| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1422 | 0.13% |
GBPUSD | 1.3386 | 0.13% |
AUDUSD | 0.6980 | 0.07% |
NZDUSD | 0.5816 | 0.10% |
USDJPY | 162.19 | -0.09% |
USDCHF | 0.8092 | -0.12% |
USDCAD | 1.4065 | -0.12% |
GOLDUD | 4,053.21 | 0.09% |
COFU | 79.74 | 0.60% |
USD/IDR | 18,094 | 0.00% |
Rabu, 15 Juli 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau masih melanjutkan tren bullish menembus level di atas $80 per barel dipicu oleh meningkatnya kembali ancaman terhadap keamanan di jalur pengiriman Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya. Meski demikian, sinyal melemahnya ekonomi China membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap semua pelabuhan Iran. Menanggapi blokade dari AS tersebut, pasukan Iran pada Rabu pagi mengklaim telah melancarkan serangan drone terhadap di pangkalan Azraq yang menjadi markas Angkatan Darat AS di Yordania. Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran juga mengatakan telah menargetkan fasilitas senjata dan penyimpanan di Bahrain dan Kuwait.
Masih dari Timur Tengah, Kementerian Pertahanan UEA pada hari Rabu melaporkan serangan rudal jelajah Iran terhadap dua kapal tanker minyak Emirat di Selat Hormuz yang menewaskan seorang awak kapal berkebangsaan India dan delapan lainnya terluka. Secara terpisah di hari yang sama, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan bahwa sebuah kapal tanker telah terkena proyektil tak dikenal saat berlayar 40 mil laut di timur laut Qalhat, Oman.
Dukungan lainnya datang dari laporan stok versi grup industri API yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 564.000 barel pada pekan yang berakhir 10 Juli. Untuk stok bensin juga dilaporkan turun sebesar 1,66 juta barel. Laporan API itu mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan rilisnya laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat tajam menjadi 4,3% pada kuartal kedua dibandingkan tahun sebelumnya, ungkap data resmi yang dirilis hari Rabu. Selain itu data terpisah yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan sektor properti di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu kembali mengalami kontraksi dan permintaan domestik yang melemah.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - PPI MoM |
| 0% | 1.1% |
19:30 | USA - NY Empire State Manufacturing Index |
| 8.8 | 5.70 |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
|
| 2.998M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
|
| -1.904M |