Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1383 | -0.10% |
GBPUSD | 1.3200 | -0.05% |
AUDUSD | 0.6917 | 0.03% |
NZDUSD | 0.5675 | -0.21% |
USDJPY | 161.54 | 0.02% |
USDCHF | 0.8099 | 0.01% |
USDCAD | 1.4210 | -0.01% |
GOLDUD | 4111.71 | -0.42% |
USD/IDR | 17,863 | 0.00% |
Fokus:
USDJPY
Rabu, 24 Juni 2026 - Pasangan mata uang ini menguat ke level 161,57 pada perdagangan Rabu, didukung oleh tetap kuatnya dolar AS di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpotensi menaikkan suku bunga tahun ini. Pergerakan pasangan mata uang ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih memberikan respons positif terhadap prospek kebijakan moneter AS yang cenderung ketat, meskipun kenaikannya berlangsung secara terbatas.
Dukungan terhadap dolar AS berasal dari hasil pertemuan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50%-3,75%. Namun, pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga dipandang pasar sebagai sinyal bahwa bank sentral AS belum selesai dalam upaya mengendalikan inflasi. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan-pertemuan mendatang.
Meski demikian, ruang penguatan USDJPY masih dibatasi oleh meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap potensi intervensi dari otoritas Jepang. Pelemahan yen yang berlanjut telah mendorong pemerintah Jepang untuk kembali menegaskan kesiapannya mengambil langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas pasar valuta asing. Pernyataan tersebut muncul setelah adanya pembahasan antara pejabat keuangan Jepang dan Amerika Serikat terkait perkembangan nilai tukar yen.
Dari sisi domestik Jepang, Ringkasan Opini Bank of Japan menunjukkan bahwa mayoritas anggota dewan mulai melihat perlunya kenaikan suku bunga seiring meningkatnya tekanan inflasi dan mendekatnya inflasi inti ke target 2%. Pandangan tersebut berpotensi memberikan dukungan bagi yen dalam jangka menengah. Namun untuk saat ini, perbedaan prospek kebijakan moneter antara Federal Reserve dan Bank of Japan masih menjadi faktor utama yang menopang penguatan USDJPY. Support USDJPY berada di area 160,90, sementara resistance di area 162,20.
EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke level 1,1372 pada perdagangan hari Rabu seiring meningkatnya permintaan terhadap dolar AS. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini masih menyisakan sejumlah ketidakpastian. Meskipun terdapat pernyataan yang mengindikasikan kemajuan dalam pembahasan isu nuklir, perbedaan pandangan antara kedua pihak membuat investor tetap berhati-hati. Selain itu, perkembangan terbaru terkait situasi keamanan di kawasan dan posisi strategis Selat Hormuz turut menjadi perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi sentimen risiko global.
Di sisi lain, dolar AS tetap memperoleh dukungan dari meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap moneter yang ketat. Nada hawkish yang muncul dalam pertemuan The Fed pekan lalu mendorong pasar kembali memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Prospek suku bunga AS yang lebih tinggi membuat aset berdenominasi dolar menjadi lebih menarik dibandingkan euro, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan EURUSD. Support EURUSD berada di area 1.1330, sementara resistance di area 1.1420.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini melemah ke level 1,3194 pada perdagangan Rabu seiring meningkatnya tekanan terhadap poundsterling akibat ketidakpastian politik di Inggris. Pengunduran diri Keir Starmer sebagai Perdana Menteri memicu kekhawatiran pasar mengenai arah kebijakan pemerintahan berikutnya, terutama terkait kebijakan fiskal yang akan diterapkan oleh kepemimpinan baru. Investor saat ini mencermati kemungkinan adanya perubahan aturan fiskal yang berpotensi memperbesar defisit anggaran dan menekan kepercayaan terhadap aset-aset Inggris.
Tekanan terhadap pound juga diperburuk oleh data aktivitas bisnis Inggris yang menunjukkan pelemahan. Data PMI terbaru mengindikasikan sektor swasta Inggris masih mengalami kontraksi, sementara sektor manufaktur mencatat perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya. Di sisi lain, dolar AS tetap mendapat dukungan dari meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap moneter yang ketat. Pasar kini semakin yakin bahwa peluang kenaikan suku bunga AS pada akhir tahun masih cukup besar, sehingga memperkuat daya tarik dolar AS dan memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan GBPUSD. Pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi PCE Amerika Serikat yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed. Support GBPUSD berada di area 1,3150, sementara resistance di area 1,3240.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini menguat tipis ke level 0,6919 pada perdagangan Rabu setelah mendapat dukungan dari respons pasar terhadap data inflasi Australia terbaru. Meskipun laju inflasi secara umum menunjukkan perlambatan, indikator inflasi inti masih mencatat kenaikan yang relatif stabil, sehingga mengurangi spekulasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan segera mengubah arah kebijakan moneternya. Kondisi tersebut membantu dolar Australia pulih dari tekanan yang sempat mendorong pasangan mata uang ini ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir.
Meski demikian, ruang penguatan AUDUSD diperkirakan masih terbatas karena dolar AS tetap berada dalam tren yang kuat. Penguatan greenback didorong oleh meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve masih berpotensi menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Selain itu, meredanya ketegangan geopolitik setelah kemajuan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran turut memperkuat pandangan bahwa inflasi global dapat lebih terkendali, sehingga pasar tetap fokus pada prospek kebijakan moneter AS yang cenderung hawkish. Selama dolar AS bertahan kuat, penguatan AUDUSD diperkirakan akan berlangsung secara terbatas. Support AUDUSD berada di area 0,6890, sementara resistance di area 0,6950.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini melemah ke level 0,5663 pada perdagangan Rabu dan memperpanjang tren penurunan yang telah berlangsung selama beberapa sesi terakhir. Tekanan terhadap dolar Selandia Baru terutama berasal dari penguatan dolar AS yang masih didukung oleh kombinasi sentimen geopolitik dan data ekonomi Amerika Serikat yang solid. Pelaku pasar juga cenderung berhati-hati dalam merespons perkembangan terbaru terkait hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang masih menyisakan ketidakpastian.
Di tengah upaya diplomatik yang terus berlangsung, pasar menerima sinyal yang beragam mengenai prospek penyelesaian konflik di Timur Tengah. Meskipun terdapat pernyataan yang menunjukkan kemajuan dalam pembahasan antara Washington dan Teheran, sejumlah pejabat Iran menegaskan bahwa isu-isu utama masih belum terselesaikan. Selain itu, pernyataan terkait pengawasan Selat Hormuz membuat investor tetap waspada terhadap potensi risiko geopolitik yang dapat memengaruhi pasar keuangan global. Kondisi tersebut mendorong permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS.
Dukungan terhadap greenback semakin kuat setelah serangkaian data PMI Amerika Serikat menunjukkan aktivitas ekonomi yang tetap ekspansif baik di sektor manufaktur maupun jasa. Data tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa ekonomi AS masih berada dalam kondisi yang cukup kuat untuk menopang kebijakan moneter yang ketat. Sementara itu, dolar Selandia Baru mendapat sedikit dukungan dari ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) masih berpeluang menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang guna merespons tekanan inflasi yang bertahan di atas target. Namun untuk saat ini, dominasi dolar AS membuat NZDUSD tetap berada dalam tekanan. Support NZDUSD berada di area 0,5630, sementara resistance: 0,5700.
USDCHF - Pasangan mata uang ini menguat ke level 0,8100 pada perdagangan Rabu, melanjutkan tren kenaikan yang telah berlangsung dalam beberapa sesi terakhir. Pergerakan ini didorong oleh tetap kuatnya dolar AS setelah serangkaian data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan aktivitas bisnis yang masih solid. Data PMI sektor manufaktur dan jasa yang berada di zona ekspansi memperkuat keyakinan pasar bahwa ekonomi AS masih cukup kuat untuk menopang kebijakan moneter yang ketat, sehingga meningkatkan daya tarik dolar AS terhadap mata uang utama lainnya, termasuk franc Swiss.
Di sisi lain, franc Swiss masih menghadapi tekanan setelah Swiss National Bank (SNB) menunjukkan kekhawatiran terhadap penguatan mata uangnya yang dinilai terlalu cepat. Sikap SNB yang membuka peluang intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar membuat minat terhadap franc cenderung terbatas. Selain itu, meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun semakin memperlebar perbedaan prospek kebijakan moneter antara AS dan Swiss. Kondisi tersebut berpotensi menjaga USDCHF tetap berada dalam tren penguatan dalam jangka pendek. Support USDCHF berada di area 0,8060, sementara resistance di area 0,8140.
USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke level 1,4208 pada perdagangan Rabu, didukung oleh kuatnya dolar AS di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpotensi menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi PCE Amerika Serikat yang akan menjadi salah satu indikator penting bagi arah kebijakan moneter The Fed. Meningkatnya keyakinan terhadap prospek suku bunga AS telah membantu menjaga permintaan terhadap dolar AS dan menopang pergerakan USDCAD.
Di sisi lain, dolar Kanada masih menghadapi tekanan akibat kombinasi perlambatan pertumbuhan ekonomi, ketidakpastian perdagangan global, serta perbedaan imbal hasil yang semakin menguntungkan aset-aset AS. Selain itu, ketidakjelasan perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran turut mendorong investor untuk tetap berhati-hati dan mempertahankan posisi pada aset safe haven seperti dolar AS. Pernyataan Gubernur Bank of Canada, Tiff Macklem, mengenai risiko ketidakseimbangan aliran modal global juga menambah perhatian pasar terhadap prospek ekonomi Kanada. Dengan kondisi tersebut, USDCAD berpeluang tetap bertahan di level tinggi selama sentimen positif terhadap dolar AS masih mendominasi pasar. Support USDCAD berada di area 1,4160, sementara resistance di area 1,4250.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
6:50pm | JP | BoJ Summary Report |
|
|
|
8:30pm | AU | Inflation Rate YoY May | 4.0% | 4.4% | 4.2% |
1:30pm | AU | RBA Hausser Speech |
|
|
|
1:40pm | JP | BoJ Himino Speech |
|
|
|
6:15pm | CAD | BoC Rogers Speech |
|
|
|