Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1441 | 0.03% |
GBPUSD | 1.3478 | -0.03% |
AUDUSD | 0.6993 | 0.04% |
NZDUSD | 0.5842 | 0.05% |
USDJPY | 162.43 | 0.01% |
USDCHF | 0.8086 | -0.02% |
USDCAD | 1.4045 | -0.10% |
GOLDUD | 3979.26 | 0.34% |
USD/IDR | 18,036 | 0.00% |
Fokus:
EURUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan stabil di sekitar 1,1440 pada awal sesi Asia Jumat karena pelaku pasar masih menunggu perkembangan terbaru dari konflik di Timur Tengah serta data awal Michigan Consumer Sentiment Index Amerika Serikat. Sikap wait and see membuat pergerakan pasangan mata uang ini cenderung terbatas di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Risiko geopolitik kembali meningkat setelah muncul laporan bahwa Iran meminta kelompok Houthi mempersiapkan penutupan jalur pelayaran minyak di Laut Merah jika Amerika Serikat menyerang fasilitas kelistrikan Iran. Selain itu, sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Iran dan terdengar hingga negara-negara di sekitarnya. Kondisi tersebut mendorong permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga membatasi penguatan euro.
Di sisi lain, pasar masih memperkirakan ECB akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya, meskipun kenaikan harga energi meningkatkan peluang pengetatan kebijakan lanjutan pada September. Ekspektasi tersebut memberikan dukungan terhadap mata uang euro dan membantu menjaga EURUSD tetap stabil di tengah tekanan eksternal.
Dari Amerika Serikat, komentar Gubernur The Fed Lisa Cook memperkuat pandangan bahwa bank sentral belum terburu-buru menurunkan suku bunga. Menurutnya, data inflasi yang melandai dalam satu bulan belum cukup untuk memastikan tren disinflasi yang berkelanjutan, sementara risiko dari tarif perdagangan dan konflik geopolitik masih dapat mendorong inflasi. Sikap hawkish tersebut menjaga Dolar AS tetap kuat dan menjadi salah satu faktor yang membatasi kenaikan EURUSD. Support EURUSD berada di area 1,1415, sementara resistance di area 1,1475.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 1,3470 pada sesi Asia Jumat dengan kecenderungan melemah karena meningkatnya minat investor terhadap Dolar AS sebagai aset lindung nilai. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus membebani sentimen pasar setelah Amerika Serikat melanjutkan serangkaian serangan terhadap Iran, termasuk mengenai sejumlah fasilitas sipil di wilayah Bandar Abbas. Situasi tersebut memperkuat kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik dan meningkatkan permintaan terhadap mata uang safe haven seperti Dolar AS.
Di sisi fundamental, pelaku pasar masih menilai Federal Reserve berpotensi kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan September meskipun data inflasi CPI dan PPI AS terbaru menunjukkan perlambatan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga tersebut diperkirakan mendekati 55%. Dari Inggris, Gubernur Bank of England Andrew Bailey menyampaikan bahwa meningkatnya konflik di Timur Tengah sejauh ini belum memberikan dampak besar terhadap prospek inflasi domestik. Kendati pasar masih memperkirakan BoE akan menaikkan suku bunga pada November dan kembali pada April 2027, dominasi sentimen risk-off masih menjadi faktor utama yang menekan nilai tukar pound terhadap dolar AS. Support GBPUSD berada di area 1,3410, sementara resistance berada di area 1,3550.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak sedikit lebih tinggi di sekitar 0,6996, tetapi masih kesulitan menembus level 0,7000 yang telah menjadi area resistensi dalam beberapa hari terakhir. Dari sisi domestik, melemahnya ekspektasi inflasi konsumen memberikan sinyal bahwa tekanan harga mulai mereda, sehingga peluang RBA untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat menjadi semakin kecil. Kondisi tersebut membuat penguatan dolar Australia berlangsung secara terbatas meskipun inflasi inti masih menjadi perhatian bank sentral.
Sementara itu, sentimen eksternal tetap menjadi penentu utama arah AUDUSD. Investor menunggu sinyal kebijakan dari PBoC yang dapat memengaruhi prospek ekonomi China dan permintaan komoditas Australia. Di saat yang sama, data ekonomi AS yang solid memperkuat prospek suku bunga tinggi The Fed, sedangkan meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah terus mendukung permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat kenaikan AUDUSD masih menghadapi hambatan. Support AUDUSD berada di area 0,6975, sementara resistance di area 0,7015
NZDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan lebih tinggi di sekitar 0,5845 pada sesi Asia Jumat setelah mengalami koreksi ringan sehari sebelumnya. Dolar Selandia Baru tetap mendapat dukungan meskipun data harga pangan menunjukkan perlambatan. Inflasi pangan yang lebih rendah belum menghilangkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi secara keseluruhan, terutama karena harga minyak global masih berada di level tinggi. Di samping itu, pernyataan Kepala Ekonom RBNZ, Paul Conway, mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut turut menopang sentimen positif terhadap NZD.
Namun, kenaikan pasangan mata uang ini masih menghadapi tekanan dari meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Potensi terganggunya pasokan energi global akibat memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong investor beralih ke Dolar AS sebagai aset lindung nilai. Akibatnya, meskipun fundamental domestik Selandia Baru masih cukup kuat, penguatan NZDUSD berpotensi tertahan oleh meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS. Support NZDUSD berada di area 0,5805, sementara resistance di area 0,5880.
USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak naik ke sekitar 162,45 pada perdagangan Jumat meskipun pemerintah Jepang kembali menyampaikan peringatan mengenai pergerakan nilai tukar. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan bahwa otoritas siap mengambil tindakan kapan saja apabila fluktuasi mata uang dianggap tidak wajar. Namun, ia tidak memberikan komentar mengenai level nilai tukar tertentu yang menjadi perhatian pemerintah.
Meskipun terdapat potensi intervensi dari otoritas Jepang, respons pasar masih relatif terbatas sehingga USDJPY tetap diperdagangkan lebih tinggi. Pelaku pasar masih menilai faktor fundamental, terutama perbedaan suku bunga dan imbal hasil antara Amerika Serikat dan Jepang, sebagai pendorong utama arah pergerakan pasangan mata uang ini. Oleh karena itu, ancaman intervensi sejauh ini belum mampu mengubah sentimen bullish terhadap USDJPY. Support: 161,80, sementara resistance di area 162,60.
USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0,8084 pada perdagangan Jumat seiring melemahnya Dolar AS setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga dalam waktu lebih lama. Penurunan imbal hasil obligasi AS turut mengurangi daya tarik Dolar AS, sehingga memberikan tekanan terhadap USDCHF meskipun ketidakpastian global masih membayangi pasar.
Di sisi lain, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Selain Dolar AS, franc Swiss juga menjadi salah satu mata uang yang banyak diburu investor pada saat ketidakpastian meningkat. Permintaan terhadap franc Swiss berhasil mengimbangi dukungan safe haven bagi Dolar AS, sehingga USDCHF tetap bergerak melemah. Pelaku pasar juga terus mencermati perkembangan konflik di kawasan tersebut serta arah kebijakan moneter Federal Reserve yang diperkirakan akan menjadi penentu pergerakan pasangan mata uang ini dalam jangka pendek. Support USDCHF berada di area 0,8065, sementara resistance di area 0,8110.
USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah pada perdagangan Jumat seiring tekanan terhadap Dolar AS yang masih berlanjut setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Menyempitnya selisih imbal hasil obligasi antara Amerika Serikat dan Kanada turut mengurangi daya tarik Dolar AS, sehingga memberikan ruang bagi Dolar Kanada untuk menguat meskipun sentimen domestiknya tidak sepenuhnya positif.
Di sisi lain, data ekonomi Kanada menunjukkan Housing Starts turun menjadi 239 ribu, lebih rendah dibandingkan perkiraan 256 ribu maupun realisasi sebelumnya sebesar 253 ribu, yang mengindikasikan perlambatan aktivitas di sektor perumahan. Secara fundamental data tersebut seharusnya memberikan tekanan terhadap Dolar Kanada. Namun, pelemahan Dolar AS akibat berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi faktor yang lebih dominan, sehingga USDCAD tetap bergerak melemah. Support USDCAD berada di area 1,4010, sementara resistance di area 1,4080.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:25am | USD | FOMC Member Schmid Speaks |
|
|
|
5:45am | NZD | FPI m/m | 0.60% |
| 1.00% |
6:00am | USD | FOMC Member Jefferson Speaks |
|
|
|
8:00am | USD | President Trump Speaks |
|
|
|
4:00pm | EUR | Final Core CPI y/y |
| 2.40% | 2.40% |
4:00pm | EUR | Final CPI y/y |
| 2.80% | 2.80% |
9:00pm | USD | Prelim UoM Consumer Sentiment |
| 51 | 49.5 |
9:00pm | USD | Prelim UoM Inflation Expectations |
|
| 4.60% |