Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1524 | -0.03% |
GBPUSD | 1.3456 | -0.03% |
AUDUSD | 0.7031 | -0.04% |
NZDUSD | 0.5872 | -0.10% |
USDJPY | 158.45 | -0.08% |
USDCHF | 0.8125 | 0.00% |
USDCAD | 1.4014 | 0.01% |
GOLDUD | 4236.61 | 0.30% |
USD/IDR | 17,914 | 0.00% |
USDCAD
Jumat, 7 Agustus 2026 - Pasangan mata uang ini diperdagangkan menguat di kisaran 1,4016. Penguatan terjadi seiring meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven di tengah kembali meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Pelaku pasar menilai proses pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz masih menghadapi berbagai tantangan sehingga mendorong investor kembali mencari aset yang lebih aman.
Sentimen tersebut diperkuat oleh kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang memicu kembali spekulasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Selain itu, sejumlah pejabat The Fed juga kembali menegaskan pentingnya menjaga inflasi tetap terkendali, sehingga ekspektasi terhadap suku bunga yang lebih tinggi masih memberikan dukungan bagi dolar AS.
Meski demikian, kenaikan pasangan mata uang ini diperkirakan tidak berlangsung terlalu agresif karena harga minyak mentah yang kembali menguat turut menopang dolar Kanada. Sebagai salah satu negara eksportir minyak terbesar, kenaikan harga energi umumnya memberikan sentimen positif bagi mata uang Kanada dan membantu mengurangi tekanan terhadap CAD.
Pelaku pasar kini menantikan rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Hasil data tersebut juga akan menjadi katalis utama bagi pergerakan USDCAD dalam jangka pendek. Support USDCAD berada di area 1.3985, sementara resistance di area 1.4055.
EURUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan melemah di kisaran 1,1521 pada perdagangan pagi ini. Pelemahan euro dipicu oleh menguatnya dolar AS setelah meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Pelaku pasar masih meragukan kemajuan proses tersebut setelah parlemen Iran meninjau rancangan kesepakatan yang berpotensi membatasi akses bagi kapal-kapal dari Amerika Serikat dan Israel.
Di sisi lain, euro juga tertekan oleh data Penjualan Ritel Zona Euro yang secara tak terduga mengalami kontraksi 0,3% pada Juni, lebih buruk dibandingkan ekspektasi pasar yang memperkirakan pertumbuhan 0,1%. Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS dan ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi turut mendukung dolar AS. Investor kini menantikan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang diperkirakan menjadi katalis utama bagi arah pergerakan EURUSD selanjutnya. Support EURUSD berada di area 1.1495, sementara resistance di area 1.1560.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 1,3452 pada perdagangan pagi ini. Penguatan dolar AS sebagai aset lindung nilai kembali membebani pound sterling setelah ketegangan di Timur Tengah meningkatkan kehati-hatian pelaku pasar. Situasi di Selat Hormuz yang masih belum kondusif mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS.
Selain itu, lonjakan harga minyak memperbesar risiko inflasi sehingga memperumit langkah Bank of England dalam menentukan kebijakan suku bunga ke depan. Walaupun kondisi politik Inggris dinilai lebih stabil dibanding sebelumnya, faktor tersebut belum cukup untuk mengimbangi dukungan yang diterima dolar AS. Investor saat ini memilih menunggu rilis NFP Amerika Serikat sebagai petunjuk baru mengenai arah kebijakan Federal Reserve dan pergerakan GBPUSD dalam jangka pendek. Support: 1.3425, sementara resistance di area 1.3495.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan melemah di kisaran 0,7028 pada perdagangan pagi ini. Pelemahan dolar Australia dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven setelah optimisme penyelesaian konflik di Timur Tengah kembali mereda. Ketidakpastian terkait pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz membuat pelaku pasar kembali menghindari aset berisiko, sehingga memberikan tekanan terhadap AUDUSD.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS kembali memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Meski demikian, pelaku pasar masih cenderung berhati-hati menjelang rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang diperkirakan menjadi penentu arah pergerakan dolar AS. Investor juga menantikan keputusan kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) pekan depan untuk memperoleh petunjuk mengenai prospek suku bunga Australia. Support AUDUSD berada di area 0.7005, sementara resistance di area 0.7060.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 0,5866 pada perdagangan pagi ini. Tekanan terhadap dolar Selandia Baru muncul setelah meningkatnya minat investor terhadap dolar AS sebagai aset lindung nilai di tengah memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah. Sementara itu, data perdagangan China tidak memberikan dorongan baru bagi mata uang komoditas sehingga pergerakan kiwi tetap berada dalam tekanan.
Di sisi lain, meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat terus menopang dolar AS. Namun, pelemahan NZDUSD diperkirakan tidak terlalu dalam karena pelaku pasar masih melihat peluang Reserve Bank of New Zealand mempertahankan kebijakan yang relatif ketat. Investor kini menunggu rilis NFP Amerika Serikat sebagai katalis utama yang akan menentukan arah pergerakan NZDUSD selanjutnya. Support NZDUSD berada di area 0.5845, sementara resistance di area 0.5895.
USDJPY - Pasangan mata uang ini diperdagangkan melemah tipis di kisaran 158,33 pada perdagangan pagi ini. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang memilih menunggu rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat sebelum mengambil posisi baru. Data tersebut diperkirakan akan menjadi acuan utama dalam menilai prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve sehingga memengaruhi arah pergerakan dolar AS terhadap yen Jepang.
Di sisi lain, Household Spending Data Jepang yang menunjukkan kontraksi sebesar 3,3% secara tahunan pada Juni mengindikasikan masih lemahnya permintaan domestik sehingga mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ). Kondisi tersebut diperkirakan akan membatasi penurunan USDJPY. Support USDJPY berada di area 157.90, sementara resistance di area 158.80.
USDCHF - Pasangan mata uang ini diperdagangkan menguat di kisaran 0,8125 pada perdagangan pagi ini. Penguatan terjadi seiring menguatnya dolar AS setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Kekhawatiran pasar meningkat setelah muncul laporan mengenai potensi eskalasi konflik di kawasan serta rencana pembatasan pelayaran di Selat Hormuz, sehingga menopang pergerakan dolar AS.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak mentah kembali memicu kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Kondisi tersebut turut menjaga imbal hasil obligasi Pemerintah AS tetap tinggi dan memberikan dukungan tambahan bagi dolar AS. Meski demikian, pelaku pasar masih menunggu rilis Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan USDCHF dalam jangka pendek. Support USDCHF berada di area 0.8095, sementara resistance di area 0.8155.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
4:30am | USD | FOMC Member Musalem Speaks |
|
|
|
Tentative | CNY | Trade Balance |
| 735B | 859B |
Tentative | CNY | USD-Denominated Trade Balance |
| 108.6B | 125.6B |
7:30pm | CAD | Employment Change |
| 17.8K | 18.2K |
7:30pm | CAD | Unemployment Rate |
| 6.5% | 6.5% |
7:30pm | USD | Average Hourly Earnings m/m |
| 0.30% | 0.30% |
7:30pm | USD | Non-Farm Employment Change |
| 85K | 57K |
7:30pm | USD | Unemployment Rate |
| 4.20% | 4.20% |
9:00pm | CAD | Ivey PMI |
| 55.4 | 56.2 |
| USD | FOMC Member Barkin Speaks |
|
|
|