Home
>
News
>
Publication
>
USDJPY Menguat Terbatas, Pasar Waspadai Risiko Geopolitik dan Intervensi Jepang
USDJPY Menguat Terbatas, Pasar Waspadai Risiko Geopolitik dan Intervensi Jepang
Monday, 04 May 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1747

-0.20%

GBPUSD

1.3600

-0.15%

AUDUSD

0.7216

-0.14%

NZDUSD

0.5899

0.08%

USDJPY

156.75

0.19%

USDCHF

0.7820

-0.06%

USDCAD

1.3588

0.03%

GOLDUD

4625.35

-0.41%

USD/IDR

17,250

0.47%

Fokus:

  1. Ketegangan Timur Tengah dorong safe haven
  2. Intervensi Jepang tahan penguatan


USDJPY
Senin, 04 Mei 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak menguat di area 157,04. Meski demikian, penguatan ini masih terlihat terbatas dan belum didukung momentum lanjutan yang kuat, sehingga pelaku pasar cenderung berhati-hati untuk mengonfirmasi kelanjutan rebound.

Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Presiden Donald Trump mengumumkan operasi pengawalan kapal netral di Selat Hormuz dan menegaskan kesiapan untuk menggunakan kekuatan jika diperlukan. Pernyataan tersebut memicu respons keras dari Ebrahim Azizi yang menilai intervensi AS sebagai pelanggaran gencatan senjata, sehingga memperkuat kekhawatiran pasar akan eskalasi konflik.

Dari sisi kebijakan moneter, pernyataan Presiden Federal Reserve cabang Minneapolis, Neel Kashkari, turut memberikan dukungan bagi dolar AS. Ia menyebut konflik berkepanjangan dengan Iran berpotensi meningkatkan inflasi dan membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut. Namun, potensi penguatan USD/JPY tertahan oleh indikasi intervensi otoritas Jepang yang dilaporkan menggelontorkan dana besar untuk menopang yen, sehingga membatasi pelemahan mata uang tersebut.

Ke depan, minimnya rilis data ekonomi utama dari AS membuat pergerakan pasangan ini sangat bergantung pada perkembangan terbaru di Timur Tengah. Dengan latar belakang fundamental yang masih kompleks, pasar cenderung menunggu konfirmasi penguatan lanjutan sebelum mengambil posisi lebih agresif, terutama untuk memastikan apakah pasangan ini telah membentuk dasar jangka pendek. Support berada di area 156.20, sementara resistance di area 157.50.

EURUSD - Pasangan mata uang ini melemah setelah sempat dibuka dengan bullish gap, namun masih bertahan di zona positif dan diperdagangkan di kisaran 1,1723 pada pagi hari. Tekanan terhadap euro muncul seiring meningkatnya ketegangan perdagangan, menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang berencana menaikkan tarif kendaraan dari Uni Eropa menjadi 25% dari sebelumnya 15% dalam waktu dekat. Kebijakan ini ditujukan untuk mendorong produsen otomotif memindahkan produksi ke Amerika Serikat, meskipun European Commission menolak tuduhan pelanggaran kesepakatan dan menegaskan akan melindungi kepentingan kawasan jika diperlukan.

Di sisi lain, tekanan tambahan pada pasangan ini juga datang dari penguatan dolar AS yang memangkas pelemahan hariannya, didorong oleh meningkatnya sentimen risk aversion akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Laporan menyebutkan AS berencana mengawal kapal netral di kawasan Selat Hormuz, yang memicu respons keras dari pihak Iran, termasuk Ebrahim Azizi yang memperingatkan bahwa intervensi tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata. Kondisi ini mendorong pelaku pasar beralih ke aset aman, sehingga membebani pergerakan EURUSD. Support berada di area 1.1690, sementara resistance di area 1.1750.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini mencatat kenaikan terbatas di sekitar 1,3580 pada pagi hari. Namun, ruang penguatan pasangan ini berpotensi tertahan oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Pelaku pasar cenderung berhati-hati setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS akan memulai upaya pengawalan kapal-kapal netral di Selat Hormuz sebagai langkah kemanusiaan. Pernyataan ini memicu respons dari pihak Iran yang memperingatkan bahwa intervensi AS dapat dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik.

Ketegangan tersebut berpotensi mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS, yang pada akhirnya menjadi tekanan bagi GBPUSD. Di sisi lain, dinamika kebijakan moneter juga menjadi perhatian, setelah Bank of England dan Federal Reserve sama-sama mempertahankan suku bunga acuannya pekan lalu. Gubernur BoE, Andrew Bailey, menegaskan bahwa pengetatan kebijakan secara agresif masih mungkin dilakukan jika tekanan inflasi meningkat akibat konflik, meskipun untuk saat ini bank sentral tetap mengedepankan pendekatan yang hati-hati sambil memantau dampaknya terhadap ekonomi Inggris. Support berada di area 1.3520, sementara resistance di area 1.3620.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 0,7206 apabila dibandingkan dengan penutupan sebelumnnya, seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia dalam pertemuan mendatang. Peluang kenaikan suku bunga diperkirakan cukup besar, didorong oleh lonjakan inflasi Australia yang mencapai 4,6% secara tahunan pada Maret. Meskipun sedikit di bawah perkiraan, angka tersebut masih jauh di atas target bank sentral, sehingga memperkuat prospek pengetatan kebijakan moneter lanjutan.

Namun, potensi penguatan AUDUSD berisiko terbatas akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS akan mulai mengawal kapal netral di Selat Hormuz, yang memicu respons keras dari pihak Iran. Situasi ini meningkatkan sentimen risk aversion di pasar, sehingga dapat menjadi tekanan bagi mata uang berbasis risiko seperti dolar Australia. Support berada di area 0.7170, sementara resistance di area 0.7235

NZDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di kisaran 0,5904, mencatat penguatan dibandingkan sesi sebelumnya dan bergerak mendekati area tertinggi terbarunya. Kenaikan ini didukung oleh pelemahan moderat dolar AS, dengan indeks dolar yang masih berada di level relatif rendah meskipun latar belakang geopolitik tetap tegang. Sentimen pasar terhadap aset berisiko, termasuk dolar Selandia Baru, turut membaik seiring meredanya kekhawatiran sementara terkait konflik global.

Ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar. Pernyataan pejabat Iran yang memperingatkan potensi pembalasan jika terjadi serangan lanjutan dari AS menjaga kehati-hatian investor, meskipun adanya laporan proposal baru dari Iran kepada United States sedikit meredakan tekanan. Dari sisi data, ekonomi AS menunjukkan sinyal campuran, sementara Federal Reserve mempertahankan suku bunga dan mengindikasikan inflasi masih tinggi, sehingga memberikan dukungan terbatas bagi dolar AS. Support berada di area 0.5870, sementara resistance di area 0.5940.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah dan diperdagangkan di kisaran 0,7815 pada sesi awal pekan, mencerminkan tekanan terhadap dolar AS meskipun indeks dolar masih bertahan di atas level 98. Pelemahan ini terjadi di tengah kehati-hatian pasar terkait potensi intervensi otoritas Jepang untuk menopang yen, yang sebelumnya sempat memicu penurunan tajam dolar. Selain itu, pelaku pasar juga mulai memposisikan diri menjelang rilis data ketenagakerjaan AS, yang diperkirakan menunjukkan perlambatan pertumbuhan dan berpotensi membebani dolar lebih lanjut.

Di sisi geopolitik, sentimen pasar masih dipengaruhi oleh perkembangan di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana pengawalan kapal di Selat Hormuz, sembari mengisyaratkan adanya kemajuan dalam negosiasi damai antara AS dan Iran. Kombinasi faktor ini membuat permintaan terhadap aset safe haven seperti franc Swiss relatif stabil, sehingga menekan USDCHF dan menjaga pergerakan pasangan ini dalam bias terbatas. Support berada di area 0.7780, sementara resistance di area 0.7850.

USDCAD - Pasangan mata uang ini mencatat kenaikan tipis untuk hari kedua berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran 1,3592 pada hari Senin. Penguatan pasangan ini didorong oleh tekanan pada dolar Kanada yang sensitif terhadap komoditas, seiring pelemahan harga minyak. Harga minyak mentah jenis WTI masih berada di zona negatif untuk beberapa hari terakhir, sehingga membebani kinerja CAD dan mendorong USDCAD tetap bertahan di level yang lebih tinggi.

Pergerakan harga minyak turut dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, khususnya setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal netral di kawasan Teluk Persia melalui Selat Hormuz. Namun, pernyataan ini mendapat respons tegas dari Ebrahim Azizi yang menilai intervensi tersebut sebagai pelanggaran gencatan senjata, sehingga meningkatkan ketidakpastian pasar energi global.

Meski demikian, potensi kenaikan USDCAD cenderung terbatas karena dolar AS menghadapi tekanan dari meredanya permintaan aset safe haven, di tengah upaya diplomasi antara AS dan Iran. Laporan menyebutkan adanya proposal pembicaraan dengan batas waktu tertentu untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik, yang untuk sementara menahan penguatan dolar AS dan membatasi ruang kenaikan lebih lanjut bagi pasangan ini. Support berada di area 1.3540, sementara resistance di area1.3620.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

8:00am

AUD

MI Inflation Gauge m/m

0.60%

 

1.30%

8:30am

AUD

ANZ Job Advertisements m/m

-0.8%

 

-0.03

All Day

EUR

Eurogroup Meetings

 

 

 

9:00pm

USD

Factory Orders m/m

 

0.5%

0.0%

11:50pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788