| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1464 | 0.02% |
GBPUSD | 1.3536 | -0.07% |
AUDUSD | 0.7005 | -0.20% |
NZDUSD | 0.5849 | -0.21% |
USDJPY | 162.16 | -0.06% |
USDCHF | 0.8047 | 0.10% |
USDCAD | 1.4037 | 0.07% |
GOLDUD | 4,060.64 | -0.39% |
COFU | 80.00 | 0.08% |
USD/IDR | 18,059 | 0.00% |
Kamis, 16 Juli 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat tipis dipicu oleh gelombang serangan baru AS yang memicu kekhawatiran akan potensi konflik skala penuh dengan Iran, dan meluasnya gangguan di jalur pengiriman regional lainnya.
Pasukan militer AS pada hari Rabu telah melancarkan serangan terhadap Teheran sesuai arahan Presiden Donald Trump, yang menargetkan instalasi militer Iran, termasuk Bandar Abbas, kota pelabuhan utama Iran di Selat Hormuz, kata tiga pejabat AS. Serangan itu bertujuan melemahkan pertahanan Iran jika militer AS diperintahkan untuk melakukan operasi yang lebih intensif di masa mendatang, tambah para pejabat tersebut.
Menanggapi serangan AS tersebut, Iran mengancam akan menghentikan semua ekspor energi Timur Tengah dan memblokir jalur ekspor lainnya termasuk Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah, jalur pelayaran global utama yang digunakan Arab Saudi untuk mengekspor minyaknya. Selain itu, Iran menegaskan bahwa mereka terlibat dalam perang eksistensial dengan AS.
Masih dari Timur Tengah, jumlah kapal yang melewati Selat Hormuz tercatat turun menjadi 7 kapal pada hari Rabu, dari 13 kapal pada hari sebelumnya, menurut data pelacakan kapal Kpler. Empat kapal kosong memasuki Teluk, termasuk tiga kapal tanker minyak kecil dan satu kapal pengangkut curah kering untuk biji-bijian, menurut data tersebut.
Dari sisi pasokan, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh EIA menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 1,69 juta barel pada pekan yang berakhir 10 Juli. Untuk stok bensin juga dilaporkan turun sebesar 1,53 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Retail Sales MoM |
| 0.2% | 0.9% |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 217K | 215K |
19:30 | USA - Philadelphia Fed Manufacturing Index |
| 13 | 10.3 |
21:00 | USA - Business Inventories MoM |
| 0.3% | 0.5% |
21:00 | USA - NAHB Housing Market Index |
| 35 | 35 |
21:00 | USA - Pending Home Sales MoM |
| -0.5% | 3.8% |