Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Menguat Dipicu Meluasnya Konflik AS - Iran ke Wilayah Regional Sekitar
Minyak Menguat Dipicu Meluasnya Konflik AS - Iran ke Wilayah Regional Sekitar
Friday, 17 July 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1441

0.03%

GBPUSD

1.3478

-0.03%

AUDUSD

0.6993

0.04%

NZDUSD

0.5842

0.05%

USDJPY

162.43

0.01%

USDCHF

0.8086

-0.02%

USDCAD

1.4045

-0.10%

GOLDUD

3,979.26

0.34%

COFU

78.86

0.43%

USD/IDR

18,036

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Iran membalas serangan AS dengan menembakkan rudal dan drone terhadap sekutu regional AS, termasuk Bahrain, Yordania, dan Kuwait.
  • IEA peringatkan ancaman terhadap keamanan energi global jika Selat Hormuz belum dibuka dalam beberapa minggu ke depan.

************************************************************

Jumat, 17 Juli 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bullish dipicu isyarat meluasnya serangan AS - Iran ke wilayah regional sekitar. Selain itu, peringatan terbaru dari IEA terkait ancaman terhadap keamanan energi global juga turut menjadi katalis positif bagi harga minyak.

Iran pada hari Kamis menembakkan rudal dan drone terhadap sekutu regional AS termasuk Bahrain, Yordania, dan Kuwait, sebagai balasan atas serangan intensif AS yang memperluas target mencapai daerah-daerah di sekitar ibu kota Iran. Kolonel Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya militer Iran, mengancam bahwa Teheran dapat memperluas serangan terhadap seluruh infrastruktur AS di kawasan regional, menyusul ancaman Trump untuk menyerang jembatan dan pembangkit listrik Iran.

Masih dari Timur Tengah, Bahrain, Qatar dan Kuwait mengeluarkan peringatan keamanan tingkat tinggi pada Jumat pagi, mendesak warganya untuk menuju lokasi aman terdekat. Peringatan itu muncul setelah AS melancarkan gelombang serangan ofensif baru terhadap Iran, menandai malam keenam berturut-turut operasi militer AS yang menargetkan aset militer Iran.

Dukungan lainnya datang dari komentar Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, yang pada hari Kamis memperingatkan bahwa keamanan energi global berpotensi terancam jika jalur Selat Hormuz masih belum dibuka sepenuhnya dalam beberapa minggu ke depan. Situasi di jalur tersebut telah memburuk tajam dalam seminggu terakhir, bahkan lalu lintas kapal terhenti pada akhir pekan lalu, dan transit harian anjlok ke level terendah dalam lima minggu, tambah Birol.

Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada hari Kamis mengatakan bahwa Iran masih terus mengadakan pembicaraan dengan AS dan ingin mencapai kesepakatan. Leavitt menambahkan bahwa Trump tetap terbuka terhadap diplomasi tetapi tidak akan membiarkan Iran menyerang kapal di jalur Selat Hormuz tanpa konsekuensi.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $77 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Building Permits

 

1.40M

1.41M

19:30

USA - Housing Starts

 

1.31M

1.177M

19:30

USA - Export Prices MoM

 

-0.4%

1.3%

19:30

USA - Import Prices MoM

 

-0.7%

1.9%

20:15

USA - Industrial Production MoM

 

0.2%

0.1%

20:15

USA - Manufacturing Production MoM

 

0.1%

0%

21:00

USA - Michigan Consumer Sentiment

 

51

49.5

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788