Home
>
News
>
Publication
>
AS Kembali Blokade Pelabuhan Iran, Harga Minyak Ikut Melaju Bullish
AS Kembali Blokade Pelabuhan Iran, Harga Minyak Ikut Melaju Bullish
Wednesday, 15 July 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1422

0.13%

GBPUSD

1.3386

0.13%

AUDUSD

0.6980

0.07%

NZDUSD

0.5816

0.10%

USDJPY

162.19

-0.09%

USDCHF

0.8092

-0.12%

USDCAD

1.4065

-0.12%

GOLDUD

4,053.21

0.09%

COFU

79.74

0.60%

USD/IDR

18,094

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Angkatan laut AS kembali blokade semua pelabuhan Teheran; Iran balas dengan menyerang infrastruktur AS di Timur Tengah. 
  • Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal kedua melambat tajam menjadi 4,3% secara yoy, ungkap data resmi.

************************************************************

Rabu, 15 Juli 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau masih melanjutkan tren bullish menembus level di atas $80 per barel dipicu oleh meningkatnya kembali ancaman terhadap keamanan di jalur pengiriman Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya. Meski demikian, sinyal melemahnya ekonomi China membatasi kenaikan harga lebih lanjut. 

Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap semua pelabuhan Iran. Menanggapi blokade dari AS tersebut, pasukan Iran pada Rabu pagi mengklaim telah melancarkan serangan drone terhadap di pangkalan Azraq yang menjadi markas Angkatan Darat AS di Yordania. Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran juga mengatakan telah menargetkan fasilitas senjata dan penyimpanan di Bahrain dan Kuwait.

Masih dari Timur Tengah, Kementerian Pertahanan UEA pada hari Rabu melaporkan serangan rudal jelajah Iran terhadap dua kapal tanker minyak Emirat di Selat Hormuz yang menewaskan seorang awak kapal berkebangsaan India dan delapan lainnya terluka. Secara terpisah di hari yang sama, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan bahwa sebuah kapal tanker telah terkena proyektil tak dikenal saat berlayar 40 mil laut di timur laut Qalhat, Oman.

Dukungan lainnya datang dari laporan stok versi grup industri API yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 564.000 barel pada pekan yang berakhir 10 Juli. Untuk stok bensin juga dilaporkan turun sebesar 1,66 juta barel. Laporan API itu mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan rilisnya laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat tajam menjadi 4,3% pada kuartal kedua dibandingkan tahun sebelumnya, ungkap data resmi yang dirilis hari Rabu. Selain itu data terpisah yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan sektor properti di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu kembali mengalami kontraksi dan permintaan domestik yang melemah.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - PPI MoM

 

0%

1.1%

19:30

USA - NY Empire State Manufacturing Index

 

8.8

5.70

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

 

2.998M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

-1.904M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788