Home
>
News
>
Publication
>
GBPUSD Melemah di Tengah Meningkatnya Permintaan Dolar AS sebagai Safe Haven
GBPUSD Melemah di Tengah Meningkatnya Permintaan Dolar AS sebagai Safe Haven
Thursday, 16 July 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1464

0.02%

GBPUSD

1.3536

-0.07%

AUDUSD

0.7005

-0.20%

NZDUSD

0.5849

-0.21%

USDJPY

162.16

-0.06%

USDCHF

0.8047

0.10%

USDCAD

1.4037

0.07%

GOLDUD

4060.64

-0.39%

USD/IDR

18,059

0.00%

Fokus:

  1. Eskalasi konflik AS-Iran mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga menekan pergerakan GBP/USD.
  2. Pelaku pasar menantikan data PDB Inggris dan penjualan ritel AS, serta mencermati prospek kebijakan Bank of England di tengah meningkatnya risiko inflasi akibat kenaikan harga energi.

GBPUSD
Kamis, 16 Juli 2026
- Pasangan mata uang ini diperdagangkan lebih rendah di sekitar 1,3527 pada sesi Asia hari Kamis. Pelemahan pound terjadi setelah meningkatnya minat investor terhadap dolar AS sebagai aset lindung nilai menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Operasi militer terbaru AS untuk mengamankan Selat Hormuz kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia dan mendorong arus dana menuju dolar AS.

Ketidakpastian geopolitik tersebut turut memicu kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak akan kembali mendorong inflasi global. Situasi ini memberikan dukungan bagi dolar AS sekaligus menekan mata uang berisiko, termasuk pound sterling. Selain itu, pelaku pasar masih menunggu publikasi data pertumbuhan ekonomi Inggris dan data penjualan ritel AS yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan kedua mata uang dalam jangka pendek.

Fokus investor juga mengarah pada perkembangan politik di Inggris menjelang pelantikan Andy Burnham sebagai perdana menteri. Pasar akan mencermati komposisi kabinet, khususnya penunjukan menteri keuangan, mengingat kondisi fiskal Inggris masih menjadi perhatian dan berpotensi memengaruhi prospek ekonomi ke depan.

Di saat yang sama, pelaku pasar mulai merevisi ekspektasi terhadap kebijakan Bank of England. Kenaikan harga energi akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dinilai berpotensi mempertahankan tekanan inflasi, sehingga pasar kini memperkirakan BoE akan menaikkan suku bunga pada November. Perubahan ekspektasi tersebut menjadi faktor yang dapat membantu membatasi tekanan terhadap pound dalam beberapa waktu mendatang. Support GBPUSD berada di area 1.3490, sementara resistance di area 1.3570.

EURUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 1,1685 pada perdagangan Kamis seiring melemahnya dolar AS setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan tekanan harga yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Kondisi tersebut memperkuat harapan bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneternya dalam beberapa bulan mendatang, sehingga mengurangi daya tarik dolar AS dan mendorong penguatan euro. Pelaku pasar juga menantikan rilis data Penjualan Ritel AS sebagai petunjuk baru mengenai kekuatan konsumsi dan prospek ekonomi Amerika Serikat.

Di sisi lain, penguatan EURUSD masih dibatasi oleh sikap hati-hati investor di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS, sehingga dapat membatasi kenaikan euro dalam jangka pendek. Oleh karena itu, pergerakan EURUSD diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan data ekonomi AS dan dinamika geopolitik global. Support EURUSD berada di area 1,1645, sementara resistance di area 1,1725.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak lebih rendah di kisaran 0,6991 pada sesi perdagangan Kamis setelah data menunjukkan ekspektasi inflasi konsumen Australia kembali menurun menjadi 4,7% pada Juli dari 5,5% pada bulan sebelumnya. Perlambatan ekspektasi inflasi yang berlanjut selama tiga bulan berturut-turut memperkuat pandangan bahwa tekanan harga mulai mereda, sehingga mengurangi ekspektasi pasar terhadap langkah pengetatan lanjutan oleh Reserve Bank of Australia (RBA).

Selain dipengaruhi oleh data domestik Australia, pelemahan AUD juga terjadi akibat meningkatnya minat investor terhadap dolar AS di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Operasi militer terbaru Amerika Serikat terhadap Iran meningkatkan permintaan aset safe haven, sementara pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang menilai inflasi masih memerlukan perhatian meski tekanan harga diperkirakan tidak berlangsung permanen, turut mempertahankan dukungan terhadap dolar AS. Kombinasi faktor tersebut membuat AUDUSD masih berada di bawah tekanan pada perdagangan hari ini. Support AUDUSD berada di area 0,6965, sementara resistance di area 0,7035.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan lebih rendah di sekitar 0,5837 pada sesi Asia hari Kamis setelah reli dua hari sebelumnya mulai kehilangan tenaga. Investor memilih bersikap lebih berhati-hati menjelang publikasi data inflasi pangan Selandia Baru bulan Juni, mengingat kenaikan inflasi pada bulan sebelumnya meningkatkan perhatian pasar terhadap kemungkinan tekanan harga yang masih berlanjut dan implikasinya terhadap kebijakan suku bunga RBNZ.

Di sisi lain, meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset lindung nilai turut menekan dolar Selandia Baru. Sentimen tersebut dipicu oleh memburuknya konflik di Timur Tengah yang meningkatkan ketidakpastian pasar, sementara data ekonomi Tiongkok yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan juga memperburuk prospek mata uang berbasis komoditas seperti NZD. Kondisi ini membuat pasangan NZDUSD cenderung bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Support NZDUSD berada di area 0,5810, sementara resistance di area 0,5875.

USDJPY - Pasangan mata uang ini melemah ke kisaran 162,07 pada perdagangan Kamis seiring menguatnya yen Jepang setelah kembali muncul peringatan dari otoritas Jepang terkait pergerakan nilai tukar. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil langkah yang diperlukan apabila volatilitas di pasar valuta asing dinilai berlebihan. Pernyataan tersebut meningkatkan kewaspadaan pelaku pasar terhadap potensi intervensi pemerintah Jepang sehingga memberikan dukungan bagi yen.

Di sisi lain, dolar AS juga kehilangan sebagian penguatannya setelah data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat bulan Juni menunjukkan tekanan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan pasar. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga membebani pergerakan dolar AS. Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rilis data Penjualan Ritel AS yang diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi dan prospek kebijakan moneter The Fed. Support USDJPY berada di area 161,70, sementara resistance di area 162,60.

USDCHF - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 0,8055 pada perdagangan Kamis setelah dolar AS kembali memperoleh dukungan di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan geopolitik global. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah mendorong investor meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS. Sentimen tersebut mampu menopang penguatan USDCHF meskipun ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve masih membatasi kenaikan dolar.

Di sisi lain, franc Swiss juga tetap diminati sebagai aset lindung nilai sehingga ruang penguatan USDCHF cenderung terbatas. Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rilis data Penjualan Ritel Amerika Serikat, yang diperkirakan akan memberikan gambaran mengenai kondisi konsumsi domestik dan menjadi petunjuk tambahan terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang. Support USDCHF berada  di area 0,8025, sementara resistance di area 0,8085.

USDCAD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan menguat pada kisaran 1,4050 dalam sesi Asia hari Kamis, didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian pasar global. Investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta menunggu rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang diperkirakan dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Meski demikian, kenaikan USDCAD masih menghadapi hambatan dari menguatnya dolar Kanada yang ditopang oleh harga minyak mentah. Eskalasi konflik AS-Iran dan potensi gangguan pasokan melalui Selat Hormuz menjaga harga minyak tetap tinggi, sehingga memberikan dukungan bagi mata uang Kanada. Akibatnya, penguatan USDCAD diperkirakan berlangsung terbatas selama sentimen positif terhadap pasar energi masih bertahan. Support USDCAD berada di area 1.4015, sementara resistance di area 1.4095.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

USD

Fed Cook Speech

 

 

 

5:30am

USD

Fed Musalem Speech

 

 

 

1:00pm

GBP

GDP MoM MAY

 

0.1%

-0.1%

2:30pm

CHF

SNB Monetary Policy Meeting Minutes

 

 

 

4:00pm

EUR

Balance of Trade MAY

 

 6.5B 

-1B

7:30pm

USD

Retail Sales MoM JUN

 

0.5%

0.9%

7:30pm

USD

Initial Jobless Claims JUL/11

 

216K

215K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788