensitif terhadap pergerakan harga minyak.

Di sisi lain, data persediaan minyak mentah Amerika Serikat meningkat 2,69 juta barel pada pekan yang berakhir 31 Juli, berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan stok. Kondisi tersebut memperkuat persepsi bahwa pasokan minyak masih memadai sehingga menambah tekanan terhadap harga minyak. Sementara itu, kemampuan Saudi Aramco menjaga produksi melalui jalur ekspor alternatif turut meredakan kekhawatiran pasokan. Pelaku pasar kini menantikan perkembangan negosiasi di Timur Tengah dan data ekonomi AS sebagai katalis berikutnya bagi pergerakan USDCAD. Support AUDUSD berada di area 1.4035, sementara resistance di area 1.4115.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

5:45am

NZD

Employment Change q/q

0.50%

0.10%

0.20%

5:45am

NZD

Unemployment Rate

5.60%

5.40%

5.40%

5:45am

NZD

Labor Cost Index q/q

0.70%

0.60%

0.50%

7:15am

USD

FOMC Member Schmid Speaks

 

 

 

8:00am

NZD

ANZ Commodity Prices m/m

-3.9%

 

-1.1%

3:00pm

EUR

Final Services PMI

 

51.6

51.6

3:30pm

GBP

Final Services PMI

 

51.8

51.8

4:00pm

EUR

PPI m/m

 

-0.20%

0.20%

7:15pm

USD

ADP Non-Farm Employment Change

 

68K

98K

8:45pm

USD

Final Services PMI

 

53.6

53.6

9:00pm

USD

ISM Services PMI

 

54.5

54

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788