Home
>
News
>
Publication
>
USDJPY Menguat Tipis, Fokus Tertuju pada BoJ dan The Fed
USDJPY Menguat Tipis, Fokus Tertuju pada BoJ dan The Fed
Tuesday, 28 April 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1721

-0.07%

GBPUSD

1.3540

-0.13%

AUDUSD

0.7183

-0.11%

NZDUSD

0.5907

-0.12%

USDJPY

159.44

0.06%

USDCHF

0.7854

0.15%

USDCAD

1.3626

0.07%

GOLDUD

4682.58

-0.13%

USD/IDR

17,171

0.33%

Fokus:

  1. Ekspektasi kebijakan Bank of Japan dan Federal Reserve menjadi penentu arah pergerakan USDJPY.
  2. Risiko geopolitik dan gangguan pasokan energi menopang USD, namun dibatasi potensi intervensi otoritas Jepang.


USDJPY
Selasa, 28 April 2026
- Pasangan mata uang ini bergerak menguat di kisaran 159.50, dengan pergerakan yang cenderung terbatas. Pelaku pasar memilih menahan posisi menjelang keputusan kebijakan dari Bank of Japan, yang menjadi katalis utama arah pergerakan selanjutnya. Bank sentral Jepang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level 0,75%, sementara perhatian tertuju pada proyeksi ekonomi dan sinyal kebijakan ke depan.

Kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi Jepang juga meningkat, terutama akibat risiko gangguan pasokan energi yang dipicu konflik di Timur Tengah. Pembatasan jalur pelayaran di Selat Hormuz, akibat kontrol Iran dan blokade AS, berpotensi meningkatkan biaya impor energi Jepang dan menekan yen. Kondisi ini secara tidak langsung memberikan dukungan bagi penguatan USDJPY.

Namun demikian, spekulasi mengenai kemungkinan intervensi dari otoritas Jepang untuk menahan pelemahan yen membatasi tekanan jual lebih lanjut terhadap mata uang tersebut. Di sisi lain, dolar AS juga bergerak hati-hati menjelang pertemuan Federal Reserve, dengan pasar menunggu arah kebijakan dan pandangan terhadap inflasi serta suku bunga ke depan.

Selain itu, munculnya proposal baru dari Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian konflik memberikan sedikit harapan meredanya ketegangan, meskipun masih diiringi keraguan dari pihak AS. Kombinasi faktor ini membuat pergerakan USDJPY cenderung terbatas dalam jangka pendek. Support berada di area 159.10, sementara resistance di area 159.80.

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat tipis di kisaran 1,1713 pada sesi Asia, meskipun potensi kenaikan masih terbatas. Sentimen pasar cenderung rapuh akibat mandeknya negosiasi antara AS dan Iran, sehingga pelaku pasar lebih berhati-hati menjelang keputusan suku bunga dari Federal Reserve dan European Central Bank dalam waktu dekat. Proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dengan syarat penghentian blokade dan perang belum mendapat respons positif dari pihak AS, sehingga ketegangan tetap tinggi dan menopang dolar AS sebagai aset safe haven.

Dari sisi kebijakan, Federal Reserve diperkirakan kembali menahan suku bunga di kisaran 3,50% - 3,75%, dengan fokus pasar tertuju pada pernyataan Jerome Powell terkait arah kebijakan ke depan. Sinyal kebijakan yang lebih hawkish berpotensi memperkuat dolar AS. Sementara itu, European Central Bank juga diperkirakan mempertahankan suku bunga dan mengadopsi pendekatan wait and see di tengah ketidakpastian global. Support berada di area 1.1680, sementara resistance di area 11750.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1,3523 pada sesi Asia, seiring pelaku pasar cenderung menahan posisi menjelang keputusan suku bunga dari Federal Reserve dan Bank of England. Dolar AS mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50% - 3,75%, dengan kecenderungan sikap yang lebih hawkish akibat tekanan inflasi, khususnya dari kenaikan harga energi.

Pasar kini menantikan pernyataan Jerome Powell untuk mencari petunjuk arah kebijakan selanjutnya, di mana nada hawkish berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan GBPUSD. Sementara itu, Bank of England diperkirakan juga menahan suku bunga, dengan fokus pada dampak lonjakan harga energi terhadap perekonomian Inggris yang cukup rentan. Support berada di area 1.3500, sementara resistance di area 1.3560.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini melanjutkan penguatan untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran 0,7175 pada sesi Asia. Kenaikan ini didukung oleh meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral Australia akan kembali menaikkan suku bunga, seiring tekanan inflasi yang masih tinggi. Pasar menantikan rilis data inflasi Australia yang diperkirakan naik signifikan, yang berpotensi memperkuat peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Namun, potensi penguatan lebih lanjut masih terbatas karena sentimen global tetap rapuh akibat mandeknya negosiasi antara AS dan Iran. Ketidakpastian geopolitik, termasuk isu Selat Hormuz, menjaga permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Di sisi lain, Federal Reserve diperkirakan mempertahankan suku bunga, yang juga menjadi faktor penahan pergerakan AUDUSD. Support berada di area 0,7140, sedangkan resistance di area 0,7200.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah di kisaran 0.5900 pada perdagangan Selasa, mencerminkan tekanan terhadap dolar Selandia Baru setelah sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini terjadi seiring upaya dolar AS untuk stabil, meskipun masih dibatasi oleh penurunan imbal hasil obligasi AS yang menahan penguatan lebih lanjut. Selain itu, sentimen pasar yang masih rapuh membuat pergerakan pasangan ini cenderung terbatas.

Di sisi lain, perkembangan geopolitik yang menunjukkan peluang negosiasi antara AS dan Iran sempat meredakan permintaan terhadap aset safe haven, namun belum cukup kuat untuk mendorong penguatan NZD secara berkelanjutan. Ekspektasi kebijakan dari Federal Reserve juga masih menjadi perhatian utama pasar. Support berada di area 0.5880, sementara resistance di area 0.5920.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak menguat dan diperdagangkan di kisaran 0,7866, naik sekitar 0,15% pada awal pekan. Penguatan ini terjadi seiring rebound dolar AS dari level terendah hariannya, didorong oleh membaiknya sentimen pasar global (risk-on) yang mengurangi tekanan sebelumnya terhadap mata uang tersebut.

Dari sisi AS, penguatan dolar juga didukung oleh stabilisasi permintaan serta ekspektasi kebijakan dari Federal Reserve yang cenderung mempertahankan suku bunga pada level tinggi. Sikap ini menjaga daya tarik dolar AS, meskipun pasar masih mencermati perkembangan inflasi dan arah kebijakan selanjutnya. Kombinasi sentimen global yang membaik dan ekspektasi kebijakan tersebut turut menopang kenaikan USD/CHF dalam jangka pendek. Support berada di area 0.7840, sementara resistance berada di area 0,7890.


USDCAD - Pasangan mata uang ini sempat melemah pada awal sesi Asia, namun berbalik menguat tipis dan diperdagangkan di kisaran 1,3630 pada Selasa. Pergerakan USDCAD terlihat rebound, meskipun potensi kenaikan masih tertahan oleh kombinasi faktor fundamental yang saling berlawanan. Ketidakpastian terkait negosiasi AS–Iran memberikan dukungan moderat bagi dolar AS melalui permintaan safe haven.

Laporan mengenai proposal baru dari Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik sempat meredakan ketegangan, namun sikap skeptis dari pihak AS menjaga risiko tetap tinggi. Di sisi lain, gangguan berkelanjutan pada jalur pelayaran energi global menopang harga minyak, yang pada gilirannya mendukung dolar Kanada sebagai mata uang berbasis komoditas. Hal ini menjadi faktor utama yang membatasi penguatan USDCAD.

Pelaku pasar juga cenderung menahan posisi menjelang keputusan kebijakan dari Bank of Canada dan Federal Reserve. Ekspektasi bahwa lonjakan harga energi dapat memicu tekanan inflasi membuat arah kebijakan ke depan menjadi kunci bagi pergerakan pasangan ini. Support berada di 1.3600, sementara resistance di 1.3670.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:30am

JPY

Unemployment Rate

2.70%

2.60%

2.60%

Tentative

JPY

BOJ Policy Rate

 

<0.75%

<0.75%

Tentative

JPY

Monetary Policy Statement

 

 

 

Tentative

JPY

BOJ Outlook Report

 

 

 

Tentative

JPY

BOJ Press Conference

 

 

 

2:00pm

EUR

Spanish Unemployment Rate

 

9.80%

9.90%

7:15pm

USD

ADP Weekly Employment Change

 

 

54.8K

9:00pm

USD

CB Consumer Confidence

 

89

91.8

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788